Aku punya banyak perasaan, sayangnya tak banyak waktu untukku bisa menuliskan

❣ Chile in a Photography ❣

ellievsbear

if i look back, i am lost

pixel skylines
Show & Tell

roma★
Peter Solarz
trying on a metaphor
Cosmic Funnies
Keni
styofa doing anything
Acquired Stardust
Jules of Nature

Discoholic 🪩

No title available
No title available

祝日 / Permanent Vacation
Misplaced Lens Cap
cherry valley forever

shark vs the universe
seen from Russia

seen from Canada
seen from Malaysia
seen from South Korea

seen from Australia

seen from United Kingdom

seen from United States

seen from Russia

seen from United States

seen from Indonesia

seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from Malaysia

seen from Malaysia
seen from Malaysia

seen from United States

seen from United States
seen from United Kingdom

seen from United States
@rindha
Aku punya banyak perasaan, sayangnya tak banyak waktu untukku bisa menuliskan
Be Creative Day 8
Baby O suka menyapa dan menggoda orang baru dimana saja.
Di rumah, saat ada pelanggan atau driver gojek datang ke toko, Baby O suka bertanya. “Rumahnya dimana?”, “Nyari siapa?”, “Mau beli apa?”. Tidak masalah kalau hanya ngajak ngobrol. Memukul dan merebut barang tamu biasanya yang bikin so sad.
Kemarin ada percakapan lucu saat baby O main di teras depan rumah. Saya di dalam rumah hanya mendengar celotehnya sambil tersenyum. Waktu itu pengamen jalanan mampir dan bernyanyi. Baby O bertanya, “Kok nyanyi?”, “Apa?”, Minta uang?”, “Kenapa?”. Hihi gimana yah si pengamennya. Saya tidak keluar rumah karena sudah ada sodara yang menemani baby O.
Di mall, ada orang jalan di dekat baby O. Tiba-tiba ia mencolek orang tersebut. Duhh kreativitasnya perlu diarahkan agar tidak mengganggu orang lain. Saat bosan, baby O seringkali tiduran di lantai mall, cafe, restoran. Kadang juga mengganngu orang lain dengan memegang tas, tangan, atau kaki orang itu. Respon orang lain pun berbeda-beda. Ada yang welcome tapi ada juga yang mengacuhkan.
Kreativitasnya yang satu ini memang agak sulit untuk dialihkan. Sebab tidak cukup hanya bilang tidak boleh. Perlu mengajari tata krama saat berhadapan dengan orang lain. Papanya sampai bilang kalau tidak akan mengajak ke acara kantor. Khawatir merusak reputasi baik papanya di kantor deh. Menyapa orang boleh tapi ada batasannya loh baby O. Belajar ya nak.
#tantangan10hari #level9 #kuliahbunsayiip #thinkcreative
Be Creative Day 7
Bisa pakai pakaian sendiri berawal dari keberhasilan baby O pada tahap toilet training. Setelah makin percaya diri karena tidak ngompol di celana, ia jadi semangat menentukan baju sendiri. Baby o makin kreatif dalam pemilihan baju. Bisa membedakan baju main, baju tidur, baju sekolah, dan sebagainya.
Pagi kadang tidak mau pakai baju sekolah, baju lain saja tapi celana sekolah atau sebaliknya. Kadang hanya mau baju gambar kereta Thomas. Saking sukanya sampai 2 hari tidak mau dilepas apalagi diganti. Pernah juga hanya mau baju gambar mobil polisi. Sampai-sampai tidak mau mandi karena takut bajunya dilepas.
Cara saya untuk memotivasinya agar mau berpakaian sendiri:
Menuruti keinginannya mau pakai baju apa hari ini.
Memberikan reward jika mampu berpakaian sendiri, seperti menjanjikan beli jaket baru warna biru seperti kartun pocoyo kesukaannya.
Mengatakan kalau sudah besar hebat jika bisa pakai baju sendiri, sehingga mama jadi happy.
Secara bertahap, sekarang baby O mau memakai celana pendek sendiri. Masukkan kaki kanan ke lubang celana kanan. Lalu memasukkan kaki kiri ke lubang celana kanan juga. Mau menggoda saya rupanya. Ia tahu kalau itu salah lalu tertawa. Hihi
