Things I wish I’d known before 20s
1. Enjoy your Junior & Senior high school as u enjoy when weekend finally comes.
Yup, ternyata masa - masa sekolah emang masa paling indah dibandingkan dengan kehidupan setelah lulus sekolah. Kalo banyak yang bilang lebih enak kerja, mungkin bagi beberapa orang masa sekolah memang begitu adanya. Tapi menurut aku, masa sekolah tuh emang seseru itu. Kita cuma dibebankan dengan tugas yang mulai numpuk dari hari ke hari, ulangan harian dadakan, guru killer khususnya mata pelajaran Matematika, atau liat crush kita jadian sama orang lain. Intinya masalah yang kita hadapin cuma berputar disekitar itu aja.
Banyak hal yang aku sesalin dan aku harap aku lakuin sewaktu di sekolah, satu hal yang paling aku sesalin adalah cepet puas dan gak ada planning ke depan nya setelah dapet nilai di atas rata - rata. Waktu SMP, aku masuk kedalam tiga besar setiap semester. Karena merasa puas, dan nerusin ke SMK, aku memutuskan buat fokus ke mata pelajaran jurusan, karena aku mikir, toh nanti lulus langsung nyari kerja, gak ada niat kuliah. Dan itu salah besar. Setelah lulus, aku nyesel senyesel nyesel nya karena gak mau ngejar nilai atleast masuk lima besar.
Aku terlalu santai dan menyepelekan nilai, karena yang aku tahu, yang dibutuhin di dunia kerja tuh skill dan attitude. Gak pernah terpikirkan kalo aku bakalan melipir dari planning dan pengen kuliah. Jadi konsekuensi yang aku hadapin adalah ikut UTBK atau masuk UT. Juga, nilai aku yg melorot jadi masuk 10 besar, bahkan sampai ke 15 besar.
Lulus secara gak 'lazim' juga terkadang buat aku iri sama anak - anak sekolah. Aku angkatan tahun '21, dimana corona lagi marak - marak nya waktu itu. Pkl pun gak sesuai dengan SOP, perpisahan gak sesuai dengan angan - angan temen ku. Pokoknya 1,5 tahun sisanya tuh gak seru banget. Stuck dirumah dan ke sekolah beberapa kali aja.
2. Jangan terlalu membanggakan circle.
Kadang, karena merasa satu frekuensi sama beberapa temen, kita jadi lebih sering menghabiskan waktu sama mereka, merasa mereka tuh bestie forever yang gak akan pernah ninggalin kita atau lebih parah, nuduh kita yang enggak enggak. Tetep berbaur sama yg lain, jangan merasa karena kakian lebih nyaman sama mereka, kalian mau nya sama mereka aja.
Aku tipe orang yang pengen punya banyak temen, dan dikenal dimana - mana, ketika aku lebih sering berorganisasi beberapa temen ku merasa aku terlalu sibuk sama kegiatan ku, padahal aku selalu menempatkan diri aku sesuai dengan porsi yang udah aku takar. Harus gimana aku bersikap ketika dengan circle ini atau yang itu. Tapi mungkin, memang pada dasarnya pikiran manusia gak bisa selalu sejalan dan karena itu, hubungan ku di circle ini sedikit merenggang.
Ketika aku anggap circle ku yang ini gak akan bertahan lama, karena aku merasa udah gak dihargai dan gak ada lagi kepercayaan di dalem nya, aku mulai menarik diri pelan - pelan dan berinteraksi sama mereka secukupnya aja.
Circle yang aku anggap akan last forever ternyata ada saatnya renggang juga karena mengejar goals masing - masing. Jadi, satu circle hancur karena kurangnya rasa percaya dan yang satu lagi karena jarang berkabar.
Intinya, jangan terlalu mengelukan satu atau dua circle yang kalian pikir akan selalu berada di samping kalian. Cukup lihat dan perhatiin temen yang bener - bener tulus.
3. Perbanyak temen & relasi.
INI PENTING BANGET! Ketika kalian punya kesempatan yang dimana akan menguntungkan untuk waktu jangka panjang, jangan lewatin itu. Caranya dengan memperbanyak relasi dan temen kalian, dari kelas maupun sekolah yang berbeda.
Selain untuk menambah pengalaman dan melatih mental, kalian juga akan mengenal berbagai macam tipe sifat manusia and how u deal with it. Tapi inget ya, harus tetep tau mana yang baik untuk diri kalian dan yang enggak, harus pinter - pinter membatasi diri.
It's okey to be yourself.
Semua orang pasti melalui fase alay ini. Kalo aku, dulu ketika SMP kelas 7-8, adalah jaman teralay dan lebay menurut ku. Semua yang aku lakuin, dan aku foto aku upload ke sosial media. Dan aku merasa fase ini adalah fase paling menyenangkan karena aku gak peduli dengan omongan orang dan melakukan apa yang aku sukai tanpa takut di judge. Aku punya banyak temen yang seru, baik dan kita sama - sama sharing apapun yang kita mau. Foto dengan gaya pis, melet, B612, dan lain sebagainya.
Setelah sadar, aku merasa malu dan cringe sendiri. Berakhir dengan aku hapus semua kiriman yang udah aku upload. Karena aku merasa fase itu udah berakhir. Percaya deh, semua punya fase nya masing - masing, dari yang alay sampe ke fase pengen aesthetic kaya selebgram favorit kalian.
5. Jangan takut buat mencoba hal baru & keluar dari zona nyaman.
Usia belasan menuju dua puluh adalah usia yang banyak orang anggap masih usia main - main, maka dari itu jangan sia - siain label itu untuk mencoba berbagai hal baru yang tentunya kegiatan positif ya. Karena ketika gagal, yang kita hadapin masih realita usia belasan, bukan lagi realita kehidupan orang dengan usia yang udah menyentuh dua puluh lebih. Kalopun gagal, kita masih punya backup 'usia belasan & main - main'.
Puas - puasin main & belajar, karena ketika masuk dunia kerja, dunia kalian gak akan seindah waktu sekolah lagi. Gak ada waktu buat main karena sibuk kerja dan ngejar ekspektasi yang semakin hari semakin gila.