SURAT UNTUK SIAPA SAJA YANG MERASA
Sembari menarik napas, udara di sekeliling ikut mengembun setelah detik terakhir hembusan ingin dilepas, diiringi kata per kata yang setiap huruf tak jarang tertinggal.
Lagi-lagi saya beri spasi pada tiap hal yang seringkali membebani diri sendiri. Tiap malam diserbu benang kusut yang membawa kawan turut serta memporak-porandakan isi pikiran.
Lupa lelah, lupa kantuk, lupa bahwa setiap napas telah diberi jatah masing-masing dalam mengemban tugas setiap hari. Terlepas tidak tahu dirinya dukacita yang selalu menjadi pemenang di setiap pergantian musim, hingga beranggapan bahwa sukacita tidak pernah tercipta keberadaannya.
Setiap doa malam ini punya resiko menjadi takdir yang tuhan kabulkan sebagai hadiah lisan untuk perapalan yang baik.
Selamat hilang menuju ruang tanpa batas