#tantangan10hari #level9 #kuliahbunsayiip #thinkcreative
Be Creative Day 6
Tumben tidak mau ikut ke kampus kebidanan nih si baby O. Biasanya pasti nempel kaya prangko sama saya. Alhamdulillah. Jam 12 setelah sholat dhuhur bisa langsung berangkat sendiri naik grabbike ke kampus.
Baby O awalnya memang mau ikut sepulang sekolah. Tapi di rumah ketemu sama teman sebaya masbib, kemudian ia bilang tidak ikut karena mau main sama teman. Selama saya di kampus rasanya was-was kepikiran apakah baby O merepotkan orang rumah. Rupanya tidak, asyik main lalu tidur sampai baru bangun saat saya pulang jam 5 sore.
Kata oma memang sempat nyari, mana mama hanya saat bangun tidur saja. Sebelum tidur tidak nyari sama sekali loh. Dijawab mama masih ke kampus, katanya tadi adik O tidak mau ikut kan. Sudah janji tidak nangis kan. Lalu tenang lagi, hihi.
Waktu saya datang ke rumah baby O langsung lari memeluk saya. Tanya sebentar mama dari mana. Lalu meninggalkan saya nonton TV lihat film kartun. Senang deh, baby O sudah mulai bisa mandiri, tidak nyari mamanya terus. Semoga bisa berlanjut bisa sekolah sendiri secepatnya. Aamiin.
#tantangan10hari #level9 #kuliahbunsayiip #thinkcreative
Be Creative Day 5
Kerja dari rumah. Kedengarannya ideal untuk ibu agar bisa selalu menemani anaknya. Namun, sebenarnya tetap saja butuh waktu professional untuk bekerja sendirian, tanpa anak. Harus meninggalkan kebersamaan dengan anak supaya pekerjaan bisa selesai sesuai standar dan tepat waktu.
Ini penting. Seorang ibu butuh untuk bahagia dengan merasa bahwa ia tetap bisa meraih dan mendapat sesuatu walau di rumah. Anak juga butuh untuk bahagia dengan selalu dekat ibunya. Asal bisa mengatur waktu dengan baik, insyaallah tidak ada yang terzolimi.
Beberapa cara kreatif yang saya lakukan saat bekerja di dapur agar baby o tetap ceria: 1. Memotivasi agar main dengan teman sebayanya 2. Ikut serta membuat kue, meski berakhir dengan keributan seperti adonan tumpah dan banyak bahan terbuang 3. Membolehkan pegang tablet lama
Saya berusaha agar bagaimana anak tidak ketergantungan pada gadget. Rupanya sulit sekali. Bangun tidur yang ditanyakan, man tab adik o. Fiuhh. Kalau baterainya habis nangis keras teriak hingga tantrum. Nah saya membolehkan baby o pegang gadget saat saya sedang kerja saja. Bikin kue di dapur bisa berjam-jam dan baby o bisa main tab dan nonton youtube sampai saya selesai mengirim kue pesanan.
Saya bersyukur baby o tergolong anak yang ceria dan mudah diatur. Kalau saya tidak bekerja (bikin kue/di depan laptop), baby o juga tidak minta main tab. Ia akan mengajak saya main mobil-mobilan, sepak bola, busy bag, naik sepeda, dan sebagainya. Oleh karena itu, kadang baby o melarang saya kerja. "Mama ga boleh kerja, mama main aja sama adik. Papa aja yang kerja. Huaaa". Jadi ikut mewek. Padahal kebutuhan untuk kerja tidak hanya untuk memperoleh pendapatan melainkan lebih ke self actualization. Bahwa saya punya keahlian yang bermanfaat. Semoga baby o makin mandiri. Saya juga akan lebih menggali kreativitas agar baby o bisa main secara mandiri.
#tantangan10hari #level9 #kuliahbunsayiip #thinkcreative
Be Creative Day 4
100% bebas dari popok. Baby O kira-kira sejak 10 Maret 2018 sudah berhasil lulus dari ujian kemandirian toilet training. Kalau dikasih popok akan menolak. Bisa bilang ingin pipis dan pup, meski kadang masih lupa satu dua kali.
Untuk mencapai level ini, usaha yang saya jalankan yaitu sejak 4 bulan lalu. Tepatnya november, saya mulai aktif mengenalkan penggunaan celana dalam. Waktu itu setiap pipis pasti di celana dan baby O merasa nyaman saja pakai celana basah. Jadilah pipis dimana-mana. Pernah di toko depan, di kamar padik, di kasur, di sofa, di dapur dan lainnya. Hampir semua sudut rumah pernah kena.
