Dulu saya sering melewatkan janji, melupakannya, dan tak merasa bersalah atas apa yang saya lakukan. Satu hal dalam benak saya, “tak apa lah tak datang.”
Saat ini saya sedang bersalah dan malu. Tak hanya pada orang yang saya janjikan untuk mengusahakan datang, tak hanya pada diri sendiri yang mudah membuat janji, tapi pada Allah yang telah mendengar janji saya.
Akhirnya, saya hanyalah orang yang merugi, karena melewati satu momen kebaikan.
















