#1 Refleksi
Ramadhan tahun ini sangat berbeda dengan tahun kemarin. Bukan karena malam terawih pertama yg sepi, itu tidak mungkin rasanya, baik di kotaku ataupun di kota-kota lain di Indonesia. Ramadhan tahun ini disambut oleh hal-hal yg jauh lebih berat.
Ramadhan kemarin, rasanya aku masih sangat naif dengan berbagai hal, sedangkan menyambut ramadhan tahun ini, banyak sekali hal yang lebih bisa mendewasakan diri yg membuatku tumbuh tanpa sadar. Seperti improvisasi terhadap berbagai rencana² yg 'bercanda', pertemuan/perpisahan dan orang² yang silih berganti, tentang berdamai dengan diri, merasa kecewa untuk kesekian kali (lagi), dan hal-hal sederhana lainnya yg berubah menjadi rumit entah bagaimana jalannya.
Mengolah rasa menjadi kegiatan rutin setiap hari. Sampai akhirnya ada beberapa hal yang aku lebih pahami bahwa manusia rasanya tak pernah punya cukup waktu untuk mencintai sesamanya, untuk memahami bagaimana pertemuan dan perpisahan memberikan kesan, juga tak punya cukup waktu untuk benar² bisa memberikan makna pada setiap peristiwa. Rasanya waktu berjalan lebih cepat, dan aku tak pernah benar-benar cepat untuk bisa mengendalikannya.
Marhaban ya Ramadhan!














