All the time.... #talkingwithhim #mychipmunk #mybestestofthebest #justbeingnormal
seen from China

seen from India
seen from China

seen from Bulgaria
seen from United States
seen from Israel
seen from Israel

seen from Israel
seen from Yemen
seen from Israel
seen from Indonesia
seen from Germany

seen from Kazakhstan

seen from Türkiye
seen from China

seen from Italy
seen from Indonesia
seen from China

seen from Serbia
seen from United States
All the time.... #talkingwithhim #mychipmunk #mybestestofthebest #justbeingnormal
Dua Belas
Aku: Kamu tau nggak kenapa seorang penulis sering kali disebut sebagai "penggalau yang hebat"?
Kamu: Tidak.
Aku: Kamu ingin tau, nggak?
Kamu: Kenapa sayang?
Aku: Karena disaat bahagia, sulit sekali untuk meresapi rasa yang ada untuk mengadu pada keyboard. Sedangkan, disaat sedih, gelisah, kecewa, terlalu mudah untuk mengungkapkannya. Itulah mengapa penulis sering kali dikatakan sebagai penggalau yang hebat.
Kamu: Seperti kamu yang sekarang ya?
Aku: Hah, aku?
Kamu: Iya, kamu sedang bahagia kan? Makanya jarang menulis.
Aku: ...
Kamu: Bahagia karena aku ya?
Aku: Pede kali kau rupanya.
Kamu: Haha bodo.
Sepuluh
Kamu: I miss you.
Aku: Sebenarnya arti dari kangen itu sendiri apasih?
Kamu: Merindukan hal-hal indah bersama orang yang disayang.
Aku: Kangen dan rindu itu dua kata beda yang mempunyai arti sama.
Kamu: Sungguh?
Aku: Iya.
Kamu: Bodo. Yang penting i miss you.
Aku: Kamu tidak bisa asal berbicara jika tidak tau arti dari apa yang kamu bicarain tadi.
Kamu: Emang menurut kamu apa?
Aku: Yang bilang kangen itu kan kamu, bukan aku.
Kamu: Arti dalam pengertian bahasa apa?
Aku: Sesuai dengan bahasa orang yang bilang.
Kamu: Ingin sekali bertemu kamu.
Aku: Kamu yang mana nih?
Kamu: Perlu ku sebutkan?
Aku: Sebutkan saja.
Kamu: Kamu, Sayang.
Aku: Oh, ku kira.
Kamu: Jangan suka mengira-ngira.
Aku: Iya, maaf.
Delapan
Kamu: Kamu tau gak, jika hari ini aku bahagia sekali. Bisa menghabiskan waktuku bersamamu 1x24 jam.
Aku: Aku juga bahagia sepertimu.
Kamu: Aku serius. Aku betul-betul bahagia.
Aku: Kalau begitu aku juga serius. Aku bahagia bisa menjadi alasan dari bahagianya kamu.
Kamu: Jika aku ditakdirkan untuk mati detik ini, maka aku akan mati dalam keadaan yang teramat bahagia.
Aku: .......
Kamu: Nanti, jika aku mati, aku akan selalu mengingat moment bersamamu sebagai moment terindah selama hidup aku.
Aku: Kamu tau kan kalau aku gak suka kamu ngomong kayak gitu.
Kamu: Aku gak takut untuk mati, Sayang. Aku cuma takut kehilangan kamu.
Tujuh
Kamu: Belum mengantuk? Apa masih kangen aku?
Aku: .......
Kamu: Sini tidur disisiku.
Aku: .......
Kamu: Kangen sama aku ya?
Aku: He'eh. Juga hanya saja aku tidak ingin tidak berada didekatmu walaupun hanya sedetik saja. Karena berada didekatmu, waktu terlalu jahat untuk berputar begitu cepat.
Enam
Kamu: Makasih ya untuk hari ini. Aku bahagia. Betul-betul bahagia.
Aku: Bahagia kenapa?
Kamu: Bisa mengobrol lama denganmu, Sayang. Walaupun rasanya selama apapun denganmu masih terasa begitu cepat.
Aku: Aku juga bahagia. Walaupun harus mendengarkan ceritamu yang teramat narsis.
Kamu: Hahaha tapi memang betul. Aku ini idaman para gadis loh. Kamu harus sabar-sabar aja kalau banyak pasang mata wanita yang melirik kearahku.
Aku: Iya-iya. Sesuka hatimu saja.
Kamu: Sebanyak apapun wanita itu, kamu tetap wanitaku.
Aku: Bercanda atau serius?
Kamu: Perihal kamu tidak pernah ada yang bercanda.
Lima
Aku: Namun pada akhirnya dia yang kau pilih, kan?
Kamu: Mengapa bisa kau berkata seperti itu bahkan disaat aku belum memilih? Disaat aku belum memutuskan untuk memilih? Kalaupun pada akhirnya dia yang aku pilih, itu hanya keterpaksaan. Sedangkan hatiku, hatiku memilihmu. Paham?
Aku: Begitukah? Namun mengapa perasaanku mengatakan jika akhirnya nanti kau akan memilihnya, dan itu bukan karena keterpaksaan.
Kamu: Kamu tidak pernah merasakan berada diposisiku. Kamu tak akan pernah mengerti rasanya menjadi aku. Bicara sebanyak apapun denganmu juga tak akan membuatmu paham. Mengertilah, sayang, ini sulit untukku.
Aku: Dan kamu juga tidak pernah merasakan berada diposisiku. Kamu tak akan pernah mengerti rasanya menjadi aku. Menjadi aku yang merasa terpojok dan tersudut. Menjadi aku yang terluntang-lantung dalam ketidakjelasan. Menjadi aku yang semenyedihkan ini.
Kamu: Maafkan aku. Aku mencintaimu.
Empat
Kamu: Sekarang kamu beda, sayang. Udah berani genit-genit sama aku. Kenapa? Kangen aku ya?
Aku: Perasaanmu saja.
Kamu: Betul begitu?
Aku: Hm..
Kamu: Kamu tau kalau kamu tak pandai berbohong didepanku?
Aku: Aku.. Hanya saja aku merindukan sosokmu yang dulu.
Kamu: Mengapa?
Aku: Denganmu, dulu, perasaanku aman. Denganmu, dulu, aku nyaman.