Berjalannya waktu, saya pun mendapat ide mengatakan kalau pakai popok itu jijik. Sebab pipis disitu, terus pipisnya dibawa kemana-mana. Jadi bau dan pantatnya gatal karena ada kuman. Baby O pun setuju. Sekitar bulan Januari, pemakaian popok hanya saat keluar rumah dan mau tidur saja. Bulan Februari sudah bisa lepas popok saat tidur siang dan keluar rumah, sudah bisa bilang mau pipis tapi tidak bisa bilang pup. Bulan Maret full tanpa popok. Padahal stok popok masih ada 2 box. Hihi.
Alhamdulillah kemandirian baby O makin kuat menjelang lahiran adiknya bulan Mei nanti. Tinggal 3 tahap lagi: sekolah ditinggal, makan sendiri, dan tidur sendiri. Saya harus menemukan ide kreatif agar baby O mandiri, yess bismillah.
#tantangan10hari #level9 #kuliahbunsayiip #thinkcreative
Be Creative Day 3
Awalnya baby o senang sekali saat tahu kalau papanya mau membelikan mobil merah yang bisa dinaiki. Setiap hari tak pernah lewat pertanyaan: mana mobilnya? Maklum pengiriman barang dari jakarta ke malang kan perlu waktu. Eh baby o sudah tidak sabar menunggu.
Saat mobilnya datang langsung dirakit oleh padik. Baby o super excited menaiki mobil baru. Bisa di gas maju dan mundur. Melaju gas maksimal, tak pelak semua benda yang menghalangi ditabrak.
Mobil itu bisa dikendalikan manual langsung dengan cara menaikinya dan injak gas. Bisa juga lewat remote control. Nah awalnya baby O sudah senang menginjak gas melaju kesana kemari sendirian. Kemudian saya ingin mencoba remote nya. Rupanya baby O jadi kaget sekali. Kok tiba-tiba mbilnya jadi jalan sendiri. Mungkin begitu pikirnya. Seketika baby O jadi tidak mau naik mobil itu lagi. Yah yang membelikan jadi kecewa deh.
Butuh sekitar 3 minggu bagi kami di rumah untuk menarik minat baby O agar mau naik mobil lagi dan nge gas sendiri. Awalnya ia tidak mau. Kemudian hanya mau jika diremote saja. Lama-kelamaan akhirnya kembali seperti semula. Alhamdulillah baby O mau nge gas lagi. Sempat sebelumnya kami yang nge gas kan. Sampai capek sekali.
Sekarang kata orang-orang di rumah baby O bakat nyetir. Bisa maju mundur belok dengan baik tanpa nabrak. Berbagai gaya menyetir juga bisa dilakukannya. Nyetir sambil berdiri, satu kaki, sambil tiduran di bantal yang ditaruh di dudukan mobil, dan sambil bonceng baby Abdullah. Kadang saat baby A sedih, baby O menghibur dengan mengajak baby A naik mobil keliling rumah. Hihi creative baby.
#tantangan10hari #level9 #kuliahbunsayiip #thinkcreative
Be Creative Day 2
“Baby O Pelit!” kata orang-orang yang tidak mengerti adanya masa kepemilikan pada anak yang saat ini sedang dijalani oleh anak saya. Biarin aja. Senyumin aja. Yang penting saya tahu kalau baby O tidak seperti yang mereka katakan. Saya malah mendukung baby O untuk menjadi “pelit” sesuai fitrahnya. Hingga nanti ia akan berubah menjadi lebih sociable saat ia menemukan apa itu artinya berbagi. Bukan dipaksa untuk berbagi saat ia belum siap, masih terlalu muda.
Di rumah, baby O terlihat pelit saat ada anak lain yang mau pinjam mainannya tapi tidak boleh. “Jangan, itu punya dik O!”. “No no ga boleh, ga boleh pinjam”. Atau langsung nangis/merengek minta saya mengambilkan mainannya. Nah kalau temannya punya mainan, baby O suka pinjam. Hihi.
