Mari kita memeluk resah, lelah dan kalah dgn hati yang lapang.. Mereka mengejek saat kita mencoba melihat masa lalu untuk memiliki keyakinan bangkit. Mereka berkata kita hanya terlalu menyelami kejayaan masa lalu yang tak berarti di masa kini. Rasanya ingin kujejal mulutnya, ingin kulilitkan lidahnya, inginku koyak isi otaknya dgn melahirkan pejuang kemenangan dgn mahabbah dari Rabb kami.. Walau setiap liku dalam benak ini selalu mencibir dgn banyak alasan kemustahilan.. Kubuka lagi Firman-Firman Tuhanku untuk kukoyak isi hatiku untuk menyadarkannya agar bergegas bangkit.. Roma perlu ditaklukan, jumlah bukanlah bagian dar janji Tuhan untuk sebuah kemenangan.. Walau bumi ini memiliki akhir, tapi menuju pada Tuhan bukanlah hanya sekedar perjalanan setelah mati.. Akan ku ingat masa² kekalahan Rasulullah di medan perang, agar aku mengerti dgn cepat bagaimana caranya bangkit.. Akan aku ingat rasa kecemasan Rasulullah pada perang Badar, akan aku ingat kekhawatiran Rasulullah pada perang khandak.. Mereka terpuruk lalu bangkit, mereka nyaris melepas asa dgn gemuruh kekhawatiran.. Namun, secercah rezki hujan memberikan kedamaian untuk berpulang dgn keyakinan menang.. Dalam badai dingin sekumpulan dari mereka juga terus sibuk khawatir dgn gentaran musuh yang tak kunjung padam, hingga laki² berselimut itu menanggalkan takutnya dgn menyerahkannya pada dingin agar dingin merampas takutnya dan ia terus berjalan memasuki kerumunan musuh dan bermuslihat didalamnya untuk menaruh telinganya untuk menyampaikan kabar gembira..
Kau juga harus ingat bahwa orang yang dianggap Amirul Mu'minin pernah menjadi sangat dibenci di kotanya padahal gelar itu tidak pernah luntur pada dirinya, bagi dunia itu adalah kekalahan. Tapi baginya itu adalah penempaan kekuatan. Hingga ia tak terkalahkan hingga akhir zaman. Maka bagian mana lagi yang akan menjadikan alasan kami untuk tidak bangkit setidaknya menyadarkan mata kami terjaga untuk menyoroti kedzoliman demi kedzoliman pada saudara² kami..