Yang Baru, Yang Ekstrim, Yang Sesat (Bagi Dunia)
"Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia." - 1 Korintus 2:9
1. Tingkat yang paling dangkal, adalah sesuatu yang sudah pernah didengar, tapi belum pernah disaksikan oleh mata kepala kita sendiri. Ini saja sudah luar biasa. Bayangkan berapa sering kita mendengar mengenai mujizat laut Teberau dibelah oleh Musa, dan jika hal itu terulang kembali, sungguh sesuatu yang luar biasa bukan?
2. Tingkat yang lebih dalam, adalah yang pernah terpikir di hati, tapi belum pernah kejadian, atau belum sekalipun terjadi, maka belum pernah terdengar apalagi terlihat kejadiannya, namun sudah ada yang memikirkannya.
3. Tingkat yang paling dalam, yang paling misterius, yang bahkan hati seorang manusia pun belum pernah memikirkannya. Mengapa? Karena yang ini baru bisa tercapai ketika seseorang telah begitu fokus mengasihi Tuhan tanpa pernah lagi memikirkan hidupnya sendiri.
Hal-hal yang ‘baru’ itu tersedia bagi mereka yang mengasihi Tuhan. 1 Korintus 2:9.
MENGASIHI TUHAN: MENYEMBAH DALAM ROH DAN KEBENARAN
Orang yang merelakan zona nyamannya, merelakan egonya dihabisi, merelakan dibawa ke manapun Tuhan kehendaki, ialah orang yang mengasihi dan menyembah Tuhan, baik di dalam roh maupun di dalam kebenaran.
"Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran." - Yohanes 4:23-24
"Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku. Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu." - Yohanes 14:15-17
"Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya. Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang. Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku." - Yohanes 16:12-14
Perhatikan urutannya, bahwa roh lebih dulu barulah kebenaran kemudian, tidak boleh terbalik. Itu sebabnya ada tertulis,
"Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal." - 2 Korintus 4:18
Namun berapa banyak di antara kita sebagai anak Tuhan terjebak untuk mendahulukan yang tertulis, yang kelihatan dan menomorduakan yang tidak kelihatan, yang berasal dari Roh Tuhan? Seberapa sering orang yang merasa sudah banyak mengerti tentang Tuhan, tentang Alkitab, tentang Kekristenan, tapi ketika berhadapan dengan hal yang baru dan yang masih asing akan sulit menerima, mempertanyakan dengan berkata, "ayatnya di mana?" Bahkan menganggap bahwa hal yang ‘baru’ itu menyesatkan.
Awal tahun 2016 Saya mendapatkan rhema yang begitu kuat yang berbicara tentang “kekayaan orang fasik akan diberikan kepada orang benar”. Saya tidak tahu di mana ayat yang bersesuaian dengan hal itu, tapi hati Saya tidak bisa bohong, Saya tahu itu suara Tuhan dan Saya memilih untuk beriman. Saya doa keliling di sekitar lokasi prostitusi di kota Medan. “Tuhan, Saya percaya kekayaan orang fasik dari tempat ini dialirkan ke dalam perbendaharaan Saya. 15 Juta dan tidak kurang.” 4 bulan kemudian, Saya terima penggenapan rhema itu. 30 juta masuk ke rekening Saya. Apakah saat itu Saya sudah mengetahui di mana ayatnya? Tidak. Saya baru mendapatkannya di pertengahan tahun 2017. Amsal 13:22 berkata,
“kekayaan orang berdosa disimpan bagi orang benar”.
Saya baru mendapatkan ayatnya jauh setelah Saya alami penggenapannya. Saya sesat? Tidak.
Beberapa kali saya mendengar seorang pendeta berdoa, “Kami berdoa, tidak ada yang miskin di antara kami. Karena Tuhan Yesus telah dijadikan miskin supaya kami kaya.” Ada saat di mana pikiran Saya mempertanyakan apakah doa ini sesat? Apakah ini Prosperity Gospel? Tapi jauh di dalam hati Saya, Roh Tuhan seolah berkata, “adakah iman di hatimu?” Dan Saya meneguhkan kepercayaan Saya. Saya beriman, bahkan Saya mendoakan hal yang persis sama dengan doa tersebut di beberapa pertemuan ibadah/ PA. Sudahkah Saya tahu di mana ayat yang bersesuaian dengan doa tersebut? Belum. Saya sesat? Tidak. Karena puji Tuhan hari ini 29 Oktober 2017 adalah hari di mana Saya mendapatkan dasar firmannya.
“Maka tidak akan ada orang miskin di antaramu, sebab sungguh Tuhan akan memberkati engkau di negeri yang diberikan Tuhan, Allahmu, kepadamu untuk menjadi milik pusaka,” - Ulangan 15:4
Orang yang mentalitas imannya sering berkata, "di mana ayatnya?" itu adalah orang yang tidak beriman, dengan gamblang Ibrani 11:1 berkata,
"Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat."
