Teruntuk kamu,
Yang sudah mengusahakan yang terbaik tapi jarang diberi ucapan selamat,
Yang sudah sebisa mungkin untuk membantu tapi masih sering tidak diucapkan terima kasih,
Untuk yang sudah berusaha untuk selalu ada namun tidak dipedulikan,
Selalu bertanya kabar tapi tak pernah ditanya,
Terima kasih ya.
Terima kasih karena sudah berani jadi manusia yang membuat perubahan.
Jadi orang baik memang sering melelahkan karena semua risiko itu.
Risiko menghadapi orang-orang yang tidak punya penerimaan yang sama,
Orang yang tak sadar bahwa kebaikan itu spesial,
Menghadapi orang-orang yang merasa kamu sudah sepantasnya memberi kebaikan sehingga tak harus diberi apresiasi.
Jika setelahnya atau saat ini kamu kelelahan, rehatlah sejenak.
Kalo kamu kecewa, sakit hati, dan kesepian, itu manusiawi.
Aku takkan menghakimimu. Aku takkan menyalahkanmu atas kekecewaanmu, karena itu adalah bagian dari ciri yang menjadikanmu manusia.
Tapi, aku mau kamu tau bahwa kamu tak harus berhenti total untuk berbuat kebaikan. Cukup kurangi intensitas, dan seimbangkan dengan berbuat baik pada dirimu sendiri.
Tetaplah jadi orang yang peduli,
Sambil tetap tau batasan dan tau kapan untuk menolak.
Tetaplah bersahaja. Membantu, sambil tetap memilih siapa yang menurutmu pantas untuk kamu bantu.
Aku mau kamu tau, bahwa tidak ada yang sia-sia dengan semua kebaikanmu.
Kamu yang peduli,
Kamu yang melayani,
Kamu yang terus mendengar dan menanyakan kabar.
Sesekali berharap diperlakukan dengan sepadan itu manusiawi.
Tapi, kebaikan itu akan datang lagi dari arah lain.
Jangan berhenti berbuat baik ya.
Cukup kelola ekspektasimu,
Cukup dengan terampil memaafkan dirimu,
Cukup dengan pandai mengetahui batasan kedekatan dengan orang-orang yang kamu hadapi.
Tapi, jangan berhenti melakukan kebaikan sesuai kemampuanmu.
Oke?
















