Ada hari-hari yang harus dihabiskan,
dengan langkah berat yang tetap dijalankan.
Ada pula hari-hari di akhir pekan,
yang heningnya justru menyisakan keraguan.
Setiap Sabtu dan Minggu,
kau menunggu Senin datang lagi.
Bukan karena rindu pada kerja,
tapi karena sibuk membungkam sunyi.
Sebab sunyi hatimu itu
kadang nyaris memakan habis tabahmu.
Ia datang diam-diam menggerus keyakinan,
di saat kau sedang mencoba bertahan sendirian.
Maka kau biarkan hari berlalu,
berharap rutinitas segera menyapumu.
Karena kesibukan, meski melelahkan,
setidaknya membuat luka terasa lebih pelan.