Membuncah
Hari cerah berlalu. Panas terik lebih tepatnya. Sudah dua minggu ini rasanya hari terlalu panas bagiku, otakku dan hatiku juga ikut berkeringat. Aku gerah. Gerah dengan segala rahasia yang aku simpan sendiri. Membohongi banyak orang untuk menjaga ego, menjaga diri, menjaga segala suasana agar tetap baik-baik saja. Padahal segalanya tidak baik-baik saja. Ada rasa sakit, penasaran, juga takut.
Aku tak pernah jatuh. Bohong. Aku merahasiakan semua kejatuhanku untuk masa depan. Begitu pikirku. Lebih tepatnya menurut anggapan dan kepercayaanku. Aku sangat menjaga masa depanku dan harapanku agar ia tak berselisih satu sama lain. Namun, banyak riuh redam dan perasaan tak terucap di antaranya.
Hingga, sampailah aku pada hingga. Hingga aku berkeringat. Bingung. Cemas. Takut saat harapan dan masa depan tak sesuai rencanaku.
Hilang dalam perasaan ini. Membuncah.














