Perkara Titip-Menitip Doa
Bu, jika sedang bersujud kepada langit, apa aku boleh menitip doa-doa baik?
Sepertinya malaikat lebih senang mendengar dan menjawab doa-doa dari orang rendah hati.
Aku tahu persis kalau Tuhan dan alam semesta baik hati, tetapi sepertinya doa-doaku seringkali masuk dalam daftar antrian
(eh, apa karena aku saja yang terlalu sombong untuk menundukkan kepala?)
Tetapi sungguh, aku juga ingin permintaannya didengar penguasa langit dan bumi.
Menangis sudah tidak ada artinya lagi sama sekali karena aku terlalu lelah melakukannya, tapi orang-orang berkata supaya jangan menyerah.
Bu, aku bosan tidak diacuhkan semesta, apa jangan-jangan makhluk langit tidak menyukaiku?
Sedih sekali, masa’ aku disayang makhluk bumi tetapi dibenci makhluk langit?
Kemarin malam aku hanya berdoa, bukan yang muluk-muluk, aku hanya minta agar bisa tidur cepat dan nyenyak, tetapi bahkan sampai fajar dan langit berubah warna pun aku tetap tidak mengantuk sama sekali.
Akhir-akhir ini permintaanku jarang sekali dikabulkan semesta. Kalau misalnya aku bilang aku tidak ingin melanjutkan kehidupan lagi, kira-kira mereka akan mengacuhkan atau tetap mengabaikan aku, ya, bu?
Aku hanya bercanda. Titip doa, ya, bu, semoga Tuhan dan semesta selalu berbaik hati untuk sengaja tidak mendengar doa-doaku yang terlalu menyedihkan didengar mereka yang berjuang untuk hidup.
Semoga Tuhan Yang Maha Kaya berkenan memberi sedikit kekuatan untuk menjalani kehidupan, karena rasanya hidup benar-benar sudah tidak masuk akal lagi.
Jakarta, 26 Februari 2020 06:36
Insomnia yang semakin memburuk