HeyYo!
Sepotong tulisan yang sudah lama sekali ingin aku buat akhirnya selesai juga dan berhasil di-publish untuk dibaca oleh siapa saja yang berminat untuk tahu. Mudah-mudahan dapat bermanfaat. Ini adalah tulisan yang dibuat untuk menjawab berbagai pertanyaan “kak, bucket list itu apa? gimana cara bikinnya?” yang seringkali muncul di DM Instagram-ku. Sempat bingung juga gimana cara jawabnya karena sulit dijelaskan jika hanya sebatas reply. So, aku pikir cara terbaik adalah menulisnya di Tumblr.
Mari kita mulai.
Bucket List adalah sekumpulan mimpi dan cita-cita yang ingin dicapai serta hal yang ingin dialami, baik dari yang normal-normal saja sampai yang paling liar sekalipun. Aku mulai membuat Bucket List ini dari tanggal 1 Januari 2015. Yang awalnya iseng saja, lama-kelamaan jadi serius menggarapnya. Sampai sekarang, aku sudah menulis 720 impian yang ingin kucapai. Dari rentang waktu itu, sudah 122 impian yang aku ceklis.
Awal mulanya dari membaca postingan bang Alitt tentang Dream Note yang dia tulis lalu ternyata tercapai satu persatu. Dari sana aku mulai merasakan perasaan menuliskan mimpi, impian, dan cita-cita ke dalam sebuah buku itu benar-benar sangat-sangat-sangat menyenangkan. Dan perasaan saat menceklis sebagai tanda mimpi itu telah terwujud ternyata jauh lebih menyenangkan lagi.
Sejak saat itu, aku mulai menulis apa saja hal-hal hebat (versi diriku sendiri) yang sudah kualami, apa saja yang ingin aku capai bulan depan, tahun depan, 10 tahun lagi, 30 tahun lagi, dst. Memiliki bucket list membuat aku merasa jauh lebih hidup. Setiap momen yang terjadi, maknanya betul-betul terasa. Ini seperti pengingat kalau hal itu terjadi bukan kebetulan, tapi karena kita memang ingin mencapainya dengan perjuangan sendiri.
Ada satu impian yang menurutku susah dan tidak mungkin, tapi benar terjadi. Aku pernah menulis “be in 3 cities at one day”. Lantas, tanggal 31 Agustus 2016 aku sudah mewujudkannya. Saat itu, aku sedang berada di Batam, lalu secara impulsif, aku memesan tiket kapal untuk menyebrang ke Singapura, setelah itu sorenya--secara impulsif lagi, terbang ke Kuala Lumpur. Dengan demikian, aku sudah bisa menceklis impian “be in 3 cities at one day” tersebut.
Ketika kita punya mimpi, kita memang tidak pernah tahu kapan dan bagaimana caranya terwujud. Poin pentingnya adalah apakah kita benar-benar berusaha dan berjuang untuk mewujudkannya? Karena kalau kita fokus dan serius menginginkannya, semesta akan turut mendukung walau itu adalah impian paling gila.
Semoga kamu tidak hanya berhenti pada titik membaca saja, tetapi kamu juga mau membuatnya mulai dari sekarang. Dan jangan lupa beritahu aku jika kamu membuatnya, kita bisa saja berdiskusi, sharing, dan saling memberikan saran. Ditunggu ya bucket list versi kamu :)










