Aku akan jadi orang paling bahagia, ketika mendengar kabar itu.
Dan sekarang aku menepati janjiku :)
Today's Document
No title available
Cosmic Funnies

❣ Chile in a Photography ❣
Noah Kahan

Discoholic 🪩
No title available
𓃗

gracie abrams
Claire Keane
almost home
YOU ARE THE REASON
ojovivo
RMH

Origami Around

Jimmy Eat World

if i look back, i am lost
tumblr dot com
Fai_Ryy
official daine visual archive
seen from Pakistan
seen from Iraq

seen from United States
seen from Brazil
seen from Australia

seen from Colombia

seen from United Kingdom

seen from China
seen from United States

seen from United States
seen from France
seen from United States
seen from Singapore
seen from United States

seen from T1

seen from Brazil

seen from United States
seen from Netherlands

seen from Canada
seen from United Kingdom
@assicapermata-blog
Aku akan jadi orang paling bahagia, ketika mendengar kabar itu.
Dan sekarang aku menepati janjiku :)
Aku memutuskan untuk bahagia, dalam kesederhanaan.
Azeg. Quotes random-alay ditengah hujan. U made me happy, tho :)
Lesson 6: Pain and Loneliness
"Mengapa ada sang hitam, bila putih menyenangkan?" Potongan lagu yang terkenal banget dari So7. Menurutku, pasti hampir semua orang pernah mikir seperti itu. Mama pun pernah ngomong random waktu nonton berita, "kenapa ya ada orang jahat di dunia ini? Kenapa ngga semua orang baik aja?" Kenapa harus ada sakit, disaat ga ada yang mau sakit? Kenapa harus ada kesepian, kalau ga ada yang mau merasa sepi? Kenapa ada penderitaan, disaat semua orang inginnya bahagia? Tapi Allah SWT membuat semuanya seimbang dan teratur. Ada sedih ada senang, begitu pula ada hawa nafsu dan hati nurani. Hawa nafsu inilah yang apabila tidak dikontrol, akan mengarahkan manusia menuju kerusakan di muka bumi. Jawaban serupa pernah kutemukan di sebuah komik (not a famous one, tho). "Karena ada rasa sakit, manusia menjadi kuat. Karena tahu kesepian, manusia menjadi lebih baik." Jadi, bersyukurlah yang pernah merasnakan hal tersebut, dan ambillah pelajaran didalamnya. Pain makes you stronger, and loneliness makes you kinder. Be grateful and keep smile! :)
"you have to value yourself more, sik."
I decided to create a masterpost that would help you with what you are struggling with. Hopefully any of the links below will help you! Reminder; You’re going to be okay. What you are going through will pass, just remember to breathe.
————————————————————————————-
Distractions;
Here are some distractions to help keep your mind occupied so you aren’t too focused on your thoughts.
-Draw something
-This website translates the time into colours.
-Create your own galaxy.
-Play flowing.
-Make a 3D line travel where ever you like.
-Listen to music.
-Calm.
-Ocean mood, do nothing for two minutes.
Sleep issues;
- 8 hour sleep music.
-Rainy mood.
-Meditation.
-Coping with nightmares.
-How to cope with nightmares, 11 steps.
-Calm
-Foods that can affect your sleeping, both positive and negatively.
Uncomfortable with silence;
-Rainy mood.
-10 hours of rain and thunder.
-3 hours of rain and thunder.
-Human heartbeat.
-Rainforest.
-Sound of rain on a tin roof.
-Autumn wind.
-Rain on a tent
-Traffic in the rain.
-Soft traffic.
-Fan.
-Train.
-Simply noise.
-My noise.
-Rainy cafe.
Anxiety;
-How to stop worrying.
-Tips to manage anxiety and stress.
-The 10 best ever anxiety management techniques.
-Self-help strategies for anxiety.
-Helping a friend with anxiety.
-All about worrying.
-8 myths about anxiety.
Sad, angry and depressed/depression;
-“I’m always sad”
-Feeling sad.
-Going through trauma.
-“I’m always angry”.
-Anger management.
-All about anger.
-National helplines and websites.
-Self-help strategies for depression.
-Dealing with depression at work.
-Dealing with depression at school.
Isolation and loneliness;
-Pets and mental health.
-All about loneliness.
-“I feel so alone”
-10 more ideas to help with loneliness.
-How to deal with loneliness.