Jadi jika ingin melihat dulu baru mau percaya, apakah bisa disebut iman? Saya rasa tidak. Ini mentalitas yang buruk dan parah, sampai kapanpun Tuhan tidak pernah bisa memberikan yang ‘baru’ seperti yang telah dijanjikan-Nya di 1 Korintus 2:9. Mengapa? Karena mereka sibuk dengan apa yang telah mereka lihat dan mereka dengar, lebih konyol lagi, mereka menjadikan itu sebagai standar kebenaran. Membatasi pekerjaan Tuhan dengan koridor pemahaman manusia (yang terbatas) akan firman yang tertulis/ logos.
Bukankah Alkitab adalah firman Tuhan yang adalah kebenaran sejati? Benar. Lalu apakah hal-hal yang ‘baru’ itu sesat apabila tidak ditulis dalam Alkitab? Belum tentu. Sebab Alkitab sendiri menuliskan,
Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu. - Yohanes 21:25
Yesus telah melakukan banyak hal lain yang tidak dituliskan di Alkitab. Hal-hal yang bagi kita, manusia yang hidup di zaman ini, adalah sesuatu yang ‘baru’. Suatu hal yang tidak tertulis di Alkitab, belum tentu itu tidak benar. Ingat, ada begitu banyak perbuatan yang Yesus telah lakukan, terlalu banyak, sehingga tidak muat untuk dituliskan. Roh Tuhan lah yang memberi pengertian kepada kita apakah itu kebenaran atau bukan.
YANG BARU: YANG EKSTRIM
Sesuatu yang baru itu cenderung bersifat ekstrim, minimal untuk kenyamanan kita. Mengapa? Karena pada dasarnya kita enggan untuk berubah, kecuali jika terpaksa. Orang sudah nyaman dengan kebiasaannya sehingga menjadi tradisi bahkan turun temurun dan ketika yang baru hadir, butuh usaha yang besar untuk berubah dan menyesuaikan. Yang jadi masalah adalah jika orang tersebut tidak mau berubah, maka ketika perubahan itu tak terhentikan yang tidak berubah akan tertinggal.
Berikut ini adalah beberapa hal yang alkitabiah, yang baru dan yang ekstrim namun yang Tuhan berkenan dan kehendaki:
1. Bahtera Nuh
"Karena iman, maka Nuh--dengan petunjuk Allah tentang sesuatu yang belum kelihatan--dengan taat mempersiapkan bahtera untuk menyelamatkan keluarganya; dan karena iman itu ia menghukum dunia, dan ia ditentukan untuk menerima kebenaran, sesuai dengan imannya." - Ibrani 11:7
Apakah Nuh ada bertanya, "di mana ayatnya bahwa Bumi pernah hujan dan banjir pernah terjadi?" Tentu tidak. Lalu mengapa Nuh taat membuat bahtera yang diperintahkan Allah? Karena pengenalan rohnya dengan Roh Tuhan. Karena Nuh memiliki iman.
2. Pengorbanan Ishak di gunung Moria
Ini kasus paling ekstrim yang pernah ada dalam sejarah para pahlawan iman. Mengapa? Sebab mengorbankan anak seperti yang dilakukan Abraham terhadap Ishak merupakan tradisi penyembah berhala, atau paganism. Dan mudah sekali untuk Abraham menolak permintaan Tuhan untuk perkara ini dengan berkata, "Bagaimana mungkin Tuhan meminta bukti iman dan cintaku dengan cara penyembah setan? Sebab hanya setan yang suka meminta korban manusia." Dan dengan mudahnya jika kita hidup di zaman itu maka kita akan menghakimi bahwa Abraham sesat.
Dan mungkin akan lebih buruk lagi ketika istrinya tidak diberitahu bahwa Ishak akan dikorbankan. Mungkin orang akan tambah menghakimi Abraham dengan berkata, "Lihat, istrinya pun yang melahirkan anaknya itu bahkan tidak diberitahu tentang perkara penting itu."
Sungguh jika bukan adanya pengenalan roh Abraham yang kuat kepada Roh Tuhan, tidak mungkin Abraham sanggup menuntaskan perintah Tuhan yang ekstrim itu.
3. Korban Bakaran Daud
"Tabut TUHAN itu dibawa masuk, lalu diletakkan di tempatnya, di dalam kemah yang dibentangkan Daud untuk itu, kemudian Daud mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan di hadapan TUHAN. Setelah Daud selesai mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan, diberkatinyalah bangsa itu demi nama TUHAN semesta alam." - 2 Samuel 6:17-18
Bandingkan perbuatan Daud di atas dengan perbuatan Saul yang tertulis dalam 1 Samuel 13:9-14. Keduanya, baik Daud maupun Saul sama-sama sebagai seorang raja Israel mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan di hadapan Tuhan. Dan sesungguhnya yang pantas melakukan korban bakaran adalah seorang imam, bukan seorang raja. Lalu mengapa ketika Daud melakukannya maka bangsa itu diberkati, sedangkan ketika Saul melakukannya malah dianggap Samuel sebagai perbuatan bodoh dan dihitung Tuhan sebagai tindakan pembangkangan?
