Hutan Tropis, Habitat, Sumber Daya Alam, dan Pengatur Iklim
seen from Netherlands
seen from United States
seen from Netherlands

seen from Australia
seen from United States
seen from Germany
seen from Italy
seen from Uzbekistan

seen from Australia
seen from United States
seen from Russia

seen from United States
seen from United States
seen from United Kingdom
seen from Russia
seen from China
seen from Kazakhstan
seen from Netherlands
seen from Germany

seen from United States
Hutan Tropis, Habitat, Sumber Daya Alam, dan Pengatur Iklim
Hijaukan halaman rumah
Hampir 3 juta pohon telah sepenuhnya mengubah lingkungan yang dulu gersang dan tandus seperti ditulis akun instagram 5corelife. . Berita : https://suaramerdekasolo.com/2020/07/10/20-tahun-pasangan-dari-brasil-tanam-3-juta-pohon-hasilnya-mengesankan/ . Baca berita selengkapnya di www.suaramerdekasolo.com dan Koran Suara Merdeka. Update berita nasional, regional di www.suaramerdeka.com, dan www.suaramerdeka.news . Cek dan follow link kami : Channel youtube : http://youtube.com/channel/UCx5TjZQyrvqmaJsLhAb9S0Q, . https://kridhamataram.suaramerdekasolo.com/ . https://lifestyle.suaramerdekasolo.com/ . https://sport.suaramerdekasolo.com/ instagram : https://www.instagram.com/suaramerdekasolo_official/, https://twitter.com/SoloSuara, Fanpage : https://m.facebook.com/smsnewssolo/ . #hutantropis #pelestarianalam #hutanlindung #brazil (di Surakarta) https://www.instagram.com/p/CCck5hGHT-l/?igshid=5ejw0otxx5c6
HUTAN Tropical rain forest located in east Malang, let it be natural Biarkan natural, jangan dirubah, hutan ya hutan, bila memang untuk tempat wisata alam, ya biarkan apa adanya, jangan ditebangi. #gogreen💚 #gogreen #hutan #hutantropis #forest #tropicalforest #savetheforest #greenpeace #cintahutan #hutanku #malangtimur #bromotenggersemeru (at Bromo Tengger Semeru National Park)
Band Hutan Tropis: Kami Ingin Ikut Andil untuk Keselamatan Lingkungan dan Masyarakat Melalui Musik
Indriani Widiastuti
(foto oleh Hutan Tropis)
Penggunaan karya seni atau seniman untuk mengkampanyekan pesan lingkungan hidup bukan hal yang asing dewasa ini. Phish, Thom Yorke, Alanis Morissette dan Bono adalah beberapa musisi luar negeri yang aktif menyuarakan pesan lingkungan. Di Indonesia, bukan hanya Navicula saja yang terus menyuarakan kepeduliannya terhadap lingkungan. Ada band Hutan Tropis dari Palembang yang dalam 5 tahun terakhir ini selain aktif bermusik, juga bekerja sama dengan WALHI dan organisasi pemerhati lingkungan lainnya, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, serta pelajar dalam misi melestarikan lingkungan Indonesia. Pada 5 Mei 2016, mereka baru meluncurkan video klip terbaru untuk lagu Selamatkan Kami.
Beberapa saat lalu, Radio Semut berkesempatan mewawancarai Jemi Delvian. Berikut cuplikan wawancaranya, here we go!
Halo Hutan Tropis, apa kabarnya? Sedang sibuk apa akhir-akhir ini?
Kabar baik, Alhamdulillah. Saat ini kegiatan Hutan Tropis masih pentas, dagang kopi, tapi lebih banyak di studio dalam rangka mempersiapkan album.
Sebelum kita mulai, mungkin ini pertanyaan yang paling banyak ditanyakan orang, mengapa memilih nama Hutan Tropis? Kapan Hutan Tropis terbentuk?
Benar sekali, pertanyaan ini sangat sering ditanyakan kepada kami. Yang terpikir saat itu sih (tahun 2011) ingin punya nama band yang tegas, berbahasa Indonesia dan berarti juga buat orang lain, kebetulan lintasan pikir saat itu sedang miris dengan kondisi dusun kami Desa Bintuhan, Kabupaten Lahat, Sumsel yang semakin habis hutannya. Saat itu, saya ingat masa kecil dulu ada sebatang pohon di tengah perjalanan menuju dusun kami yang selalu dipenuhi oleh siamang. Di siang hari, mereka terlihat nyaman berada disana. pohon itu besar sekali, lebih besar dibanding pohon-pohon lain di sekitarnya. Sekarang, pohon itu sudah tidak ada lagi, termasuk siamang dan pohon lain disekitarnya. Maka tercetuslah "Hutan Tropis".
Siapa saja personel Hutan Tropis? Apakah ada pergantian personel sepanjang perjalanan karir Hutan Tropis?
[Hutan Tropis beranggotakan Jemi Delvian (Vocal - Gitar), David (Bass - Backing Vocal) Herwin Meidison (Gitar - Backing Vocal) dan Iftah Auladi (Drum)- ed.]
Hutan Tropis awal terbentuk lebih memilih untuk tidak posesif terhadap personil yang semuanya adalah teman, karena sebagai band kantong kempes yang lebih banyak tampil di acara sosial, saya menyadari dan tidak menghalangi jika diantara kami harus fokus di bidang lain demi berjuang hidup. Sampai saat ini teman-teman yang sempat tergabung di Hutan Tropis sudah 12 orang.
Sepengetahuan kami, belum banyak band Indonesia yang mengusung tema-tema lingkungan, apakah dari awal terbentuknya band Hutan Tropis sudah dikonsepkan sebagai band yang peduli dengan isu lingkungan hidup?
Di awal berdiri, Hutan Tropis tampil tidak membawakan lagu-lagu sendiri, karena memang belum punya..hahaha.. Tapi kebanyakan lagu yang dibawakan adalah lagu dengan tema lingkungan dan sosial. Jenuh juga, Hutan Tropis sempat vakum selama kurang lebih 2 tahun hingga akhirnya pada Desember 2014 Hutan Tropis masuk studio rekaman untuk merekam 12 lagu yang semuanya bertema lingkungan. Saat ini lagu-lagu tersebut bisa didengar dan diunduh GRATIS di soundcloud kami.