Selesai.
Selesai. Selesai bukan persoalan matematika Juga bukan perkara kata Apalagi hitungan warsa Selsai bisa saja terukur berbeda Karena melibatkan rasa Karena kehadirannya yang sementara
Not today Justin
Today's Document

Discoholic 🪩
TMBGareOK. The Official They Might Be Giants tumblr
art blog(derogatory)
macklin celebrini has autism
🩵 avery cochrane 🩵
RMH

pixel skylines
taylor price
Claire Keane
Phantogram Three
Fieri Frames

Jar Jar Binks Fan Club

No title available

No title available
$LAYYYTER
Cookie Run:Kingdom Official!
The Bright Sessions

PR's Tumblrdome
seen from Bangladesh
seen from Argentina

seen from Bangladesh
seen from Germany
seen from United Kingdom
seen from United States
seen from Azerbaijan
seen from South Africa
seen from United States
seen from TĂĽrkiye

seen from United Kingdom

seen from Singapore
seen from India

seen from United States
seen from TĂĽrkiye
seen from Australia
seen from Kazakhstan
seen from United States

seen from United States
seen from Vietnam
@andarisa-blog
Selesai.
Selesai. Selesai bukan persoalan matematika Juga bukan perkara kata Apalagi hitungan warsa Selsai bisa saja terukur berbeda Karena melibatkan rasa Karena kehadirannya yang sementara
How are you handle your emotion?
Ada tiga gaya khas seseorang dalam menangani dan mengatasi emosi menurut Mayer :
1. Sadar diri, mereka yang peka akan suasana hati mereka, mereka cerdas seacara emosi, memiliki pemikiran jernih. Mereka mandiri, pribadi yang sehat, dan memiliki persepsi yang positif pada kehidupan. Bisa suasana hatinya jelek, mereka mampu melepaskan diri dengan cepat, ketajaman pola pikir mereka menjadi penolong untuk mengatur emosi.
2. Tenggelam dalam permasalahan, mereka yang sering merasa dikuasai oleh emosi dan tak berdaya melepaskan diri, seolah-olah suasana hati mereka telah mengambil alih kekuasaan. Mereka mudah marah dan tidak peka pada perasaaannya, sehingga larut dalam prasaannya dan bukan mencari perspektif lain.
3. Pasrah. Meskipun sering kali peka akan apa yang dirasakan, mereka cenderung menerima begitu saja, tidak berusaha untuk mengubahnya.
LDR itu berpisah berkali-kali Ditinggalkan dan meninggalkan berkali-kali Rindu berlipat-lipat ganda Sepi yang seringnya tak terobati Namun juga jatuh cinta berkali-kali
People are disturbed not by events, but by the views which they take of them
Epicentrus
Rate.
1-10?. 10
Kita berharap yang terbaik tapi sering lupa bahwa yang terbaik itu kadang adalah yang diperbaiki dan bersedia diperbaiki.
Lautan Langit, KG
I hope you're cool. Not a fool.
Yogyakarta hari ini tak lagi sama. Banyak kata yang menguap di udara. Ada mata yang tak terpuaskan inginnya. Ada teriakan dalam hati yang terpaksa diredam. Ada luka yang sulit reda dan masih saja menganga. Tugu hari ini hampa tanpa drama. Tak ada lagi perpisahan penuh duka atau pertemuan penuh tawa. Bahkan tak ada nyanyian pengantar laju kereta.
Sekacau apa musimmu sebelum ini hingga diterjang badai, percaya saja cerah akan datang kembali. Barangkali disertai pelangi.
(via aksarannyta)
Kacau, kuadrat..
Sometimes I feel like I'm good at make people go.
-me-
Dear you,
Di antara orang-orang yang meragukan dirinya, kamu meragukan keraguan itu sendiri. Mempertanyakan esensi ragu jika pada akhirnya manusia tetap saja abu. Meskipun sebenarnya kamu takut berakhir dalam semu. Meskipun dunia memang tak pasti, tolong, jangan takut bermimpi.
Di antara orang-orang yang mengikuti arus, kamu mencoba melacak arusmu sendiri. Mencari jawaban atas air yang terasa tak sama, udara yang tercium berbeda. Membuka mata dengan berani. Kemudian menemukan kenyataan bahwa terkadang ikan yang mencemari airnya sendiri. Dan mau tak mau, hidup menuntutmu bertahan dan menerima. Dan kamu mencoba. Terus mencoba meskipun kamu merasa lelah. Meskipun masalah datang nyatakan lemahmu, tolong, jangan menyerah.
