Si pelupa
Manusia dengan segala pikunnya
Lupa dengan doa doa yang dulu ia ucap ucap
Dahulu, manusia menginginkan untuk bisa berjalan di atas tanah tanpa perlu digendong, tanpa perlu dibopong.
Setelah mampu berjalan, manusia ingin berlari dengan cepat.
Tuhanpun mengabulkan dengan kilat
Tak berhenti di permohonan itu
Manusia dengan tidak berlogika berdoa memohon mohon meminta sepasang sayap.
Tak cukup baginya berpijak di tanah, terlalu rendah katanya.
"Jiwa bebasku ingin terbang dengan lepas, jadi mohon kabulkan permohonan ku yang terakhir ini" pinta manusia tanpa membangun ibadah dan sedekahnya.
Sibuk perihal doa doa, melupa perihal karunia, mengabaikan perintah ibadah tuhannya.
Lantas, tanpa mengunjungi renung di sepertiga malam, manusia marah perihal doa yang tak diijabah?
Dasar si pelupa!














