Dawuh Bu Nyai
1) Santrinya ummi-e musti jadi perempuan yang nurut dalam taat. Syurga perempuan itu gampang meski hanya di rumah saja. Asal bagus sholat dan akhlaknya, insyaAllah teridhoi Allah.
2) Perempuan itu lebih baik malu daripada berani. Malu bila dimiliki oleh laki-laki itu baik, tapi malu bila dimiliki oleh perempuan itu jauh lebih baik.
Teman saya yang seorang santri beberapa kali menyampaikan itu, apalagi saat mentoring. Dia adalah mentor bagi saya dan teman-teman liqo’ saya. Dia juga pernah mengatakan demikian saat mentoring:
Sejak Mbak mondok, Mbak belajar banyak dari ummi (istrinya abah yai). Ummi itu pinter banget jaga izzah dan iffah.
Ummi itu punya rasa malu yang tinggi. Ummi itu nurut banget sama abah yai. Ummi selalu ada di dalam rumah, beliau gak berani keluar tanpa ijin dari abah yai. Ummi gak pernah mau menemui dan ‘meladeni’ tamu laki-laki, siapapun itu orangnya. Kalo ada tamu laki-laki dan kebetulan abah yai gak ada di rumah, ummi pasti nyuruh santri laki-lakinya buat keluar ‘meladeni’ tamu itu.
Ummi punya banyak amanah di luar rumah. Beliau banyak undangan buat mimpin diba’an, ngisi ceramah, dakwah. Tapi, apa yang dikatakan abah yai? “Udah, semua tugasmu biar aku ambil alih aja. Kamu di rumah aja, urusin dan jaga anak-anakmu, jaga rumah, jaga kemuliaan dirimu, dan jaga kehormatan keluarga.” Maka tugas ummi yang tadinya fardu ‘ain jadi fardu kifayah.
Contohlah juga Bunda Khadijah. Beliau itu wanita yang paling pintar menjaga kesucian dan kehormatan dirinya. Saat beliau menjadi istrinya Abu Halah dan Atiq, beliau adalah wanita yang paling pintar menjaga kesucian dan kehormatan dirinya. Saat beliau menjadi janda, beliau adalah wanita yang paling pintar menjaga kesucian dan kehormatan dirinya. Pun saat beliau menjadi istri Rasulullah, beliau juga wanita yang paling pintar menjaga kesucian dan kehormatan dirinya.
Berteman sama cowok itu boleh, tapi jangan sampai temen cowok kita itu mengerti banyak hal tentang diri kita. Misal mereka sampe tau warna kesukaan kita, makanan kesukaan kita, kepribadian kita, rasa masakan kita, apa yang kita sukai, apa yang kita gak suka, dan masih banyak lagi. Kenapa temen cowok kok gak boleh tau? Cukup suami kalian aja yang berhak tau tentang diri kalian. Masak kalian tega kasih suami kalian sisa-sisa?
Saya menunduk dan malu. Sudahkah saya sepintar itu menjaga diri??? Masih “hobi kelayapan” gara-gara amanah di organisasi. Dan gak bisa dipungkiri, teman-teman di organisasi (entah cowok/cewek) pasti tahu banyak tentang kepribadian saya. Lha proses seleksinya aja melibatkan test kepribadian dan saat menjalaninya sering kerja bareng mereka. Heu heu heu~
Jember, 30 Mei 2016












