Old Phone
Halo,
Saya punya beberapa koleksi handphone seri lama atau feature phone dan smartphone. Saya tidak membelinya ketika baru keluar (karena waktu itu saya masih pelajar dan tidak punya uang pribadi) namun baru-baru setelah bekerja.
Kenapa saya mau membeli handphone-handphone lama? Jujur karena saya suka dengan handphone-handphone saat itu. Setiap merek punya ciri khas yang ditanamkan. Meski tidak lebih mutakhir, tapi lebih variatif dari sisi desain dan UI yang paling saya suka sehingga membuat penasaran untuk mencoba semua jenis merek.
Sekarang langsung saja menuju salah satu koleksi saya yaitu:
SIEMENS ME75
Seri ini masuk ke Indonesia pada tahun 2006 (kalau tidak salah) sebagai penyempurna dari seri ME55 sebelumnya (Seri ME65 dilewatkan, alias tidak ada).
Dari desain seri ME75 mirip dengan seri C75 dengan tambahan kemampuan khusus untuk bertahan dari cipratan air dan debu seperti seri sebelumnya dan seri M. Kemampuan tersebut ada dikarenakan adanya aksen karet yang mengelilingi ponsel ini dan juga disertakan dua set penutup lubang antena dan kamera, casing serta pengisi daya. Namun, untuk ponsel yang tahan cipratan dan debu, konstruksi ponsel ini kurang solid. Material ponsel ini terbuat dari plastik yang ketika sedikit ditekan akan menimbulkan suara seperti tidak rapat. Meski begitu, ponsel ini nyaman digenggam serta tidak licin.
Tampilan Siemens ME75 di bawah sinar matahari
Tombol-tombol dengan aksen backlight jingga meskipun kecil, terpisah dengan jarak yang lega sehingga dapat mengetik tanpa melihat. Namun, masih menimbulkan suara yang cukup terdengar dan kurang dalam ketika ditekan. Joystick mempunyai material plastik yang licin dan kurang menonjol.
Tampilan belakang Siemens ME75
Layar yang ditanamkan beresolusi 132x176 pixel (hanya Siemens yang menerapkan resolusi ini) seluas 1.8 ini berteknologi TFT dengan 65.536 warna. Visibilitas di luar ruangan sangatlah baik dengan brightness yang cukup tinggi bahkan meski tanpa brightness, namun warna akan sedikit pudar ketika disorot cahaya yang terang. Tampilan User Interface ikon Siemens juga unik meski terlihat seperti gambar anak-anak tapi cukup cute dengan tambahan animasi. Tampilan latar ikon menu juga bisa diganti dengan pengaturan “Tema”, fitur ini juga dapat mengubah tampilan latar belakang dan juga nada dering.
Tampilan menu serta latar belakang dan pilihan latar belakang yang tersedia
Siemens ME75 dipasarkan untuk menempati posisi produk ”Mid-range” pada saat itu. Memori hanya 11 Megabita tanpa tambahan memori eksternal, kamera beresolusi 640x480 piksel atau VGA dengan perekam video beresolusi 176x144 piksel, loudspeaker meski nyaring suaranya (dan tipis), menyatu dengan earpiece atau speaker telepon, konektivitas nirkabel hanya mengandalkan infrared tanpa dukungan bluetooth, dan ketiadaan fitur FM radio, rasanya kita tidak dapat berharap fitur hiburan yang mumpuni untuk menemani keseharian. Mungkin yang dapat menghibur adalah beberapa permainan berformat Java yang disediakan langsung dari pabriknya yang bisa kita tambah dengan kemampuan menjelajah Internet WAP 2.0 di Siemens ME75 meski hanya mendukung jaringan GPRS atau 2G.
Pemutar Nada Dering. Ponsel ini mendukung format .mp3, .mid, .wav
Konektivitas GPRS dan Infrared/IrDA untuk mengirim berkas seperti foto dan nada dering.
Kapasitas memori total dan tersedia
Meski begitu kapasitas baterai yang diberikan sangatlah baik pada masanya yaitu sebesar 1000 mAh. Dengan minimnya fitur media atau hiburan yang ditanamkan, kita bisa berekspektasi penggunaan ponsel yang lebih panjang.
Baterai Siemens ME75
Mungkin itu ulasan saya mengenai ponsel Siemens ME75 di tahun 2021, saat ini memang sudah tidak nyaman digunakan karena perkembangan dunia gawai sangatlah cepat dan ponsel tidaklah menjadi alat komunikasi standar lagi tidak hanya telepon dan berkirim pesan teks, tetapi komunikasi yang jauh lebih dari itu. Hehe
Terima kasih






