Perjalanan bareng Bayik
Deana sudah melakukan perjalanan udara dengan pesawat diusia 22 Hari, masih segat diingatan bidan di Puskesmas kurang berkenan dimana Dea saat itu masih fase neonatal age yang masih sangat memiliki banyak resiko (jangan dicontoh ya buibu, saya juga saat itu mendesak). Tapi berberkal keyakinan mamak dan memastikan kesediaan maskapai penerbangan akhirnya berangkatlah ke Batam menyusul papanya.
Saat itu Deana masih digendong dengan baby wrap jadi untuk meminimalisir ribet ikat mengikat, Deana juga dilepas dari gendongan pada saat menyusui dan ganti popok di ruang laktasi. Deana masih belum bisa DBF jadi mamaknya bawa ASIP, Botol Dot, sama Sendok (benar-benar pasrah media mana yang Dea mau), dan ternyata Dea memilih Dot sehingga saat Take Off serta Landing dan dia bangun langsung disusuin biar telinganya gak sakit, sama Alhamdulilah Dea termasuk anak yang anteng dengan atribut kepala sehingga dia bisa anteng bobo dipakaikan headphone untuk mengamankan telinga.
Sebenarnya karena rencana stay di kota tujuan cukup lama yakni menghabiskan cuti hamil. Pampers, kapas, tisu basah, kantong asi mungkin bisa dibeli disana tapi dalam rangka penghematan, gak mubazir dengan stok yang ada, takut yang di tempat tujuan tidak sesuai,,, jadilah semua diboyong dalam koper termasuk dengan ember lipat untuk mandi (pas nyampai di batam akhirnya baby bather beli juga). Kebiasaan ini masih berlangsung tiap bawa deana perjalanan dinas dimana untuk pampers 1 pax, tisu basah, kantong asi selalu dibawa dalam koper.
Kalau ditanya tips insya allah sudah banyak yang membagikan dan aku juga menerapakn dari berbagai cerita dan baca. jadi kurang lebih seperti ini ritual melakukan perjalananan
Sounding, malam sebelum perjalanan aku usahakan ngobrol ke Dea "Nak..besok temani mama pergi ya, yang anteng selama perjalanan" sama ya sisanya jadi bahan obrolan aja mulai dari moda transportasi yang dipilih, maskapai atau penyelia, dst
Packing, minimal semalam sebelum berangkat karena keperluan yang disiapkan lebih banyak biar gak ada yang ketinggalan dan harus riweh cari di tempat tujuan
Bagi tas jadi dua setidaknya yakni satu tas di kabin/bagasi yang bawa keperluan selama perjalanan, sama satu tas yang mudah diraih untuk barang-barang yang sifatnya esensial.
Bawa buku, mainan, atau boneka yang dapat menjadi teman perjalanan dan pengalih kalau misalnya anak mulai menunjukkan tanda bosan. Sejauh ini mainan deana itu ada teether, rattle, ama spiner.
Survei lokasi tujuan lebih enakan bawa stroller atau gendongan cukup (berhubung Dea gak begitu betah di stroller jadi agak merasa sia-sia bawa walau cabin size), selain itu aku biasa kadang survei juga klinik terdekat sama apa ada spa/pijat bayi yang rekomendasi siapa tau waktu senggang jadi bisa bikin anak lepas penat (kalau gak nemu aku selalu siapin minyak esential oil buat pijat sendiri, pakainya gentle baby yang imboost sama joy teman setia)
Kalau nginep di Hotel boleh dari awal disurvei fasilitas yang mereka sediakan ramah anak kah, bisa menitipkan ASIP untuk ibu yang pumping, atau menitipkan mpasi beku di freezer mereka karena gak semua kamar yang kulkasnya ada freezeer mini, adanya cuman chiller yang dinginnya hampir sama kayak coolerbag
Untuk yang sudah mpasi kalau anaknya mau fortif/instan syukur berarti bisa bawa dari rumah atau beli dan seduh air panas. tapi kalau anaknya lebih demen homemade pilihannya : 1) bawa foodpreparation/mpasi beku, minta nasi dari resto, masak/panaskan di kamar dengan portable cooker, jangan lupa bawa saringan/chopper mini; 2) Olah dari menu hotel yang masih ramah anak, kayak bubur trus tambahin telur mask alakadar, atau mungkin ada protein atau kaldu yang bumbunya gak strong; 3) gunakan Mpasi semi instan menurutku kayak beras mpasi dari Grouu atau Plum and Blum, terkini aku ketemu Gasol Organik; 4) cari kateringnya atau jualan bubur bayi yang terpercaya; 5) atau mau contek cara disini dimana food preparationnya tinggal cemplung. Biar gak bosan atau jaga-jaga anak lapar bisa bawa cemilan dipesawat yang kalau masak sendiri disimpan dalam termos, tapi kalau jadi aku pakai yummy bites rice cracker.