Pernahkah baby O meminjamkan mainannya? Pernah kok. Saat ingin tukar mainan dengan yang lain. Saat menghibur temannya yang sakit. Saat ingin keinginannya dikabulkan. Dan saat ingin temannya tertawa. Nah di saat-saat seperti itu baby O belajar berbagi tanpa dipaksa, melainkan karena inisiatifnya sendiri. Dia tahu alasan dan tujuannya meminjamkan barang, sehingga ia jadi anak yang kuat berkarakter.
Di sekolah, baby O terkesan pelit karena suka bawa mainan ke sekolah tapi tidak mau meminjamkan ke temannya. Saya lihat gurunya juga support kalau baby O memang masih tidak mau berbagi. Tapi ya gitu, kalau temannya bawa mainan ke sekolah selalu ingin pinjam. Hehe. Beruntung teman baby O tipe anak yang mau berbagi. Jadi situasi terkendali.
Tidak masalah tidak bisa berbagi sekarang. Yang penting baby O tumbuh menjadi anak yang memahami dirinya sendiri. Ia tahu tujuan dan alasannya untuk mau atau menolak berbagi. Tugas orang tua hanya membersamai, memfasilitasi tumbuh kembangnya. Sipp
#tantangan10hari #level9 #kuliahbunsayiip #thinkcreative
Be Creative Day 1
Sejak dulu saya selalu yakin bahwa anak memang terlahir kreatif. Tidak ada anak yang tidak kreatif. Hanya di perjalanan kreatifitas anak ada yang mati, ada yang terus bertumbuh. Kenapa mati? karena lingkungan menolak kreatifitasnya. Sementara yang terus tumbuh adalah sebab lingkungan yang mendukung.
Saya tipe orang tua yang cenderung santai. Biarkan rumah berantakan yang penting anak maksimal belajar eksplorasi sekitarnya. Tak masalah mainan tercecer dimana-mana, asal anak puas bermain.
Hari ini saya diundang lagi ke kampus kebidanan untuk yang kedua kalinya. Tentu saja baby O ikut padahal ibu hamil lainnya tidak bawa anak. Ya biasa baby O di kampus awalnya excited eksplorasi tempat baru. Lama kelamaan mulai bosan antri menunggu lalu minta main hp, tab, dan mau pulang. Di kunjungan pertama minggu lalu, saya kasih tab dan saat baterai habis, baby o ngamuk nangis keras ganggu banget. Hari ini cuma bawa tab nya untuk keadaan darurat. Meski merengek minta tab tetap tidak saya beri. Akhirnya berhasil. Baby O bisa menikmati lingkungan tempatnya berada. Main mobil-mobilan, melihat tukang ngecat meja, berjemur di terik matahari, mengenal tanda hujan, menolak beli kue di warung karena kata baby O di warung itu kuenya tidak enak, kuenya sudah banyak di rumah katanya. Main dengan mahasiswa calon bidan. Bermain peran menjadi dokter yang memeriksa pasien mahasiswa. Feedback dari dosen dan mahasiswa disana katanya baby O cerdas. Hmm entah hanya ingin menyenangkan saya atau benar. Semoga memang seperti itu. Aamiin.
#tantangan10hari #level9 #kuliahbunsayiip #thinkcreative
Belajar Mengemudi Mobil Manual Day 11 (Jalan-jalan)
Sebelum ambil latihan ke 11, pelatih menanyakan apa sudah nyetir sendiri? Jawabannya harus sudah. Percuma latihan sama pelatih jika setelah masa kursus habis tidak berani ke jalan sendiri. Harus berani dong.
Sebelum ini saya sudah nyetir sendiri dua kali. Pertama sendirian hanya dengan baby O saja. Rute kalpataru, cengger ayam, kendalsari, sekolah TK, dewandaru, dan balik pulang. Kedua bertiga ditambah dengan kakak rute kaliurang, sabilillah, suhat, sekolah TK, dewandaru, balik pulang. Ternyata lebih enak nyetir sendiri daripada sama kakak yang cerewet. Tidak mensupport malah marahin terus. Meski nyetir sendiri di hari pertama lalu ada insiden kecil tapi alhamdulillah beres dengan izin Allah semua dimudahkan.
Next tinggal 1 pertemuan lagi dengan pelatih. Masalah terbesar saya untuk latihan adalah pagar yang super besar dan berat. Jadi tidak bisa buka pagar sendiri, alhasil butuh bantuan cowok untuk membukakan. Merepotkan saja ya. Nanti kalau sudah punya rumah sendiri pastikan benda-benda yang Anda miliki tidak membebani dan bisa digunakan secara mandiri. Tidak seperti pagar depan rumah ini Ya Rabb sulit amat mau belajar nyetir.