Self-harm;
-Alternatives to self-harm and distraction techniques.
-146 things to do besides self-harm.
-More alternatives to self-harm.
-Self-harm alternatives.
-How to take care of self-harm wounds/injuries.
-Getting rid of scars.
Addiction;
-How to help a friend with a drug addiction.
-What is addiction?
-All about alcohol and addiction.
-The facts about drug addiction.
Eating disorders;
-Helping a friend with an eating disorder.
-Eating disorder treatments.
-Support services for eating disorders.
-Self-help tips with eating disorders.
-Eating disorder recovery.
-Recovering from an eating disorder.
-100+ reasons to recover.
-Understanding and managing eating disorders.
Dealing with self-hatred;
-3 ways to ease self-loathing.
-How to turn self-hatred into self-compassion.
-Self-hatred resources.
-10 step plan to deal with self-hate.
Suicidal;
-International suicide hotlines (1) (2)
-Preventing suicide.
-Reasons to stay alive.
-Dealing with suicidal thoughts and feelings.
-Coping with suicidal ideation.
Schizophrenia;
-All about schizophrenia.
-Helping a person with schizophrenia.
-Understanding and dealing with schizophrenia.
-Delusions and hallucinations.
OCD;
-Managing your OCD at home.
-Overcoming OCD.
-How to cope with OCD.
-Strategies for dealing with the anxious moments.
Borderline personality disorder;
-Helping someone with BPD.
-All about personality disorders.
-Treatment for BPD.
Abuse;
-Healthy relationships VS abusive relationships.
-Emotional abuse
-Overcoming sexual abuse.
-Hotlines services.
-5 ways to escape an abusive relationship.
-Domestic violence support.
-Signs of an abusive relationship.
-What do to if you’re in an abusive relationship.
-Surviving abuse.
-What you can do if you’re sexual harassed.
-Sexual assault support.
-What to do if you’ve been sexually assaulted or abused.
Bullying;
-How to stand up against bullying.
-How to protect yourself when it comes to cyber bullying.
-How to help stop people bullying you.
Loss and grief;
-How to cope with a suicide of a loved one.
-Grieving for a stranger.
-Common reactions to death.
-Working through grief.
(Other loss and grief)
-Moving away from friends and family.
-Coping with a breakup.
Getting help;
-Seeking help early.
-All about psychological treatments.
-Types of help.
-All about age and confidentiality.
Things you need to remember;
- Don’t stress about being fixed because you’re not broken.
-Remember to remind yourself of your accomplishments. Tell yourself that you’re proud of yourself, even if you’re not.
- This is temporary. You won’t always feel like this.
-You are not alone.
-You are enough.
-You are important.
-You are worth it.
-You are strong.
-You are not a failure,
-Good people exist.
-Reaching out shows strength.
-Breathe.
-Don’t listen to the thoughts that are not helping you.
-Give yourself credit.
-Don’t be ashamed of your emotions, for the good or bad ones.
-Treat yourself the same way as you would treat a good friend.
-Focus on the things you can change.
-Let go of toxic people.
-You don’t need to hide, you’re allowed to feel the way you do.
-Try not to beat yourself up.
-Something is always happening, you don’t want to miss out on what’s going to happen next.
-You are not a bother.
-Your existence is more than your appearance.
-You are smart.
-You are loved.
-You are wanted.
-You are needed.
-Better days are coming.
-Just because your past is dark, doesn’t mean your future isn’t bright.
-You have more potential than you think.
- Your value doesn’t decrease based on someone’s inability to see your worth.
Please remember to look after yourself and know that you are more than worth it and you deserve to be happy. Keep smiling butterflies x
God bless the person who made this
I needed this right now. I needed this and it’s here. Thank you.
Cerpen : Untuk Kakak Terbaik
