cek
View On WordPress
seen from Germany
seen from China
seen from Malaysia

seen from Canada
seen from United Kingdom
seen from Switzerland
seen from China

seen from Canada
seen from China
seen from China

seen from China

seen from Australia
seen from United States
seen from Japan

seen from Germany

seen from Canada
seen from Philippines

seen from Malaysia

seen from Netherlands
seen from United States
cek
View On WordPress
Kilas Balik FFPJ 2014
»» Pembukaan Festival Film Pelajar Jogja 2014 Penampilan Simponi membuka FFPJ 2014 Pendiri FFPJ memberikan sambutannya Adab Dance Community menjadi pesona tradisi dalam menyambut kehadiran para pelajar nusantara. Festival Film Pelajar Jogja dibuka pukul 09.00 dengan jumlah peserta 124 orang pelajar nusantara. Pembukaan ini berlangsung selama satu jam, bertempat di aula bawah, Pondok Pemuda…
View On WordPress
Suamiku Sayang, Tenun Sama Disayang
Kemenangan mereka adalah kehidupan yang kekal. Kebahagiaan mereka adalah eksistensi adat tanpa batas. Wakatobi, Sulawesi Tenggara – Para Perempuan Kasultanan Buton dalam upacara adat Tahun lalu, tepat pada bulan Mei 2014 saya berkesempatan untuk menelanjangi bumi Wakatobi. Keangkuhan alamnya menyiratkan betapa megahnya belantara nusantara. Keragaman pusaka budaya yang terus…
View On WordPress
Papua, Pusaka Saujana Tanpa Batas
Mencintai itu butuhaksi agar kita benar-benar dapat memiliki. Tapi apalah arti memiliki kalauterus mengeskploitasi? Memiliki adalah mau mendengar, melihat, dan menggerakkansemua lini untuk bekerja bersama, membangun peradaban yang lebih baik, tanpa menanggalkan warna-warni adat setempat. Hadirnya negara hanyalah sebatas pasukan loreng yang banyak merugikan warga. Apalagi pemerintah daerah masih…
View On WordPress
Basa-basi Ketuhanan
Segalanya bukan semata iman dan taqwa, bukan pula sekadar basa-basi ketuhanan. Saya seorang muslim, tapi bukan santri yang lahir dari rahim bu Nyai, atau rutin belajar ngaji di sebuah langgar milik pak Kyai. Soal agama saya tak begitu lihai, apalagi kajian kitab yang konon kata orang, limpahan tuntunan hidup ada di dalamnya. Saya tidak akan mendebat siapa Tuhan. Saya juga tidak pernah bermasalah…
View On WordPress
Ketika Orang Bertanya,”Islammu Apa?”
Tragedi manusia dalam mencapai kebertuhanan membuat sebagian dari mereka menjadi agen normalisasi kekerasan. Segala tingkah laku dan lisannya memberi kesan bahwa beragama itu sederhana, sesederhana sarapan sandwich maka kau akan naik strata sosialnya. Padahal roti yang kau makan adalah pemberian majikan ibumu, karena sudah hampir mencapai masa kadaluwarsa. Pun hari-hari biasa setelahnya kau…
View On WordPress
Merawat Wasiat “Mencerdaskan Bangsa”
Pendidikan paling dasar adalah merawat nalar. “Mencerdaskan Bangsa”, semoga bukan sekadar bualan, meski berbagai pihak yang tengah mengupayakannya mengalami banyak hambatan. Serangan dari banyak sisi, termasuk para pemangku kepentingan yang terdidik tetap harus dilawan. Lantas, siapakah pihak paling jernih yang bisa dipercaya? Patutkah disebut bernalar jika orientasinya hanya menjaga citra…
View On WordPress
Menjernihkan Nalar, Mendudukkan Keberpihakan
Kalau mati dengan berani: Kalau hidup dengan berani. Kalau keberanian tidak ada, itulah sebabnya setiap bangsa asing bisa jajah kita (Pramoedya Ananta Toer) Pram, dikenal dengan nalarnya yang kritis dan jernih. Ia mampu mendudukkan keberpihakan secara tepat. Beruntungnya, Ia bukan Tuhan, sehingga nukilan dari postulat-postulatnya tidak ditafsirkan layaknya parang yang akan dihunuskan kepada…
View On WordPress