Belajar Mengemudi Mobil Manual Day 10 (Parkir di Mall)
Start jam 13.40 saya, pelatih, dan baby O berangkat ke mall Malang Olympic Garden. Biasanya kalau naik mobil selalu parkir di luar, eh ini nyoba parkir di dalam. Pengalaman baru nyetir sambil ke loket, ambil kartu, lalu masuk ke dalam parkiran yang agak gelap. Biasanya kalau di mall kan tidak ada petugas parkir, nah kalau disini ada. Kadang petugas cuma berjaga, kadang bantu mengarahkan parkir.
Hal yang dipelajari:
1. Parkir antara mobil dengan tiang pilar. Caranya: Mobil maju mepet tiang, lebihkan hingga 1 garis batas mobil berada di pintu depan mobil kita. Pas. Gigi mundur, setir full kanan (kalau parkir di sisi kanan), perlahan mundur. Cek sisi kanan apakah sudah melewati tiang - aman - cek sisi kiri apakah sudah melewati mobil sebelah - aman. Luruskan posisi mobil dan setir. Mundur.
1. Parkir antara 2 mobil (teori sama dengan yang di pasar besar). Caranya: Sejajarkan mobil dengan lampu depan mobil sebelah. Putar setir maksimal ke kanan (kalau parkir di sisi kiri). Maju sampai lampu depan mobil tadi kelihatan di ujung spion kiri. Gigi mundur, putar setir maksimal ke kiri. Mundur dan luruskan mobil.
Review:
1. Selama percobaan parkir enam kali hari ini, rasanya saya masih sangat tegang dan kurang memperhatikan sekitar mobil. Seharusnya tidak boleh kaku, lemaskan otot kaki dan tangan. Tengok kanan kiri, jangan jadi robot.
2. Semua harus serba super slow karena masih tahap belajar. Maju pelan, angkat & injak kopling berkali-kali. Tidak boleh loose.
3. Teori boleh saja dijadikan pegangan. Tapi hal terpenting adalah responsif terhadap tantangan yang sedang dihadapi. Misal parkir sudah terlalu mepet kiri maka setir yang maksimal perlu dikembalikan normal 1x. Gituh.
Next harus berani bawa mobil keluar sendiri dulu minimal 3x baru lanjut latihan lagi sama pelatih karena menurutnya saya sudah bisa, mampu menguasai jalan, tinggal berani atau tidak jalan sendiri tanpa ia dampingi. Saya sih berani saja, cuma masalahnya adalah tidak ada yang bukain pagar. Pagarnya terlalu besar dan berat bagi bumil. HIks.
Belajar Mengemudi Mobil Manual Day 9 (Pemantapan di jalan)
Start jam 5.40 - 7.10 saya latihan hari ke 9. Mengeluarkan mobil dari garasi sampai memasukkan lagi mobil ke garasi. Sudah beberapa kali mengendarai sendiri memang benar-benar meningkatkan rasa percaya diri. Alhamdulillah rasa grogi dan nervous sudah banyak berkurang. Meski masih agak deg-degan waktu di persimpangan ramai.
Tidak ada materi khusus dan baru yang diajarkan pelatih. Ia hanya menemani saya jalan-jalan pagi sampai review cara saya mengendarai mobil. Saya juga sempat menanyakan beberapa hal yang saya pelajari dari tutorial mobil di youtube dan perjalanan ke bangil (melayat mbah kemarin):
Sebelum berhenti kok gigi mobil di nol kan dulu ya? Boleh, biasanya saya juga begitu untuk menghindari rem mendadak. Kalau di nol kan ban mobil masih menggelinding, tapi sudah tidak bisa di gas, jadi tinggal rem aja untuk berhenti.
Kopling pas lewat polisi tidur bisa meredam kendaraan agar tidak loncat? Tidak juga, lebih tepat kalau mobil dilambatkan saja atau pakai gigi 1.
Sodara setelah berhenti tidak memulai dengan gigi 1, tapi langsung gigi 2 dan mesin tidak mati. Kok bisa? tergantung mobilnya. Kalau diesel solar memang lebih kuat dan jarang mati mesin. Tapi nanti kalau sudah ahli, pakai mobil bensin juga bisa kok langsung gigi 2 saat mulai jalan.
Review dari pelatih untuk kemudi saya hari ini:
