Baru juga mulai tantangan, udah skip nulis aja aku hahaha. Alasan kemarin tidak bikin tulisan apa-apa adalah karena ketiduran. Maklum, untuk kegiatan tantangan ini emang baru kutulis setiap malam sebelum tidur. Nah kemarin itu karena belum nemu apa yang mau ditulis, jadi mencoba sedikit bersantai di kasur dengan maksud berusaha mencari inspirasi. Eh, bukannya dapet ide nulis, malah ketiduran.
Ngomongin tentang tulis menulis, aku jadi ingat masa paling menyenangkan saat menulis adalah jaman SD. Waktu SD kelas 5 dan 6an gitu, guruku punya metode tak biasa untuk bikin anak-anak senang presentasi depan kelas. Kita para siswa dibagi kelompok, lalu cara mempresentasikan materinya adalah dengan dibuat drama/kabaret. Metode ini bikin beban kita sebagai murid untuk presentasi kedepan, jauh berkurang. Dan saat menghafal materipun jadi lebih mudah karena kita buat seolah menjadi menghafal dialog.
Seingatku, aku cukup berperan aktif untuk buat naskah dramanya. Mungkin karena dari sd aku udah suka baca komik dan novel teenlit, jadi suka keidean gitu bikin ceritanya. Semakin sering ditugaskan presentasi, maka semakin sering pula aku membuat cerita dan dialognya. Momen itu bikin imajinasiku makin besar dan munculah ke-sok-ide-an untuk bikin novel.
Awalnya aku mau buat sendiri dengan mulai menulis ceritanya di buku tulis yang mamah beli untuk catatan belajar. Tapi, karena bukunya suka aku bawa ke sekolah, jadilah salah satu temanku gak sengaja baca. Entah dia kepikiran apa, terus bukunya dibawa pulang dan dia tulis lanjutan ceritanya. Selanjutnya karena temanku yang lain tau, mereka juga pengen ikutan nulis juga. Jadilah kita berempat saling giliran bawa bukunya untuk bikin cerita.
Seingatku, kita bertahan estafet nulis dalam waktu yang lama. Bahkan kalo gak salah sampai 2 buku tulis. Aku juga sempat ketik ceritanya di komputer abangku. Rencananya, kalo ceritanya udah selesai mau aku print dan kasih kesetiap orang. Tapi sayangnya, gak kesampaian.
Lebih sayangnya lagi adalah bukunya juga sekarang gak tahu dimana. Entah terakhir ada di siapa atau malah udah kebuang wkwk. Tapi yang pasti memori menulis barengnya masih aku ingat, kalo untuk isi ceritanya sih tentu saja tidak.
Duh jadi nostalgia jaman bocil nih. Semoga teman-teman SDku yang sebagian besarnya sudah gak lagi komunikasi dengan intens, tetap sehat selalu. Buat bapak/ibu guru juga yang udah pada pensiun, semoga selalu bahagia.