Sepeda motor melaju kencang, aku memeluk erat kakakku dari belakang. Aku benci betul dengan motor sport kakakku ini karena sangat tidak nyaman untuk duduk dibelakang. Itu membuatku harus memeluk kakakku, mungkin orang mengira kami adalah sepasang kekasih.
“Hai Adik sayang, jangan tidur!”kakakku tiba-tiba menyentak.
“Eh enak aja! Kakak jangan ngebut, pegel nih dibelakang,”jawabku ketus.
“Salah sendiri gak bisa pakai motor kakak ini,”ujarnya.
“Yeee, jual aja ganti yang matic biar bisa gantian,”aku semakin ketus.
Kami berhenti diperempatan dekat sekolah SMA kami dulu. Sebuah mobil berhenti disebelah kami. Terlihat di dalamnya ada sepasangan suami istri juga orang tuanya. Terlihat begitu bahagia, meski aku tidak mendengar apa yang mereka katakan. Aku tersenyum. Aku menghela nafas.
Mobil itu berjalan, kami pun. Aku memerhatikan kakaku dari belakang, memerhatikan kepalanya yang tertutup helm full-face, memerhatikan tangannya yang memegang stang motor, memerhatikan bahunya. Tiba-tiba aku merasa sayang dengan kakakku ini, aku tersenyum.
Aku memeluk kakak dari belakang.
“Kak, pelan-pelan dong,“aku merajuk.
Sekalipun kami bertengkar, sebenarnya kakakku ini sulit menolak keinginanku kecuali urusan sepeda motor ini.
"Kak, kakak kalau nyari istri nanti yang baik ya, Kak.”
“Eh, ngomong apaan?” kakakku kaget.
“Iya, kalau nyari perempuan buat jadi istri kakak. Nyari yang baik.”
Ia tidak menghiraukanku. Aku terus berbicara.
“Kak, kemarin adik kan ngaji. Kalau udah nikah, adik harus lebih taat sama suami daripada sama ayah dan ibu. Lalu adik mikir, berarti sebenarnya tanggungjawab buat ngurus ayah dan ibu itu ada sama menantu perempuan dan anak laki-lakinya. Kalau laki-laki menikah, ketaatan dengan orang tuanya tidak berpindah, berbeda dengan perempuan. Adik pengen kakak kalau nyari menantu buat ayah dan ibu, cari yang baik ya Kak. Perempuan yang sayang sama mereka, yang bisa membantu kakak buat ngurus ayah sama ibu nanti. Karena mungkin adik tidak bisa berada lebih banyak untuk mereka.”
Kami terdiam.
“Adik kadang berpikir, mengapa perempuan harus seperti itu. Namun, adik mengerti dengan melihat bagaimana ibu selama ini ketika menjadi istri ayah.”
Kakakku diam saja, aku masih memeluknya, berbicara di dekat telinganya yang tertutup helm. Aku tahu dia masih bisa mendengar.
“Kak, berjanjilah untuk mencari perempuan yang baik. Tidak hanya baik kepada kakak, tapi juga sama ayah dan ibu. Perempuan yang sayang sama mereka, yang menghormati mereka, yang lembut dan menghargai mereka.”
Tiba-tiba kakakku menepi, menghentikan sepeda motornya. Aku melepas pelukan, heran. Dia membuka helmnya lalu menoleh. Dia tersenyum, mengelus kepalaku yang masih memakai helm.
Kami melanjutkan perjalanan. Aku memeluk kakaku semakin erat, seolah-olah takut kalau dia diambil sama orang lain. Tapi aku sadar bahwa suatu hari kakaku pasti akan diambil orang lain. Perhatiannya kepadaku mungkin tidak akan seperti hari ini lagi.
“Kak, aku sayang kakak. Cariin suami yang baiknya kayak kakak dong.”
Rumah, 21 April 2016 | ©kurniawangunadi
Saya baca ulang dan manis :’)
For my brother, the best brother ever. Semoga kakak dapet jodoh yang baik :')
Lesson 5: be careful with your words
Akhirnya nulis lagi. Yeay!
Banyaakk sekali yang terjadi beberapa bulan kebelakang, sayangnya sering tidak sempat ditulis karena ada prioritas yang lain. Dari sekian banyak pelajaran yang didapat tiap harinya, this one just popped up in my head.
Be careful with your words.
Banyak pepatah yang mengatakan hal semacam ini, seperti “mulutmu harimaumu”, “kata-kata lebih tajam daripada pedang”, “lidah memang tak bertulang, namun mampu mematahkan hati”, “sekali kata diucapkan, tidak akan pernah bisa ditarik kembali” dan lain lain.
Yap, berdasarkan pengalaman, hampir semuanya betul.
Pastinya sering sekali kita semua diajari untuk hati-hati saat bicara. Bisa jadi akan jadi doa, bisa jadi akan terdengar ke orang lain dan menjadi fitnah yang tidak diinginkan, bisa jadi menghancurkan orang lain, dsb dsb.
Contoh pengalaman? Banyak!
