Tentang Ijin dari-Nya
Kau tahu, bicara tentang ilmu itu sungguh bukan tentang kecerdasan saja. Tapi, benar-benar tentang apakah Allah mengijinkan untuk memahami suatu ilmu tersebut. Sebagaimana saat Ia menciptakan sesuatu: Kun Fayakun. Jadilah, Maka terjadilah; bila Ia hendak membuat kita paham, akan terjadilah.
Sebuah pelajaran kecil dari belajar Ushul kali ini. Tugas kelompok, masing-masing mendapatkan tugas untuk menjelaskan satu paragraf saja. Tapi sungguh, berhari-hari berusaha memahami, sampai sudah minta dijelaskan, nggak cuma satu dua kawan, membuka dua tiga kitab referensi lain; tapi ternyata pemahaman itu belum tiba. Dan semalam, saat rencananya hari ini tiba waktu presentasi (meski ternyata ditunda), barulah Allah berikah pemahaman, Allah beri taufiq dan pertolongan buat memahami penjelasan yang ternyata bisa dibilang sederhana saja. Ya, begitulah yang terjadi ketika Allah berkehendak otak ini bisa menghubungkan antar titik-titik ilmu tersebut.
Jadi, sekeras apapun kamu berusaha, sebanyak apapun kamu menghabiskan waktu untuk meraih dan mengejar sesuatu, pahamilah bahwasanya hanya Allah yang benar-benar bisa membuatmu meraih dan mendapatkan sesuatu itu. Bukan karena dirimu, bukan juga karena usahamu.
Terakhir, kalau yang sudah berusaha kuat saja terkadang ada yang belum Allah ijinkan untuk meraih apa yang dia inginkan, apalagi yang malas, yang sama sekali tidak berusaha; apakah pantas untuk mendapatkan pertolongan dan kemudahan dari-Nya?
(13/10/21)














