Sedang membiasakan diri dengan hal-hal yang tidak biasa. Mungkin sebenarnya semua hal adalah biasa, dan tidak biasa. Entah. - Sastrasa

seen from United States

seen from United States
seen from China
seen from China
seen from Türkiye
seen from Brazil
seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States
seen from China
seen from United States
seen from Sweden

seen from United States
seen from United States
Sedang membiasakan diri dengan hal-hal yang tidak biasa. Mungkin sebenarnya semua hal adalah biasa, dan tidak biasa. Entah. - Sastrasa
Momen itu. Momen kita. Aku tak ingin lupa. Tapi kenapa rasanya semua lewat begitu saja? Satu tahun berlalu tanpa terasa. Aku ingin benar-benar merasakannya -mengingatnya, mengenangnya, semua soal mu. Tentang kita.
- Sastrasa
Menikahlah dengan seseorang yang mau mempelajari keseluruhan dan keutuhan dirimu.
- Sastrasa
Menjauhimu adalah cara mencintaiku paling serius. Sebab kamu adalah salah satu perwujudan wajah Tuhan di bumi. Maka dari itu aku ingin lebih banyak mencintai penciptamu. Kita yang sekarang belum bisa kemana-mana.
- Sastrasa
Kadang kamu dipertemukan seseorang hanya untuk kehilangan diri. Tapi kadang kamu dipertemukan seseorang untuk menemukan diri yang telah lama hilang. Pulang, pergi, berkelana, menetap hanyalah tentang apa yang dibawa, ditinggalkan, dilupakan dan dikembalikan.
- Sastrasa
Lucu. Semakin lama aku justru semakin menyadari ketampananmu. Meski sejak awal aku memang tertarik dengan penampilan fisikmu, tapi aku enggak menyangka kalau saat ini rasanya jadi agak berbeda. Wajahmu dengan fiturnya yang unik. Wajahmu dengan senyummu yang menarik. Wajahmu dengan jenaka yang menggelitik. Aku jatuh suka dengan sederhananya wajahmu, apa adanya senyummu, dan tawa yang bisa terbit dari situ.
- Sastrasa
Lebih baik aku gagal; belum memahamimu, daripada harus tersesat dalam kesalahpahaman.
- Sastrasa
Ada seseorang yang gemar mencintai orang yang salah. Padahal jelas gak dihargai, masih saja begitu sabar mencintai. Untuk apa sih begitu terus? Sampai mengabaikan yang mencintai dengan serius? Apakah gak ingin merasa dicintai dengan brutal dan ugal-ugalan? Ada baiknya berhenti sekarang, sebelum terkekang.
- Sastrasa
Sajak untuk Mama.