Pertama, dalam konteks dimana aku menjadi “korban” dari hal ini. Diomongin di belakang, disebarkan fitnah yang tidak benar tentang aku. Mereka tetap baik didepan aku, bersikap seolah tidak ada apa-apa. Mungkin mereka berniat menjadikan itu sebagai obrolan di intra kelompok mereka, tetapi karena kehendak Allah SWT, toh sampai juga ke telingaku. And they will never know how much it’s destroyed me. I still remember it clearly, the devastated feeling. Then i decided not to trust them ever again. Suatu ucapan yang tidak diniatkan saja bisa menyakiti orang lain, apalagi yang diniatkan untuk menyakiti?
Di sisi lain, aku juga pernah berbuat kesalahan yang sama. Meskipun hanya diniatkan bercanda, ternyata perkataanku menyinggung orang lain dan membuat dia menjauh. Hal ini baru kusadari setelah aku bertanya kepada temanku yang lain, dan dia berkata “iya ca dia marah gara-gara kemaren lo bilang blablabla”.
Cukup kaget awalnya, karena niatnya hanya bercanda. Tapi saat aku minta maaf, i can see in her eyes how much it has hurted her. Seketika itu juga menyesal, dan sangat berharap kata-kataku bisa ditarik lagi. But well, who can do that?
Again, fellas, be VERY CAREFUL with your words. Tidak ada yang tahu akan se membekas apa kata-kata itu untuk orang lain, dan sekali keluar, kata-kata tidak akan pernah bisa ditarik kembali. Apalagi kalau sampai menimbulkan fitnah atau isu jelek untuk orang lain, akan sangat sulit untuk memperbaikinya.
Mengendalikan mulut memang sulit, yah. Tapi bukan berarti tidak bisa. So let’s start from now! :)
Gapapa kok jadi egois. Kan kamu lagi dalam masa healing. Nanti kalo udah sembuh, aku yakin kamu bakal balik kayak dulu lagi.
Dari sahabat terbaikku, yang selalu ada, nemenin, ngertiin, jadi tempat lari setiap sedih galau dan nangis-nangis. Ga pernah sekalipun ngejudge orang, se aneh apapun kondisi dan ceritanya. Thankyou so much for your support, Atika Aziza! :*
Japanese shiatsu for your stress, anxiety, energy flow, and to relax
Wherever you go, you can always come home. The door will always open.
Gonna meet "the love of my life" soon! Sooooo excited :3
Lesson 4: Nasihat
Udah dari lama pengen ngepost ini, tapi baru kesampean skrg. Berawal dari cerita, curhat, kesel, nangis-nangis, ngeluh tentang sering bgt merasa rendah diri, sering merasa kesepian, dst dst, akhirnya dikasih nasihat begini. Nasihat ini terlalu bagus untuk disimpan sendiri, jadi diputuskan untuk dishare sama yang lain, of course with his permission. So here it is: " 1. lebih banyak bersyukur, banyak orang2 yang sekarang mau ada di posisi lo.. masalah? iya namanya hidup masalah akan selalu ada,, tapi kan Allah udah janji masalahnya sesuai kemampuan masing-masing, kalo dikasih segitu ya artinya lo mampu. 2. lebih ikhlas, kalo apa apa itu buat Allah, bahkan ketika lo berbuat baik sama orang lain sebenernya lo itu sedang bermuamalah sama Allah.. 3. Jangan gantungin harapan sama manusia, manusia tuh gabisa apa apa. Hidup ini tuh cuma antara lo sama Allah, udah titik... hablum minannas? yaaa bener kok hubungan sama manusia juga ada. tapi berhubungan manusianya tujuannya apa? ya biar deket sama Allah.. ujung2nya Allah juga tuh hehe.. 4. ini yang paling gue suka sih... kesepian tuh cara Allah kasih tau lo kalo Dia lagi kangen sama lo.. lagian emang kita sendirian kok.. kita juga di perut ibu dulu sendirian.. nanti mati sendirian, bahkan orang-orang yang di dunia lo sayang dan sayang sama lo gamau ngikut lo mati kan nanti.. kenapa sedih kalo di dunia sendirian... pertemuan yang sebenernya tuh nanti sik di akhirat.. tenang hehe.. 5. manusia tuh pada dasarnya baik, kan ada di Alquran, emang kita diciptakan dengan bentuk sebaik-baiknya kok.. gaada yang jelek, ngeselin, atau apa.. haha.. mungkin kita sedang jauh sama Allah kalo kita kayak gitu sama orang lain, ngeselin atau apa.. 6. Jangan overthinking... hehe.. kalo mau cerita sama sahabat2 lo sok aja, tapi inget sama poin nomer 3 