Di antara dewasa-dewasa yang seharusnya melindungimu, kamu berdiri mencoba mengayomi. Mencoba membuat mereka merasa hangat di dunia yang tak pernah ramah. Mereka yang terkadang tak menyadari seberapa besar kamu berusaha. Meskipun terkadang dunia menilaimu salah, tolong, jangan merasa kamu tak berperan.
Kamu yang selalu memiliki cara untuk membuat orang di sekitarmu merasa aman. Tanpa mereka tahu bahwa kamu sendiri mungkin ketakutan.
Kamu yang mengajarkanku bagaimana membungkus resah dalam ramah. Mengemas keluh tanpa terlihat rapuh.
Kamu yang selalu menjadi diri sendiri dan berani.
Apakah kamu tahu seberapa berharganya kamu? Apakah kamu tahu seberapa mengagumkannya kamu? Apakah kamu tahu seberapa aku beruntung mengenalmu? Apakah kamu tahu seberapa banyak aku belajar darimu?
Jika kamu belum tahu, ini aku beri tahu. Â I adore you, dek! ~
Yogyakarta, Maret 2017
I don’t like the world, But I plan to live. I don’t care like I used to - downhill by elephant kind
Menjadi diri sendiri itu tidak mudah. Sebagian besar dari kita memilih menggunakan topeng di mana pun, bahkan mungkin tidak hanya satu topeng. Mengapa? Karena menjadi diri sendiri sama saja tampil “telanjang” di depan umum. Terlalu banyak risiko dan kekahwatiran. Khawatir menemukan diri yang tak diterima lingkungan. Khawatir akan penilain orang. Kawatir diri yang tak memenuhi ekspektasi dunia. Terutama risiko akan luka yang mungkin diterima. Sama seperti pakaian, topeng itu melindungi. Sama seperti pilihan pakaian, topeng juga menyesuaikan. Ketika datang ke pesta misalnya, kita mengenakan baju pesta lengkap dengan topeng bahagia. Ketika menghadiri pemakaman, kita mengenakan baju hitam tanda berduka lengkap dengan topeng seolah terluka. Kita terlalu penakut untuk “menampakkan” diri. Kita memilih siapa yang kita ijinkan untuk melihat diri kita. Entah itu akan menjadi anugerah atau musibah bagi dia. Kita hanya tahu bahwa dia akan menerima diri kita sepenuhnya. Bahwa dia tak akan kemana-mana meski telah melihat diri kita yang terbentuk dari sekumpulan luka dan dosa. Mirisnya, banyak juga orang baik yang bersembunyi di balik topengnya. Mengapa?. Karena dunia tidak selalu memberikan respon positif akan kebaikannya, bahkan mungkin dunia pernah memanfaatkan kebaikannya dan hanya menyisakan luka. Jadi, tidak apa menggunakan topeng. Asal tahu bahwa kita harus melepasnya sewaktu-waktu, tenntunya di hadapan dia yang akan menerima tanpa mengambil keuntungan. Selamat bermain peran!
Yogyakarta, Februari 2017
Is that right when you want everybody live well while you have no life ?
I don’t know what’s going on. I don’t know what I feel. I don't know how, I don't know why. I just know that I’m not ok.
Yogyakarta, Januari 2017
Segelas teh hangat
Ada satu november malam yang basah Di mana dingin terasa begitu erat mendekap jogja Dan hening terlalu memekikkan telinga Memaksa dia yang rapuh menjadi tangguh Menuntut dia yang lemah untuk terus bergairah Seorang perempuan kecil yg bermimpi membantu mereka yg sedang resah Mencoba terus memberi warna pada muram di sekitarnya Tanpa menyadari cerianya yang kian meredup Dia yang terbiasa melihat dunia yg hijau dan sejuk Harus terjun membereskan carut-marut Banyak hati tercecer yg ditemukannya di setiap sudut Ada juga premature dalam bijaksana yang membuatnya tercengang Dia terpesona bagaimana orang berjalan dengan pisau di dada Dia tak pernah tau rasanya makan dikelilingi percikan darah Dunianya terlalu ramah untuk memaklumi semua Mungkin dia juga butuh dikuatkan oleh hati yg penuh perekat karena pernah memburai Dan tangan yg menyuguhkan segelas teh hangat untuk meyakinkan semua baik-baik saja Untuk dapat tangguh melihat bilur yg menyita warnanya
Yogyakarta, novemberain
Psikologi itu bukan persoalan matematis. Ga ada rumus baku terbentuknya perilaku. Satu tambah satu ga selalu dua. Ga bisa tutup mata dan mengabaikan latar. Kadang niat ngukur volume air malah kekuatan wadahnya yg ketahuan. Dan building raport itu masalah kepercayaan untuk dapat merasa aman tampil telanjang secara psikologis, ga bisa diukur waktu. Kepercayaan bukan masalah kuantitas.
#pkppitukeras