Saat mulai jalan angkat koplingnya masih sering terburu-buru yang berakibat mesin mati. Pagi ini mati pas mau belok di dewandaru.
Masih sering memaksakan diri untuk masuk maju meski jalan ramai. Sebaiknya stop dulu saja di persimpangan jalan. Pagi ini di arah putar balik suhat pas mau pulang.
Kurang fokus semua yang ada di sekitar mobil. Saya sering cuma fokus ke salah satu sisi saja. Misal fokus kanan atau malah fokus ke mobil yang lain. Seharusnya di cek semua sisi, kanan kiri depan samping spion. Fokusss.
Sudah hari ke 9, tinggal 3 kali pertemuan sudah lulus deh. Tinggal memantapkan parkir saja menurut saya. Semoga lancar ya Rabb. Aamiin.
Belajar Mengemudi Mobil Manual Day 8 (Garasi Rumah)
Pagi ini 5.30 am saya sudah memanaskan mesin mobil. Baby O masih bobo, jadi saya bisa konsentrasi penuh cara keluar masuk mobil dari garasi rumah. Memang agak lumayan sih karena posisi rumah terletak di poros jalan besar. Jadi mobil mundur langsung keluar ke jalan raya. Okay bagaimana caranya?
Posisikan gigi mundur. Kopling penuh, rem penuh. Mundur pelan: lepas rem, tahan kopling. Berhenti. Begitu seterusnya perlahan saja.
Terus mundur, aman. Kecuali kalau ada bel tinn berarti ada kendaraan mau lewat dulu. Terus saja perlahan (setir lurus) keluarkan mobil hingga setengah badan ke jalan.
Putar setir maksimal ke kanan, jalan deh.
Cara masuk ke dalam pagar:
Posisikan mobil di tiang ancer-ancer seberang jalan (pas di pintu depan atau hingga setengah badan mobil.
Set gigi satu. Putar setir ke kanan maksimal.
Aman, langsung lepaskan kopling dan rem. Otomatis mobil bisa naik tanjakan sendiri.
Untuk meluruskan, putar setir ke kiri maksimal - mundur, putar setir kanan maksimal - mundur, lurus maju hingga posisi tepat.
Total sekitar 6 kali saya coba masuk dan mengeluarkan mobil sendiri pagi ini. Meski hanya 45 menit menggantikan waktu yang kurang lalu. Wah sudah dapat ijin dari pelatih untuk coba lagi besok subuh. InsyAllah kalau ada yang bantuin buka pagar.
Next sesi siang jam setengah 2 saya latihan lagi parkir di pasar besar. Tiga kali parkir, yang pertama dan kedua lancar mulus karena saya tenang dan tukang parkirnya enak. Eh yang ketiga agak kurang lancar karena jalanan super ramai, jadi tukang parkirnya juga agak buru-buru meski arahannya jelas. Situasi membuat saya kurang tenang dan tidak bisa mendengar suara tukang parkirnya. Kacau deh, merasa so sad. Yah tapi happy ending. Coba gimana parkir di matos yang tidak ada tukang parkirnya, harus cari yang bisa ngarahin.
Belajar Mengemudi Mobil Manual Day 7 (Parkir)
Hari ini jam set 12 siang, review keliling kota sebentar sebelum mulai materi baru: parkir. Saya kira pertemuan hari ini akan mengulang materi mundur kemarin. Ternyata pelatih menganggap sudah cukup dan bisa lanjut materi baru. Lagi pula parkir juga meliputi mundur. Jadi langsung 2 in 1. Ya mundur ya parkir juga. Parkir dimana? Kalau kursusan biasanya parkir di tongkat yang disusun. Kalau saya langsung parkir di tempat paling ramai se kota malang. Yaitu pasar besar. Huahaha. Siapa takut? Namanya juga belajar berkendara harus punya mental baja sekaligus nekat tapi tetap hati-hati. Sebelum ke pasar, pelatih menjelaskan teori cara parkir dulu. Diiringi dengan teriakan baby O saya coba memahami. Entah mengapa hari ini baby o agak berisik. Teori parkir mobil 1. Jalan pelan mepet parkiran. Cari ruang kosong yg proper. Atau tunggu tukang parkir bantuin. 2. Sejajarkan lampu kiri depan mobil dengan mobil sebelah kiri 3. putar setir ke kanan maksimal, maju 4. lihat spion kiri. Pastikan lampu mobil sebelah yang tadi kelihatan di ujung spion 5. putar setir ke kiri maksimal, mundur. 