Technological Determinism: Tinder
Marshall McLuhan mengatakan bahwa kegunaan normal seseorang terhadap teknologi dapat merubah kesadaran mereka. McLuhan mengatakan bahwa bentuk teknologi komunikasi (oral, cetak, dan elektronik) hadir dalam momen historis tertentu yang membentuk peruahan sosial dan kultural. Teori ini didukung oleh pemikiran “Medium is the message” yang menjelaskan bahwa medium dari sebuah pesan lebih penting daripada pesan yang disampaikan oleh medium itu sendiri.
Techonlogical Deteriminism mengatakan bahwa teknologi mengubah masyarakat dalam berbagai level seperti institusi, interaksi sosial, dan individu. Teknologi juga diyakini sebagai alasan utama atas berbagai macam fenomena sosial. Adanya teknologi membentuk cara hidup seseorang hal, Techonological determinism melihat adanya hubungan kausalitas dari teknologi dan perkembangan sosial budaya yang ada di masyarakat.
Tinder adalah salah satu aplikasi yang dapat diunduh dalam smartphone. Smartphone yakni salah satu bentuk perkembangan teknologi pada zaman modern merupakan medium yang penting dalam membentuk cara seseorang berinteraksi dan berkomunkasi dewasa kini. Tinder adalah sebuah aplikasi yang memfasilitasi orang-orang untuk bertemu dan mencari pasangannya. Menggunakan sistem swipe dan like dalam cara penggunaannya, Tinder menyediakan informasi, kesamaan ketertarikan, serta memberikan akses untuk berkomunikasi melalui chat untuk siapapun.
Memiliki tagline “it’s how people meet” Tinder merupakan salah satu bentuk nyata dari Technological Determinisim. Tinder menjadi cara baru untuk orang-orang bertemu pasangannya dalam zaman modern ini. Orang-orang tidak perlu bertemu secara langsung dengan orang yang ia sukai atau memiliki ketertarikan atas penampilan secara langsung namun dapat menggunakan Tinder sebagai medium untuk “mencari” pasangan yang diinginkannya dengan cara melihat profil Tinder yang dimiliki seseorang.
Tinder juga dapat merubah pemikiran seseorang tentang mencari pasangan, untuk beberapa orang mencari pasangan adalah hal yang sulit Tinder hadiru untuk membuat mencari pasangan sebagai hal yang mudah. Tinder mengubah cara seseorang dalam bertemu dan berinteraksi sosial dimana terjadinya perubahan dalam mencari pasangan secara tradisional yakni bertemu atau mungkin dikenalkan oleh orang lain menjadi bertemu dan dikenalkan oleh Tinder.
Salah satu penelitian yang dilakukan oleh Jessica Carbino yang dimuat dalam situs Vanity Fair terkait dengan Tinder adalah menginkatnya pengunaan Tinder di Amerika sebanyak 7.6% dari biasanya pada hari Valentine (pada tahun 2015).
Hal ini menggambarkan banyaknya orang-orang yang beralih ke Tinder untuk mencari pasangan, khususnya pada hari kasih sayang. Berdasarkan penjelasan diatas dapat dilihat bahwa hadirnya Tinder membawa perubahan sosial dan kultural dalam mencari dan menemukan pasangan.
Jika dilihat lebih jauh, kehadiran teknologi yang mengubah masyarakat secara sosial dan kultural ini juga memiliki resikonya masing-masing. Hadirnya Tinder dapat memunculkan resiko penipuan dalam praktiknya. Selain itu, Tinder yang fokus kepada foto diri seseorang pada proses swipe dan like yang ada didalamnya dapat membentuk kepercayaan diri seSeorang dan cara kita melihat orang lain berdasarkan foto mereka. Oleh karena itu dengan adanya Techonologial Determinism perlu didukung oleh literasi media yang baik agar kita dapat mengambil sisi positif dari segala perubahan yang terjadi
Oleh Talitha Eza Farahdina (1606894300)
Sumber: Grossberg, Lawrence. 2006 .Media Making: Mass Media in Popular Culture. USA: Sage Publications
Inforgrafis oleh Jessica Carbino dalam https://www.vanityfair.com/news/2015/02/tinder-valentines-day-record













