Bangun tadi sore, pening, terlalu lama tidur sepertinya. Aku cari air minum, habis ternyata, aku keluar kamar tidur ke dapur cari air minum, ga ada juga, aku keluar rumah, ketemu kamu, gajadi haus, aku kaget. "Hai" "Halo" "Ngapain kesini? Dari kapan? Aku sedikit kaget sih" "Dari 200 detik yang lalu, abis beli kupat tahu di situ, aku ikut makan di depan rumah kamu, terus haus aku pengen minta minum, tapi malu, jadi aku tunggu kamu keluar" "Maaf air dirumah sedang kosong, ini aku baru mau minta ke bapak penjual kupat tahu" "Percuma, habis juga, aku sudah minta" "Lalu bagaimana? Aku haus sekali, terus ini bau mulut baru bangun" "Yasudah kita duduk dulu disini, sini duduk sebelahku" "Tapi mulutku bau" "Masa? Coba" "HAH" "Wih sedap ini aroma terapi, bikin aku seger lagi, makasih ya!" "Kamu bisa aja" Aku duduk sebelahnya, dia namanya naryana, teman kakaku, rumahnya ga jauh, cuman 37 langkah dari rumahku. Dia kayanya suka padaku, dia sering datang kerumah, pura pura cari kakaku, padahal pengen ngobrol sama aku. Aku juga kayaknya suka sama dia, habis dia unik, kemarin dia batuk terus bersin, abis itu ngeliatin aku sambil senyum, katanya tadi dia kentut tapi malu jadi dia bersin supaya suara kentut ga kedengeran. Aku jadi lumayan suka sama dia. Dia tinggi, badannya berisi, rambut gondrong tidak panjang, telinganya ditindik, di tangannya ada tato gambar kucing, memang penampilanya kaya preman, tapi hatinya baik, dia suka nolongin semua orang. Aku ngobrol panjang lebar sama dia, dia lucu, tiap ketemu pasti ada saja kekonyolanya. Btw (baca: betewe) rasa haus makin membelenggu, mataharipun sudah tidak menampakan diri, narya pamit pulang. Aku masuk kedalam rumah, dirumah sedang kosong tidak ada siapa-siapa, aku nyalakan tv, ada breaking news, dibilang dunia sedang dilanda kekeringan, penyebabnya satu: ada alien penghisap air! Ya benar! Ada alien di bumi! Dia sedot air pakai pesawatnya, pantas saja tidak ada air. Tentara PBB turun tangan, mereka bernegosiasi dengan alien tersebut, sialnya alien tersebut berbicara bahasa alien, jadi tidak ada yang mengerti, jadi mereka menyatakan perang dengan alien. Naryana datang kerumahku lagi, mukanya pucat, dia bilang semua orang hilang, katanya pada ikut perang dengan alien, naryana suruh aku bersiap-siap, dia mau ajak aku naik gunung, katanya di atas gunung banyak air, akusih nurut saja. Setelah semua siap, dia kasih aku air sebotol, entah darimana dia dapat, aku minum, dia juga kasih odol sama sikat gigi baru ke aku, aku sikat gigi dulu biar ga bau mulut. Aku berangkat ke gunung sama naryana pake motor trail naryana, untung gunungnya dekat, cuman 8000 detik dari rumah. Aku turun dari motornya, naryana siapin tenda, sepi sekali, aku jadi takut. Sekarang jam 12 malam, aku dan naryana sedang diam disamping api unggun. Suasananya syahdu sekali, suara jangkrik jadi musik yang temani kami berdua. Naryana mulai angkat bicara: "Nu..." (namaku shinta anugerah, narya suka panggil aku anu) "Ya nar.." "Aku suka kamu, mau kamu jadi pasanganku?" "Hmm, sebenernya aku juga suka sama kamu nar, mau aku jadi pasangan kamu nar" "Tapi... Kamu terima aku apa adanya kan?" "Iya nar, aku terima kamu semuanya, sama bonus bonusnya nar" "Kalau boleh jujur, aku.. Aku sebenernya mata mata alien nar, aku ditugasin buat mata matain bumi.." APA!!! (Backsound: jeng jeng jeng jeng) aku tidak percaya, ternyata naryana bagian dari pencuri airku! Aku tak bisa berkata kata, aku merasa dibohongi! "Aku.. Aku menyesal nu, aku menyesal sudah memberikan informasi buat bangsaku kalau bumi punya banyak air. Planetku kekeringan nar, kami tidak mencuri sebenarnya, kami minta sedikit, kami sudah bilang ke presideb pbb, tapi mereka menolaknya. kalau media bilang alasan perang adalah tidak ditemukanya jalan lain karena bahasa kami berbeda, mereka bohong nu, kami bisa bahasa inggris, mereka cuman pelit, tidak mau berbagi air, mereka tembak pesawat kami duluan, kami tidak bisa tinggal diam, kami balas tembakan" "Padahal sebenarnya air di bumi sangat banyak, kami punya program pengembangan air, dari air bumi, kami bisa melipat gandakan jumlah air yang kani minta, tapi bumi menolak mentah mentah, malah mereka menembaki kami, presiden bangsa kami marah nu, kami akhirnya paksa ambil air, maafkan bangsa ku nu.. Ini terpaksa, demi kelangsungan hidup 4 miliyar lebih jiwa nu.. Aku mohon pengertian dari kamu nu.. Aku juga benci bangsaku yang memaksakan kehendaknya, oleh sebab itu aku kabir dari tugasku nu.." Aku menangis, tak percaya kata-kata naryana, tapi aku berpikir, bahwa semua bukan kehendak naryana, ia juga tidak meminta dilahirkan sebagai alien, dia juga tidak ingin perang terjadi, ini semua diluar kehendak dia sebagai alien. Aku tersenyum ke naryana, aku peluk dia, dia balas peluk aku. Terdengar suara ledakan dan tembakan, mereka sudah mulai perang, kami tidak peduli, kami tetap berpelukan saling merasakan. Sudah 5 bulan berlalu, perang sudah usai dengan hasil tidak ada yang menang, dunia hancur, semua alien dan manusia mati, hanya tinggal aku dan naryana, kami memutuskan untuk menikah, dinikahkan alam, disaksikan hewan hewan, aku jadi istri alien, aku jadi hawa dan narya jadi adam, kami makhluk baru di dunia yang baru.