6. jika posisi mobil sudah lurus, segera luruskan setir mobil 7. mundur, masuk, aman. Sounds difficult ya? Tapi kalau sudah menguasai materi sebelumnya InsyAllah aman. Okay langsung ke pengalaman saya parkir aja yah. Cuss. Percobaan pertama. Dapat tempat parkir. Langsung saya menerapkan teori yang dijelaskan pelatih tadi. Tapi tukang parkirnya minta saya maju ke depan lagi walau lampu depan mobil sebelah sudah kelihatan di spion. Ya sudah saya nurut. Pas mundur jadi tidak pas. Saya disuruh maju lagi dan mundur lagi. Gagal deh menerapkan teori dari pelatih. Beruntung tukang parkirnya sabar menunggu saya mindahin gigi karena agak beratttt gigi mundur ituh. Thank you pak parkir. Percobaan kedua. Setelah ambil napas, saya maju keluar setengah badan mobil. Putar setir ke kiri maksimal dan bayar uang 3000 rupiah. Lanjut cari tempat parkir kosong lagi. Ada dekat, di deretan tempat parkir pertama. Tapi rupanya tukang parkirnya agak kurang ramah jika dibandingkan dengan yang pertama tadi. Dia sempat nyeletuk, “baru bisa nyetir yo mba?”. Tambah bikin saya grogi saja pakkk. Duhh jalanan tambah macet, tambah nyaring bunyi orang klakson. Apalagi tukang parkir nyuruh maju-mundur-maju-mundur, mesin mati pula. Hah. Semakin ndedeg lah saya. Parkir pun terasa lama kok ga selesai-selesai. Begitu aman sudah di dalam, aman. Ambil nafas panjang dan minum abis segelas.
Percobaan ketiga.
Yang terakhir ini lebih mudah daripada yang pertama dan kedua karena parkir maju. Relatif lebih mudah. Caranya tinggal cari parkiran yang kosong, belokkan maksimal, berhenti. Mundurnya perlahan angkat kopling gigi mundur. Putar setir maksimal, dan jalan. Lebih nyaman parkir masuk serong ini deh.
Lanjut pulang. Rasanya kaki saya sudah lemas tak bertenaga. Besok dan lusa off libur dulu ada hujan dan mau meringankan syaraf yang tegang akibat materi parkir yang sulit hari ini. Tapi alhamdulillah ilmu baru. Oiya gara2 saking lemasnya saya, pulangnya sempat mati mesin 2x di jalan besar setelah nyoba gigi 3 dan kecepatan penuh. Tidak sempat turun gigi sudah di stop sama tukang nyebrangin mobil yang putar balik. Untungnya sopir yang putar balik sabar dan tidak klakson yang bikin saya tambah pusing. Hihi.
Belajar Mengemudi Mobil Manual Day 6 (Mundur)
Jam 12 siang saya latihan materi baru untuk hari ini. Menurut saya dan pelatih, materi ini tergolong sulit. Jarang ada siswa yang langsung bisa menguasai dalam waktu 1 hari. Dan itu benar. Sampai waktu habis ternyata saya belum berhasil melakukan aksi mundur dengan baik, benar, dan berhenti lurus dengan pembatas jalan.
Bagaimana cara latihan mundur?
Cari tikungan putar balik. Berhenti di ujung jalan. Pindahkan ke gigi R (gigi mundur) tandanya bunyi tuttt.
Full kopling dan rem. Lalu lepaskan rem.
Lepas kopling perlahan - tahan. Persis seperti ketika naik di tanjakan. Maka mobil akan mundur.
Pandangan fokus ke spion. Kendalikan setir ke kiri/kanan mepet dengan badan jalan. Usahakan pembatas jalan tetap terlihat di spion.
Kopling sedikit dan perlahan lalu lihat hasilnya.
Apa yang terjadi?
Terlalu melebar karena telat mengembalikan setir ke arah semula.
Terlalu dekat hampir nabrak pembatas jalan karena kopling terlalu kencang.
Berhenti miring, ekor mobil mepet badan jalan, sedangkan moncong mobil di luar.
Ban depan mobil hampir nabrak pembatas jalan karena tidak mengembalikan setir ke posisi tengah.
Review dari pengajar: untuk hasil latihan dinilai cukup. Saya sudah paham bagaimana cara mundur yang baik. Hanya perlu latihan terus supaya mulus.
