MERDEKA BATIN, MERDEKA DAYA PIKIR
Agustus tahun ini terasa sangat “spesial”. Tidak hanya tahun ini, tahun kemarin pun terasa sama. Banyak hal yang sudah terjadi di negeri ini, yang itu semuanya... yah, hanya bisa mengelus dada. Dari hati yang terdalam ingin mengatakan, “Mengapa Indonesia bisa menjadi seperti ini? Kapan negeri ini bisa keluar dari carut marut yang seakan tak berkesudahan ini?” Berbagai pikiran negatif pun tak dapat dipungkiri hadir, di saat yang bersamaan tetap harus mengedepankan baik sangka bahwa negeri ini bisa lebih maju dan sejahtera di kemudian hari.
Hampir setiap hari menyimak atau membaca berita yang berhasil membuat geleng-geleng kepala. Tak jarang menimbulkan diskusi hangat antara aku dan adikku di rumah. Lepas itu, layaknya air yang menguap, kami sudahi obrolan. Sampai di suatu titik, kami tak tahu lagi dengan kata-kata apa meresponnya.
Mau dibahas di sini pun, rasanya kita semua sudah tahu dan bisa menyimpulkannya masing-masing. Biar gak puyeng juga, ya.. :D
Dulu saat kecil, mungkin kita cukup sering menyimak lagu-lagu wajib, lagu-lagu nasional, maupun daerah via VCD atau kaset. Begitu juga cara orang tua kami menanamkan rasa nasionalisme kepada kami, beliau berdua kadang suka menyetel VCD lagu-lagu itu, sehingga telinga menjadi familiar. Seiring beranjaknya usia, teknologi semakin maju, akses informasi semakin merebak luas, pengetahuan tentang negeri ini tidak hanya sebatas lagu dan buku sejarah, melainkan juga peristiwa yang sudah terjadi dan yang sedang berlangsung saat ini, yang bisa diakses, dibaca, disimak dari media apa saja dan dimanapun.
Pernah beberapa bulan yang lalu, ketika hendak naik KRL, pihak stasiun memperdengarkan instrumen lagu Indonesia Raya tepat jam 10 pagi. Kami tertegun dan berdiam sejenak menyimaknya sambil berdiri. Oh.. ternyata masih diperdengarkan lagu kebangsaan ini, ya. Syukurlah..
Akan tetapi, perlu diakui kalau sekarang lagu-lagu wajib, lagu-lagu nasional dan daerah tak sering digaungkan, kecuali kita berinisiatif mendengarkannya lagi. Ada juga di televisi nasional, kalau swasta mungkin hanya lagu kebangsaan saja. Di samping itu, video lagu itu masih beredar di youtube, tapi keinginan untuk menyaksikannya, kalau bukan karena rasa cinta, mungkin akan jarang ditengok.
Cinta. Ya.. kalau bukan karena cinta terhadap negeri ini, mungkin kita udah acuh dengan apa yang sedang terjadi. Otak dibuat untuk selalu berpikir, hati dibuat untuk selalu berempati, seakan-akan meminta kita untuk terus belajar, mempelajari tentang negeri ini.
Agustus ini, rasanya tidak terlalu sesemangat Agustus-Agustus sebelumnya. Tapi, mungkin karena rasa cinta itu, bendera Merah Putih masih dikibarkan di depan rumah, di samping karena petuah dari guru. Mungkin karena rasa cinta itu, masih mau menyimak berita, podcast yang membahas isu-isu terkini. Mungkin karena batin ingin merdeka, tulisan ini hadir. Mungkin karena pikiran ingin terus kritis, keinginan untuk membaca, menyimak kisah-kisah para tokoh bangsa masih ada walau kadang teralihkan.
Kusetel lagu-lagu Gombloh, mulai dari Kebyar-Kebyar, Kami Anak Neg’ri ini, Selamat Pagi Kotaku, Berita Cuaca, hingga lagu Chrisye berjudul Negeriku. Kemudian, lagu Berkibarlah Bendera Negeriku. Lalu, berputar ke lagu-lagu wajib nasional. Kemudian ke lagu-lagu lain yang masih bertema satu, nasionalisme. Mengenang masa kecil, yang di kala itu masih belum begitu paham dengan arti lagunya. Masih belum mengerti dengan dinamika yang terjadi. Masih hanya menikmati kemerdekaan versinya.
Sekarang, mungkin inilah caraku menikmati kemerdekaan, khususnya di tahun ini, dengan menuangkan segala pikiran menjadi tulisan, masih sambil menyimak lagu-lagu yang kusebutkan di atas.
Merenungi makna di baliknya, syair-syairnya luar biasa dan dalam. Semuanya punya pesan yang satu, cintai negeri ini.
Kemudian sambil merenungi dan memikirkan ke depannya, apa yang bisa diperbuat untuk negeri ini.
Tulisan ini.. mungkin terkesan sedikit berantakan alurnya, seperti halnya kondisi negeri ini yang masih harus dirapikan benangnya bersama-sama.
Apapun itu, apapun yang sudah terjadi..
DIRGAHAYU KEMERDEKAAN YANG KE-80...
UNTUK NEGERI TERCINTA, NEGERI YANG INDAH PERMAI..
I N D O N E S I A...
MERDEKA! SEKALI MERDEKA TETAP MERDEKA!









