Sebuah buku yang dengan sengaja tidak aku selesaikan. Bukan karena ceritanya tidak menarik, tapi karena aku tidak mau ada akhir dari membaca tentangmu dan juga petualangmu.

seen from Bangladesh
seen from United States
seen from Argentina
seen from China

seen from Italy
seen from Italy
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from Bangladesh

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States
seen from Argentina
seen from Germany

seen from Argentina

seen from Malaysia
Sebuah buku yang dengan sengaja tidak aku selesaikan. Bukan karena ceritanya tidak menarik, tapi karena aku tidak mau ada akhir dari membaca tentangmu dan juga petualangmu.
memantaskan diri untuk menerima.
Jikalah kau meminta sesuatu dari Allah sebesar gelas, maka Allah tidak akan cukup jika ingin memberi sebesar mangkuk. Harus lebih besar lagi wadah yang dibawa. Ketika pengharapan dan doamu terlampau kecil prasangkanya, terlalu surut pengharapannya, maka bagaimana Allah akan memberikan hal-hal besar jika kau tak siap untuk menampungnya? siapkan hati yang luas, diri yang ridho, mimpi yang tinggi, dan husnudzon yang lebih luas lagi supaya pengabulannya luas dan memberikan kebermanfaatan, tidak hanya untuk dirimu, namun orang lain.
Keren
Dan percayalah, cara terkeren agar menjadi keren adalah dengan tidak berpikir ingin menjadi keren. Karena takkan mati kau dicaci, takkan kenyang kau dipuji. Asal ingat, tetaplah membumi.
-from novel 'catatan juang'
Hati yang Lembut
Dengan al-qur'an hati menjadi lembut. Dengan al-qur'an berkata kata menjadi tak sesulit biasanya. Dengan al-qur'an semua rasanya menjadi dekat, tanpa malu mengakui kesalahan dan meminta maaf. Maka yaAllah, jadikanlah kami ahlul qur'an. Yang senantiasa rindu dan tak kenyang meski sehalaman dalam ayat ayatMu.
Jauh bedanya, kami kemarin dengan kami hari ini. Akhlak menjadi sedap di pandang mata, jauh dari keinginan memeluk dunia. Suasana bersama al-qur'an dengan waktu berjam jam akan selalu di rindukan. Pada pagi, siang, malam kami. Semoga Engkau senantiasa mengiringi setiap niat baik, dari kami yang lemah ini.
Malang, 1 Oktober 2019
Baris ke empat sampai tujuh
-juang
Ekspresi #bahagiaitusederhana #bahagia #cinta #catatanjuang (di Buniseuri, Jawa Barat, Indonesia)
Jumpa kedua, dan dengan rasa kagum yang tetap sama. Terimakasih bung telah bersua, ku tunggu karyamu selanjutnya . . . . . . . . Salam aksara #suarbersua #fiersabesari #gramediamatraman #mediakita #catatanjuang #konspirasialamsemesta #gariswaktu
Catatan #23 : Catatan Juang
Saya ingin bercerita tentang sebuah buku --yang menurut saya menginspirasi-- Buku ini lahir seorang penulis bernama Fiersa Besari yang berjudul Catatan Juang. Catatan Juang ini adalah sempalan atau spin of dari buku sebelumnya, Konspirasi Alam Semesta. Ada keterkaitan sebenarnya, tapi kalau ingin langsung membaca buku Catatan Juang tanpa membaca buku Konspirasi Alam Semesta, tak apa.
Jadi, Catatan Juang ini adalah sebuah karya fiksi yang menceritakan tentang seorang gadis bernama Kasuarina atau biasa dipanggil Suar. Suar menemukan sebuah catatan bersampul merah yang tertulis nama Juang. Melalui catatan itu, Suar yang mulai jenuh dengan kehidupannya yang stagnan seperti menemukan dirinya kembali. Dengan tulisan-tulisan hasil pemikiran Juang, Suar keluar dari zona nyamannya, meraih impiannya dan menemukan arti hidupnya. Bagi Suar Catatan Juang itu adalah obat kuatnya dalam hidup.
Memang saya ini penikmat karya-karyanya bung Fiersa Besari. Meskipun dari buku-bukunya kebanyakan bertema cinta yang tak jauh-jauh dari mencintai hingga patah hati, namun bung Fiersa pandai memilih diksi-diksi yang cantik, tak cengeng dan selalu menyelipkan pesan-pesan humanisme dan sosial.
Jika ingin menetap, jangan menetap sebagai 'tanda tanya', tapi sebagai 'titik' pengembaraan. Kau jernih diantara buram, nyata diantara nanar. Biar ku rengkuh dirimu beberapa milimeter ke dekat jantungku, agar detaknya seirama dengan jantungmu. Karena aku ingin hatiku dan hatimu berkonspirasi, berkonsorsium, berkongsi, berkompiliasi, berkomplot hingga akhirnya berkolaborasi. (Garis Waktu Halaman 20)
Dari kedua buku yang sudah terbit (Garis Waktu dan Konspirasi Alam Semesta), buku Catatan Juang ini menurut saya lebih banyak pesan humanismenya. Sebenarnya masih ada bumbu-bumbu cinta, namun dalam Catatan Juang tak sebanyak dalam buku-buku sebelumnya. Catatan Juang ini banyak bercerita tentang keresahan hati, ketakutan melangkah dan fenomena-fenomena tentang manusia dan alam semesta. Ah, bung Fiersa memang selalu inspirastif, terbukti saya tertampar membaca tulisan-tulisannya dari awal sampai akhir.
Baiklah, singkat cerita saya melihat postingan di linimasa Instagram saya. Saya sempat terkejut, bengong atau apalah itu, tatkala melihat sebuah foto yang bertuliskan bahwa bung Fiersa akan hadir ke kota saya dalam rangka perjalanan “Suar Bersua”. Benar-benar sebuah konspirasi alam semesta -_- Tak perlu ditanya antusias saya. Memang sudah lama ingin melihat secara langsung rambut gondrongnya, gigi gingsulnya, hehe. Dan kira-kira satu minggu kemudian, tibalah saya bersua dengan orang inspiratif itu
Ternyata benar dugaan saya, yang datang sudah banyak. Rangkaian acara dari mulai talkshow, fansign hingga (yang paling ditunggu) foto bersama. Ah, jangan ditanya senangnya saya. Akhirnya semua buku-buku karya bung Fiersa telah bertandatangan dengan lengkap (tepuk tangan).
Saat sesi tanda tangan, seutas kata pun terucap “Terima kasih bung telah menginsiprasi saya dalam menulis.” (padahal yang ingin dikatakan itu banyak sekali, entahlah) Dengan senyumnya bung menjawab. “Jangan patah semangat, tetaplah menulis. Siapa tahu suatu hari nanti saya yang meminta tanda tangan kamu.” lagi-lagi senyum. Tak tahu apa bung, saya grogi? Semoga ya, bung.
Terakhir, saya berbagi nukilan dari buku Catatan Juang. Terima kasih ya, bung.