Yang satu melakukan murni karena cintanya kepada Tuhan, sedangkan yang lain melakukannya karena egonya sendiri. Jika menurut buku aturan keimaman, apa yang dilakukan Daud adalah salah, namun karena cinta, hal itu jadi berbeda. Apakah Daud sungguh melanggar aturan keimaman? Tentu tidak. Mengapa? Karena hukum yang terutama ia jalankan, yakni Daud mengasihi Tuhan dengan segenap hati, segenap jiwa dan segenap kekuatannya.
4. Kemah/ Pondok Daud
"Maka suatu takhta akan ditegakkan dalam kasih setia dan di atasnya, dalam kemah Daud, akan duduk senantiasa seorang hakim yang menegakkan keadilan, dan yang segera melakukan kebenaran." - Yesaya 16:5
"'Pada hari itu Aku akan mendirikan kembali pondok Daud yang telah roboh; Aku akan menutup pecahan dindingnya, dan akan mendirikan kembali reruntuhannya; Aku akan membangunnya kembali seperti di zaman dahulu kala, supaya mereka menguasai sisa-sisa bangsa Edom dan segala bangsa yang Kusebut milik-Ku,' demikianlah firman TUHAN yang melakukan hal ini." - Amos 9:11-12
Selama sekian waktu bangsa Israel diajarkan mengenai bentuk Kemah Pertemuan atau Tabernakel yang semua detil rancangannya 100% copy paste dari apa yang Musa lihat di Sorga, namun setelah kerajaan Israel dan kerajaan Yehuda tidak ada lagi, justru Tuhan menjanjikan bentuk kemah lain, yakni Kemah Daud yang jauh lebih sederhana bentuknya daripada Tabernakel. Mengapa? Sekali lagi semua itu hanya karena cintanya Daud kepada Tuhan.
Apakah sebelumnya pernah ada tertulis tentang Kemah Daud ini? Apakah pernah ada orang melihat bentuk Kemah Daud di Sorga seperti Musa melihat rincian Tabernakel? Tidak pernah.
5. Mandat Hosea
"Ketika TUHAN mulai berbicara dengan perantaraan Hosea, berfirmanlah Ia kepada Hosea: 'Pergilah, kawinilah seorang perempuan sundal dan peranakkanlah anak-anak sundal, karena negeri ini bersundal hebat dengan membelakangi TUHAN.” - Hosea 1:2
Tahukah Anda bahwa apa yang Tuhan perintahkan kepada Hosea saat itu merupakan sesuatu yang sama sekali bertentangan dengan aturan tertulis akan keimaman dan hamba-hamba Tuhan?
Perhatikan Kitab Imamat pasal 21 mengenai aturan imam,
"Ia harus mengambil seorang perempuan yang masih perawan. Seorang janda atau perempuan yang telah diceraikan atau yang dirusak kesuciannya atau perempuan sundal, janganlah diambil, melainkan harus seorang perawan dari antara orang-orang sebangsanya, supaya jangan ia melanggar kekudusan keturunannya di antara orang-orang sebangsanya, sebab Akulah TUHAN, yang menguduskan dia." - ayat 13-15
Bisa Anda bayangkan bahwa hari itu Hosea mendapat mandat pewahyuan langsung dari Tuhan yang isinya 100% bertentangan dengan aturan tertulis? Saya sendiri tidak bisa membayangkan hebatnya serangan dan cemooh yang harus Hosea terima dari rekan-rekan sepelayanannya dan juga masyarakat hari itu. Mengawini perempuan sundal dan melahirkan anak-anak sundal karena perintah Tuhan, sebab Tuhan telah menghakimi negeri Israel bersundal hebat. Buat saya itu sebuah mandat yang ekstrim.
Jika bukan karena Hosea memiliki pengenalan akan Tuhan yang begitu dalam, tidak mungkin Hosea rela menempuh resiko seekstrim itu.
Tuhan tidak puas hanya menyingkapkan sebagian yang bisa kita tahu, sebab sesungguhnya masih banyak yang hendak Beliau sampaikan, namun untuk hal itu Beliau sabar menantikan sampai kita sanggup menerima bahkan yang paling misterius itu, yang tak terpikirkan oleh hati kita.
Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: "Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!" Dan firman-Nya: "Tuliskanlah, karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar."
Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya.
Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu.
Saya mau menerima yang baru. Saya mau menerima yang ekstrim.