Dan sering kali kita hiasai kemarahan kita untuk “Nufus,” untuk ego kita, serta alasan remeh, dan membenarkannya sebagai; demi Allah subhanahu wa ta'ala. Seperti yang disebut “online-outrage-trolls,” penghujat dunia maya. Para penghujat adalah mereka yang menunggu sesuatu buruk terjadi, menunggu seseorang membuat kesalahan di dunia maya, sehingga mereka bisa memperoleh reputasi, dengan menyingkapkan “kesalahan” orang itu, dengan cara menyanggahnya. Ibaratnya mereka menunggu dengan tak sabar untuk melancarkan terornya, mengamati seseorang secara “online” untuk membuat kesalahan. Dan jika mereka sangat-sangat-sangat membenci Anda, maka akan menjadi obsesif, akan menjadi menakutkan. Mereka akan memantau status Anda, memantau video Anda mendengarkan apa saja yang Anda ucapkan. Mereka bahkan akan… bisa jadi meneliti catatan tentang Anda. Apakah itu seorang ulama, seorang aktivis, siapapun itu, mereka menunggu. Taringnya tajam menghujam, "Alhamdulillah, kena lo!"
MENGENDALIKAN AMARAH – SYEKH OMAR SULEIMAN Allaahu akbar, Allaahu akbar Allaahu akbar, Allaahu akbar Asyhadu an laa ilaaha illaallaah Asyhadu an laa ilaaha illaallaah Asyhadu anna Muhammadan rasuulullaah Asyhadu anna Muhammadan rasuulullaah Hayya ‘alash-sholaaah Hayya ‘alash-sholaaah Hayya ‘alal falaaah Hayya ‘alal falaaah Allaahu akbar, Allaahu akbar Laa ilaaha illaallaah (more…)