Apa baby O ikut? iya dong, sejak hari ke dua hingga sekarang baby O tidak pernah absen. Tadi ia ikut sama tante Tata. Rame deh mobilnya. Baru 30 menit latihan, eh mereka tidur. Alhamdulillah. Okay see you tomorrow.
Belajar Mengemudi Mobil Manual Day 5 (Full Jalan Sendiri)
Istimewa! Hari ini start jam 10.15-11.45 kendali mobil ada di tangan saya sejak di depan pagar rumah. Pelatih hanya mengeluarkan mobil dari garasi dan saya langsung berada di kemudi. Bismillahirrohmanirrohim. Aman dari berangkat sampai pulang lagi.
Rute hari ini: Rumah - Suhat - Dewandaru - Suhat - Mayjend Panjaitan - Oro-oro Dowo - Jl Panggung (tanjakan) - Anjasmoro - Jl Besar Ijen - PLN - Kaliurang - Pulang ke rumah
Bagaimana rasanya? Tegang. Saking tegangnya, 30 menit pertama terasa kaku sekali. Mesin mobil sempat mati 2x pas di tengah keramaian. Duh kasihan kendaraan lain di belakang saya jadi senewen. Ah namanya juga masih belajar, no problem.
Semua ilmu kemarin diterapkan hari ini. Jalan menanjak: Kopling & rem full, lepaskan kopling dulu perlahan-tahan hingga menemukan getaran dan lepaskan rem, mobil jalan. Jalan turun: Kopling & rem penuh, lepaskan rem dulu, lepas kopling perlahan-tahan, mobil jalan. Nah ini ilmunya! cuma dibalik saja caranya.
Review dari problems yang saya alami:
1. Gas saya tidak stabil. Usahakan jalan di KM yang stabil supaya nyaman. Caranya gas harus ditahan, tidak boleh naik turun.
2. Belok dan setir masih belum selaras. Kecepatan mobil harus diturunkan saat belok agar nyetirnya tidak buru-buru. Caranya: rem-lepas, rem-lepas. Berhenti saja di ujung jalan saat keluar dari gang. Ganti gigi 1. JANGAN gas saat setir belum lurus, nanti nabrak kiri.
3. Posisi mobil cenderung terlalu ke kiri. Padahal kalau mobil itu jalannya harus mepet garis putih kanan. JANGAN takut nabrak kendaraan lawan karena mereka dalam kondisi sadar dan masih bisa belok kiri. Lebih takutlah nabrak benda di kiri jalan karena mereka tidak bisa ke kiri lagi tuk menghindar.
4. Jika mendahului kendaraan di depan, pastikan ekor mobil sudah melewati yang didahului. Jika terlalu cepat balik ke kiri, khawatir ekor mobil tertinggal.
5. RIntangan dan tantangan apapun yang terjadi di jalan harus tetap tenang. Jika merasa tidak mampu mengatasinya BERHENTI lebih baik, daripada memaksakan diri untuk jalan dan berakhir mesin mati.
Okay alhamdulillah, latihan day 5 berakhir dengan menyenangkan. Saatnya lanjut latihan dengan sodara pakai mobil karimun kecil sore ini. Semoga semuanya lancar dan berjalan dengan smooth. Aamiin.
Belajar Mengemudi Mobil Manual Day 4 (Tanjakan)
Start jam 3 sore, kami review latihan kemarin beberapa menit. Masih ingat? latihan kemarin adalah penguasaan haluan di jalan raya. Selanjutnya tantangan hari ke 4 pun dimulai yaitu tanjakan. Ini bukan sesuatu yang baru bagi saya. Sebelum kursus mobil, saya pernah mengemudi di tanjakan lapangan. Hasilnya? nol besar. Sulit sekali. Pelatih yang merupakan sodara sendiri melepaskan saya begitu saja. Ia hanya bilang agar saya mencoba terus sampai bisa merasakan sendiri caranya. Haha.
Jadi bagaimana cara yang baik dan benar untuk mengemudi di tanjakan?
1. Injak maksimal kopling dan rem
2. Angkat perlahan injakan di kopling sampai terasa getaran mobil
3. Lepaskan rem, otomatis mobil akan maju ke depan.
4. Injak rem sedikit hingga menemukan posisi tengahnya (ternyata agak dalam loh) dan mobil akan berhenti meski tanpa di rem.
Tips dan yang harus diingat saat di tanjakan dengan kendali full kopling saja:
1. Mau berhenti: angkat / injak kopling super perlahan, sampai nemu titik tengah
2. Jika mundur: injak koplingnya terlalu dalam, jadi angkat kopling super pelan, tahan