Kadang saking udah terbiasanya scrolling media sosial dan memang hidup di era teknologi sedemikian rupa ini, kita jadi mencari solusi dan padanan hidup kepada media sosial.
Bagaimana para influencer memberitakan lifestyle mereka, parenting mereka, financial planning, hingga kehidupan rumah tangga mereka, yang tentu saja terlihat ideal dan baik, menjadi patokan yang mengikat hati dan pikiran kita.
Apa-apa sebisa mungkin diidealkan, distandarkan, disamakan, dimiripkan, dengan apa yang diajarkan oleh para influencer.
Ya ngga papa sih, apalagi kalau itu kebaikan.
Hanya saja, jangan sampai terlalu sering mencari solusi di media sosial sampai lupa siapa teladan pertama-tama kita dalam mengatur hidup ini dr gaya hidup, parenting, sampai pernikahan. Beliaulah Rasulullah SAW, juga para Sahabat, dan Nabi dan Rasul terdahulu.
Kisah mereka, mungkin tidak begitu konten-able. Misal saja, Rasulullah SAW yang tidak menemui makanan di rumah di pagi hari maka memutuskan untuk berpuasa. Jauh dr konten ketika bagaimana influencer harus menyiapkan makanan setiap pagi dg cermat dan estetik.
Juga bagaimana istri dari nabi dan rasul yang lainnya hidup dg sederhana dan penuh kepahitan, yang hidupnya tidak konten-able untuk memenuhi standar media sosial yg harus gemerlap dan mewah.