Alasan Mengapa Kamu Harus Menolak KPR Rumah dan Lebih Baik Beli Tunai
Memiliki hunian pribadi adalah hal yang paling didambakan oleh banyak orang. Apalagi untuk orang yang telah memiliki keluarga. Setiap orang yang telah berkeluarga pasti ingin memiliki privasi kehidupan sendiri. Maka, banyak orang yang merencanakan untuk membeli rumah sebagai persiapan untuk kehidupannya di masa yang akan datang.
Tetapi, harga rumah tidaklah murah. Mencari rumah yang berlokasi di tempat yang Anda inginkan pun tidak semudah membalikkan telapak tangan. Anda harus melakukan survei dan mencari informasi sebanyak-banyaknya ketika akan membeli rumah. Ketika dana yang Anda miliki belum cukup dan Anda ingin segera memiliki rumah, maka Kredit Pemilikan Rumah atau KPR biasanya menjadi sebuah solusi yang diambil.
Dana yang terbatas lantas membuat beberapa orang memutuskan untuk membeli rumah dengan KPR. Namun, Anda harus berhati-hati ketika ingin membeli rumah dengan cara ini. Kemungkinan Anda juga akan mengalami kerugian lho. Apapun yang akan Anda lakukan termasuk ketika ingin membeli rumah dengan cara KPR harus dipertimbangkan dengan sebaik mungkin.
Ada banyak sekali hal penting yang harus diperhatikan sebelum membeli rumah dengan cara KPR. Anda tidak boleh melewatkan sedikitpun hal tersebut. Bahkan, pengajuan rumah dengan sistem ini pun belum tentu dikabulkan oleh Bank. Oleh karena itu, memang lebih baik untuk membeli rumah secara tunai saja.
Anda bisa memilih untuk menolak melakukan pembelian rumah dengan cara KPR dan lebih baik membelinya dengan cara tunai. Lebih baik menunggu sebentar agar tabungan Anda cukup. Kalau memang tidak cukup, Anda bisa meminjam saja ke bank. Jadi, Anda pun tidak akan mendapatkan kerugian karena sistem KPR.
10 Alasan Menolak Sistem KPR Ketika Membeli Rumah
Terdapat banyak alasan mengapa Anda harus membeli rumah dengan cara tunai saja dibandingkan dengan cara KPR. Mau tau apa saja alasannya?
Proses pengajuan yang susah
Untuk Anda yang belum pernah membeli rumah dengan sistem KPR, jangan mengira prosesnya mudah ya. Proses pengajuan rumah KPR membutuhkan waktu yang lama. Anda harus mempersiapkan syarat-syarat yang harus dilengkapi. Belum lagi syarat-syarat yang dibutuhkan mungkin susah untuk didapatkan. Berbeda sekali jika Anda memilih membeli rumah secara tunai.
Dokumen yang begitu banyak
Ketika Anda membeli rumah dengan sistem KPR, maka banyak sekali dokumen penting yang harus Anda persiapkan. Bisa saja Anda melalaikan salah satu dokumen tersebut karena Anda tidak teliti ketika melakukan pengecekan.
Untuk informasi bagi Anda, kurang 1 dokumen saja dapat menghambat pencairan KPR lho. Jadi, Anda harus memperhatikan dengan cermat dokumen-dokumen yang harus Anda persiapkan. Dampak dari hal ini adalah pengurusan jual beli rumah menjadi sangat lama. Bagaimana jika Anda sangat membutuhkan rumah tersebut untuk segera ditempati? Hal ini akan menjadi sangat menghambat.
Lalai akan dokumen asuransi
Nah, salah satu dokumen penting yang tidak boleh Anda lalaikan ketika membeli rumah secara KPR adalah dokumen asuransi. Padahal, asuransi akan melindungi nasabah dari resiko kerugian yang akan timbul.
Namun, apalah daya jika dokumen yang Anda persiapkan tidak lengkap. Pertanggungan asuransi pun bakal ribet. Lebih baik membeli secara tunai saja bukan? Anda bahkan tidak perlu melakukan asuransi atas rumah yang Anda beli.
Biaya notaris yang mahal
Membeli rumah dengan cara KPR biasanya menggunakan notaris yang dipilihkan oleh bank. Padahal, Anda akan mengeluarkan banyak uang untuk melakukan DP rumah dan melakukan cicilan kredit di masa yang akan datang.
Ini akan membuat pengeluaran Anda menjadi semakin membengkak. Lebih baik, pertimbangkan terlebih dahulu untuk membeli rumah secara tunai atau dengan cara KPR yang membutuhkan banyak biaya.
Bunga bank yang besar
Dewasa ini, harga rumah semakin mahal. Jika Anda tidak memiliki DP yang banyak, maka Anda akan mendapatkan bunga bank yang mahal. Anda akan semakin pusing untuk memikirkan cicilan-cicilan yang harus Anda bayarkan nantinya. Belum lagi dengan kebutuhan keluarga yang harus dipikirkan. Anda bisa mengontrak rumah terlebih dahulu untuk menabung dana agar dapat membeli rumah secara tunai
Total uang lebih banyak
Jika dibandingkan dengan membeli rumah secara tunai, uang yang disediakan untuk membayar rumah dengan KPR jauh lebih banyak. Total biaya rumah yang dikeluarkan akan berbeda jauh lebih tinggi.
Surat-surat berharga milik Anda akan ditahan oleh pihak bank
Membeli rumah dengan sistem KPR berarti membiarkan surat-surat berharga Anda ditahan oleh pihak bank. Surat berharga tersebut akan ditahan oleh pihak bank hingga Anda dapat melunasi semua pembayaran rumah Anda. Jika Anda membeli secara kontan atau tunai, Anda tidak perlu menjaminkan surat berharga milik Anda.
Adanya penalti
Jika Anda membeli rumah secara KPR dan tidak bisa melunasi cicilan d tengah jalan, maka Anda akan dikenakan penalti. Jika Anda membeli rumah secara tunai, Anda tidak akan mendapatkan penalti karena Anda telah membayarkan secara tunai ketika awal pembelian rumah.
Suku bunga fluktuatif
Untuk informasi bagi Anda bahwa suku bunga KPR adalah suku bunga fluktuatif. Yang dimaksud dengan suku bunga fluktuatif adalah bunga akan bertambah setiap tahunnya. Ini tentu akan merugikan Anda sebagai pihak pembeli. Oleh karena itu, akan lebih baik bagi Anda untuk membeli rumah secara kontan.
Resiko rumah disita
Membeli rumah KPR berarti Anda harus berkomitmen untuk membayar cicilan secara teratur dan tidak ada alasan apapun untuk tidak membayar cicilan. Padahal, kondisi keuangan seseorang setiap waktu dapat berubah. Maka, jika Anda terus menunggak cicilan, bisa saja rumah tersebut disita. Jika Anda membeli rumah secaar kontan, maka Anda akan merasa lebih nyaman.
Demikianlah beberapa alasan yang membuat Anda harus lebih mempertimbangkan lagi untuk membeli rumah secara KPR. Akan lebih baik jika Anda mengumpulkan dana terlebih dahulu dan membelinya secara kontan.