hehe.. dan jangan lupa ya sebaik2nya temen cerita ya Allah 7. hidup lo masih panjang.. you've lot of things to learn, to do... hehehe... gausah sibuk mikirin hal hal yang (maaf) menurut gue ga esensial lah lo pikirin... hehe... lagipula ya sik, cerita Allah tuh pasti baik kok, kalo jelek ya cuma karena akal kita ga sampe ngeliat hikmahnya, atau ya memang belum liat ujung ceritanya.. kadang kita fokus sama hal-hal jelek yang kita alamin yang sebetulnya itu kecil kalo lo mau liat cerita lo dari sudut pandang yang lebih luas. bisa jadi dibalik itu ada banyak hal hal yang jauuuh lebih baik tapi emang akal kita aja terlalu terbatas.. klise? haha engga tuh.. grow up sik.. buat anak2 kecil hal hal gini mungkin klise.. tapi gue yakin kok lo bisa nerima dengan baik, insya Allah.. lo sudah dewasa kok insya Allah.. wkwkwkw hal hal kayak gini bukan cuma bacaan bacaan buku kok sik.. kalo kita mau belajar hidup kayak gitu.. insya Allah bisa" Mungkin nasihat yang kamu cari salah satunya ada disini :)
Lesson 3: Doakan Saja :)
Cerita ini adalah kelanjutan dari postingan sebelumnya, "lesson 2: don't judge!". Di postingan sebelumnya, saya menulis bagaimana kita sering sekali membuat karakter imajiner tentang orang lain berdasarkan sudut pandang kita sendiri. Pada dasarnya, manusia memiliki sifat iri hati dan dengki yang sangat kental, sehingga biasanya karakter imajiner yang tercipta adalah karakter negatif. Tapi kalau yang tercipta adalah karakter positif dan terbukti justru kebalikannya? Saya beberapa kali mengalami ini. Menganggap orang-orang sangat baik, sampai terbukti kebalikannya. Yang lebih mengecewakan lagi, karakter imajiner ini tercipta bukan hanya dari sudut pandang saya saja, tetapi juga dari cerita hidupnya dia -yang diceritakan oleh dia sendiri- dan bagaimana dia memandang dirinya. Betapa dia menganggap hidupnya mukjizat dan pelajaran dari Allah, didikan orangtua yang sangat lurus, serta prinsip dan tujuan hidup yang sangat mengagumkan. Sungguh, saya sempat sangat kagum pada beberapa orang karena hal ini. Namun setelah beberapa waktu, terungkaplah watak aslinya, kepribadiannya, yang ternyata sangat bertolak belakang dari apa yang telah dia katakan. Bahkan ada yang terang-terangan melakukan hal yang dia sendiri pernah mengatakan- bahwa dia sangat membenci orang yang melakukan hal itu. Kecewa. Sangat kecewa. Sempat saya mencoba mengingatkan tentang apa yang pernah dia ceritakan, tapi peringatan saya tidak dapat diterima dengan baik. Lalu saya bercerita kepada sahabat saya, dan dia berkata: "Ya sudahlah Sic. Mungkin memang karakternya yang baik itu cuma anggapan kamu, atau mungkin ceritanya dia hanya sebatas tujuan. Mungkin dia baru mau berusaha untuk jadi orang yang kayak dia ceritain ke kamu. Sudahlah, toh dosa dan pahala itu ditanggung masing-masing. Biarkan saja. Kecuali kalau kamu masih peduli, doakan dia. Itu cara yang paling baik untuk membantunya berubah, karena Allah kan, Yang Maha Membolak-balikkan hati?" Begitulah. Akhirnya saya sampai pada kesimpulan bahwa saya tidak bisa berbuat apapun untuk orang-orang ini, karena saya tidak punya hak untuk menentukan mereka harus jadi orang seperti apa. Yang bisa saya lakukan hanya mendoakan, agar mereka bisa menjadi orang yang lebih baik, yang seperti mereka pernah ceritakan :)
Beberapa hari belakangan, kangen banget sama rumah. Baru beneran ngerasain sekarang keluarga kepisah-pisah. Ayah kakak di rumah, mama deinda di padang, aku dedilla di bandung. Kangen banget. Hopefully, bisa kumpul semua pas idul adha! Yeay! And wish me luck for paediatric exam today!
Lesson 3: Doakan Saja :)