Pakai baju nyaman, untuk pakaian aku paling suka pakaikan dan bawain Dea jumpsuit soalnya gampang hhhe, dan inti dari semua tips adalah (usahakan) menikmati perjalanan
Untuk Dea itu ada 2 tas dimana tas pertama memuat keperluan penting (aku pilih gabag troy karena Dea belum bisa DBF jadi harus siap ASIP dan biar bisa sekalian bawa laptop juga) : baju ganti 2 pcs, pampers 5pcs, toiletries, tisu basah, mainan, apron menyusui,, dulu pas perjalanan pertama karena masih bayi jadi bawa selimut/bedong, kaos kaki dan tangan walau sebenarnya gak biasa pakai, serta topi.. tak lupa barang mamak paling dompet, bedak, lipstik, parfum 😂. Terus tas kedua ya Koper yang isinya pompa asi, baju, sama segala keperluan yangmana memasuki masa Mpasi bertambah jadi bawa portable cooker (aku dapat little dimple) dan juga bahan food preparation (karena dea udah MPASI dan bisa DBF jadi coolerbagnya kadang kupisah simpan di koper) karena alhamdulillah Dea masih suka masakan mamaknya daripada instan.
Untuk baju sendiri terutama ketika Dea mulai makan alhamdulillah kadang buburnya dijadiin bodycare alias luluran sama dia, maka baju setidaknya dalam 1 hari itu aku alokasi 3-4 baju yang terdiri dari 2-3 baju santai dan 1 baju tidur yang panjang. atau kalau gak terlalu protektif banget hhe kalau udaranya gak panas yah mungkin 3 baju oke deh, syukur banget kalau bisa jemur dan cuci ditempat tujuan.
Berhubung Dea alhamdulilalh tambah gede dan mayoritas gak muat lagi mau dimandiin di wastafel 😂, alhasil sekarang Dea dalam koper dibawakan kursi tiup merk KURU
Peralatan tempur untuk badan Dea itu ada :
Sabun dan Shampoo biar gampang cari yang 2in1.
Minyak telon atau kayu putih supaya hangat.
Cologne biar wangi.
Face Cream (berhubung sudah 6 bulan jadi pas pagi dipakaikan sunscreen/block).
Lotion biar gampang ini juga cari face and body jadi bisa buat krim muka mandi sore.
Hair lotion, meski mungkin terlihat gak urgent tapi untuk mempertahankan rambut Dea yang masih jauh kayak iklan shampoo jadi rutin dipakaikan.
Essential oil buat pijat-pijat tipis atau meminimalisir kalau ada gejala yang kurang menyenangkan sama anak, aku bawa gentle baby yang imboost dan joy, trus juga cessa yang roll on biar gampang pakai dan itu paket komplit mulai dari demam/feverdrop, bapil/cough and flu, kembung/lenire, imun/iboost, tidur/byebyeowl.
Krim anti serangga, aku pakai Bebe Roosie Bug Repellent Cream.
Buat jaga-jaga aku juga bawa transpulmin sama big root nasal spray kalau batuk dan pilek yang khawatir memburuk atau memang pergi udah dalam keadaan bapil.
Sama di tas siaga plastik dan dispenser yang sebenarnya sih kalau cari di toko online banyakan untuk hewan peliharaan hhe tapi berguna juga untuk mengamankan popok bayi pas dibuang, contoh barang disini
Jadi Dea sudah kemana saja? alhamdulilah Dea sudah merasakan naik pesawat terbang ke Batam, Pekanbaru, Jogja, Makasar, sama Bali. Terus naik kereta api ke Jogja, dan jalan darat yang lumayan jauh atau lamaan itu ke Bandung sama pas ke Bali jalan ke Bedugul hehe... kalah mamak bapaknya yang menjelajah keluar daerah asal itu udah guede bisa bawa barang sendiri.
Ribet? jangan ditanya mungkin terutama buat yang lihat akan mikir "ngapain lah bayik sekecil itu dibawa kemana-mana". Tapi tiap orang punya kondisi dan pilihan yang harus dijalani. Jadi tutup telinga aja buat omongan gak penting dan fokus ke bayik karena bukan mereka yang meminta perjalanan tapi bersedia jadi teman, mereka belajar memahami yang terjadi disekitar, jadi ya kalaupun rewel ya sudahlah (boong haha aslinya saya selalu panik dan minta maaf kesekitar)
Alhamdulillah kalau dikenang dari masa newborn hingga saat ini perjalanan Dea berlangsung lancar, ngek ngok tangisan bayi pasti ada karena yaah gimana cara mereka komunikasi kan demikian (guayaa padahal mamak stress juga). Mulai dari masa yang setelah menyusui langsung tidur hingga sekarang aktif banget butuh diajak main. Tiap perjalanan punya sensasinya sendiri, tiap perjalanan selalu membuat Saya berdoa lebih banyak biar Dea kooperatif, tiap perjalanan dimulai dengan degdeg "aduh bisa kah ini" karena hampir mayoritas perjalanan hanya mamak dan dea hehe.. tapi diujung perjalanan selalu penuh rasa terima kasih bisa tiba di tujuan dengan selamat karena Dea sangat-sangat baiik. Terima Kasih Allah sudah menjadikan Dea teman perjalanan yang baik (terus demikian ya nak)











