'Love doesn't work like a movie'
seen from China
seen from Denmark
seen from United States

seen from T1
seen from United States
seen from Sweden
seen from United States
seen from China
seen from Malaysia

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Argentina

seen from United States
seen from Singapore
seen from China

seen from Malaysia

seen from South Korea

seen from Germany

seen from Netherlands
'Love doesn't work like a movie'
Yang lalu biarlah berlalu. Jika kita tak pernah jatuh cinta, kita tidak akan pernah sadar, bahwa sebetulnya, ada sesuatu yang lebih penting daripada cinta di dunia ini. Jadi bagaimana perasaanmu sekarang?
P L O N G !
Buku Alvi Syahrin ini bukan sekadar kumpulan kata. Ini semacam ritual: duduk di tepi danau pikiran, lalu melemparkan batu-batu kenangan untuk melihat riak-riak yang selama ini kita hindari. Sorry, My Younger Self, I Can't Make You Happy adalah percakapan intim antara Alvi sekarang dengan Alvi kecil yang dulu percaya bahwa “dewasa” adalah sinonim dari “sempurna”. Tapi ternyata tidak. Spoiler alert: hidup tetap berantakan, tapi kita bisa memilih untuk tidak menyembunyikannya di balik senyum palsu.
Yang Paling Relate dari Buku Ini
“Masa lalu bukan untuk dilawan, tapi untuk diajak minum kopi.” Alvi mengajari kita bahwa berdamai bukan berarti melupakan. Kadang, itu cuma soal mengubah amarah jadi rasa terima kasih: “Makasih ya, versi diriku yang dulu. Kau bertahan sampai aku bisa belajar memelukmu sekarang.”
“Bahagia itu seperti hujan—datang tak diundang, pergi tak bisa ditahan.” Buku ini nggak menjual mimpi happily ever after. Alvi justru menertawakan absurditas hidup: “Kita sibuk mengejar bahagia, padahal bahagia seringnya datang saat kita berhenti lari.”
Potret kegagalan yang indah. Di sini, gagal bukan aib. Ia adalah kertas uji yang menunjukkan seberapa kuat kita bisa menulis ulang kisah sendiri.
Untuk Siapa Buku Ini?
Kamu yang sering merasa “tertinggal” karena standar bahagia orang lain.
Kamu yang ingin menangis tanpa merasa lemah.
Kamu yang percaya bahwa kata-kata bisa menjadi obat, atau setidaknya, perban sementara.
Hai,
Ini surat dari teman jauh. Kutulis saat hujan turun.
Mungkin, kita nggak pernah duduk bersama, berbincang panjang-lebar, chat atau teleponan sampai larut malam seperti sahabat.
Tapi, aku tahu bagaimana rasanya jadi kamu. I was once like you.
Berusaha paling ceria diluar rumah. Tapi cengeng dalam kamar. Dibantai dengan suara-suara bising dalam kepala. Dikecewakan realitas. Sampai menguras energi positif kamu.
Jadi, ku ambil kertas dan kutulis coretan pada lembaran ini.
Karena yang aku tau dari kamu selama ini adalah… setiap kali overthinking menelusuk ke dalam pikiranmu dan membisikkan kata-kata menyeramkan, kamu langsung tunduk dan patuh, suddenly anxious, menganggapnya sebagai firasat, mengira kamu emang nggak layak mendapatkan apa-apa.
Tapi, nggak lagi kali ini.
Di tulisan ini, kita akan bertransformasi menjadi orang baru. Menguraikan dan menumpahkan isi pikiran dan perasaan hati dalam tulisan, memahami dan belajar mengedalikannya. Kayak overthinking kejam? Kamu lebih kejam. Overthingking sering memanipulasi kamu? Kamu jadi yang lebih manipulatif.
Kesannya, kayak orang jahat, ya? Nggak kok. You will just be more savage than ever.
Terakhir, I want you remember: Jangan ngerasa sendiri lagi, kamu bisa jadikan aku, tulisanku, dan juga tulisanmu sendiri menjadi teman dan circle barumu. Btw, untuk mengurai dan menumpahkan isi pikiran dan perasaan hati nggak harus melalui tulisan kok, bisa musik, olahraga, seni, dan lainnya yang positif. InsyaAllah ku selalu menulis, menjadi teman, menjadi sahabat.
teman jauhmu, rama
2023
Dan, kalau kamu meletakkan surga sebagai mimpi besarmu, kamu akan selalu punya harapan untuk melanjutkan hidup.
Karena, itu adalah cita-cita yang butuh diusahakan sepanjang hidup. Cita-cita yang sampai kita mati...
akan terus kita harapkan; terus kita usahakan.
So, will always have a reason to continue living in you this world.
[📚 Insecure is My Middle Name, Alvi Syahrin]
If you feel insecure,
Allaah سبحانه و تعالى can make you feel secure,
But every good thing takes time.
-📚 Insecure is my middle name, Alvi Syahrin-
My kindness, your kindness, still matter.
Bukan untuk mereka. Bukan di sini.
But for something, somewhere in the future.
Maybe, it's in the paradise.
📚 Insecurity is My Middle Name, Alfi Syahrin
Penjahat dalam kisah kita bukanlah ibu tiri yang kejam,
teman yang berkhianat,
orang-orang yang merendahkan kita,
bukan.,
Tapi... our own insecurity.