Cerita ini adalah kelanjutan dari postingan sebelumnya, "lesson 2: don't judge!". Di postingan sebelumnya, saya menulis bagaimana kita sering sekali membuat karakter imajiner tentang orang lain berdasarkan sudut pandang kita sendiri. Pada dasarnya, manusia memiliki sifat iri hati dan dengki yang sangat kental, sehingga biasanya karakter imajiner yang tercipta adalah karakter negatif. Tapi kalau yang tercipta adalah karakter positif dan terbukti justru kebalikannya? Saya beberapa kali mengalami ini. Menganggap orang-orang sangat baik, sampai terbukti kebalikannya. Yang lebih mengecewakan lagi, karakter imajiner ini tercipta bukan hanya dari sudut pandang saya saja, tetapi juga dari cerita hidupnya dia -yang diceritakan oleh dia sendiri- dan bagaimana dia memandang dirinya. Betapa dia menganggap hidupnya mukjizat dan pelajaran dari Allah, didikan orangtua yang sangat lurus, serta prinsip dan tujuan hidup yang sangat mengagumkan. Sungguh, saya sempat sangat kagum pada beberapa orang karena hal ini. Namun setelah beberapa waktu, terungkaplah watak aslinya, kepribadiannya, yang ternyata sangat bertolak belakang dari apa yang telah dia katakan. Bahkan ada yang terang-terangan melakukan hal yang dia sendiri pernah mengatakan- bahwa dia sangat membenci orang yang melakukan hal itu. Kecewa. Sangat kecewa. Sempat saya mencoba mengingatkan tentang apa yang pernah dia ceritakan, tapi peringatan saya tidak dapat diterima dengan baik. Lalu saya bercerita kepada sahabat saya, dan dia berkata: "Ya sudahlah Sic. Mungkin memang karakternya yang baik itu cuma anggapan kamu, atau mungkin ceritanya dia hanya sebatas tujuan. Mungkin dia baru mau berusaha untuk jadi orang yang kayak dia ceritain ke kamu. Sudahlah, toh dosa dan pahala itu ditanggung masing-masing. Biarkan saja. Kecuali kalau kamu masih peduli, doakan dia. Itu cara yang paling baik untuk membantunya berubah, karena Allah kan, Yang Maha Membolak-balikkan hati?" Begitulah. Akhirnya saya sampai pada kesimpulan bahwa saya tidak bisa berbuat apapun untuk orang-orang ini, karena saya tidak punya hak untuk menentukan mereka harus jadi orang seperti apa. Yang bisa saya lakukan hanya mendoakan, agar mereka bisa menjadi orang yang lebih baik, yang seperti mereka pernah ceritakan :)
11 Skills That Are Hard To Learn But Will Pay Off Forever
Written by Rachel Gillet The best things in life may be free, but that doesn’t mean they won’t take time, sweat, and perseverance to acquire. That’s especially the case when it comes to learning important life skills. In an effort to ascertain which talents are worth the investment, one Quora reader posed the question: “What are the hardest and most useful skills to learn?” We’ve highlighted our favorite takeaways. 1. Mastering your sleep There are so many prescribed sleep hacks out there it’s often hard to keep track. But regardless of what you choose, establishing a ritual can help ensure you have restful nights. Numerous studies show that being consistent with your sleep schedule makes it easier to fall asleep and wake up, and it helps promote better sleep in general. 2. Empathy “You can be the most disciplined, brilliant, and even wealthy individual in the world, but if you don’t care for or empathize with other people, then you are basically nothing but a sociopath,” writes Kamia Taylor. Empathy, as business owner Jane Wurdwand explains, is a fundamental human ability that has too readily been forsworn by modern business. “Empathy — the ability to feel what others feel — is what makes good sales and service people truly great. Empathy as in team spirit — esprit d’corps — motivates people to try harder. Empathy drives employees to push beyond their own apathy, to go bigger, because they feel something bigger than just a paycheck,” she writes. 3. Time management Effective time management is one of the most highly valued skills by employers. While there is no one right way, it‘s important to find a system that works for you and stick to it, Alina Grzegorzewska explains. “The hardest thing to learn for me was how to plan,” she writes. “Not to execute what I have planned, but to make so epic a to-do list and to schedule it so thoroughly that I’m really capable of completing all the tasks on the scheduled date.” 4. Asking for help “I once was told in a job interview, ‘You can’t have this job if you can’t ask for help when you need it,’” Louise Christy writes. “Naturally, I said I could. Later, I found out that the previous person with that job had screwed up big-time because he was in over his head but couldn’t admit it and didn’t ask for help.” She explains that knowing when you need help and then asking for it is surprisingly difficult to learn and do because no one wants to be perceived as weak or incompetent. But a recent study from the Harvard Business School suggests doing so makes you look more, not less, capable. According to the study authors, when you ask people for advice, you validate their intelligence or expertise, which makes you more likely to win them over. 5. Consistency Whether you’re trying a new exercise routine, studying for the LSATs, or working on an important project, Khaleel Syed writes that consistency is vital to maintaining any kind of success. People often stop working hard when they reach the top, he explains, but to maintain that top position, they have to work harder and be more consistent in their work. 6. Positive self-talk “Ultimately it doesn’t matter what others think of you,” writes Shobhit Singhal, “but what you think of yourself certainly does, and it takes time to build that level of confidence and ability to believe in yourself when nobody else does.” On the other side of positive self-talk is negative self-talk, which Betsy Myers, founding director of The Center for Women and Business at Bentley University, believes can slowly chip away at your confidence. 7. Knowing when to shut up — and actually doing it “You can’t go around whining about every other thing that seems not-so-right to you in this world,” writes Roshna Nazir. “Sometimes you just need to shut up.” There are many instances when keeping to yourself is the best course. “When we are angry, upset, agitated, or vexed,” writes Anwesha Jana, “we blurt out anything and everything that comes to our mind.” And later, you tend to regret it. Keeping your mouth shut when you’re agitated is one of the most valuable skills to learn, and of course, one of the most difficult. 8. Listening Along with shutting up comes listening, says Richard Careaga. “Most of us in the workplace are so overwhelmed with things to do — instant messaging, phones ringing. I mean, our brain can only tolerate so much information before it snaps,” Nicole Lipkin, author of “What Keeps Leaders Up At Night,” previously told Business Insider. One tip for active listening is repeating back what you heard to the other person. “It makes things so much easier when everyone is on the same page,” she said. 9. Minding your business “It takes ages to learn and master this,” writes Aarushi Ruddra. Sticking your nose into other people’s work isn’t helpful and wastes time and resources, she says. “You have no right to put forth your two or four cents, even if you are the last righteous person standing.” 10. Resisting gossip “The most important thing in life to me is relationships,” writes Jason T Widjaja. “And the most important thing about building and keeping good relationships is trust.” One of the easiest ways to lose trust, he says, is to gossip about people behind their back. Widjaja says learning not to gossip was hard to do because it meant missing out on possibly important conversations, distancing himself from influential people, and awkwardly having to tell people, “Hey, sorry to interrupt but I really don’t need to know that, could we talk about something else?” “But press on and you will get your priceless reward. Trust,” he writes. 11. Mastering your thoughts To do what you want to do and accomplish what you want to accomplish, you need to consciously direct your thinking, writes Mark Givert. “The challenge is that we are the product of our past experience and all of our thinking is the result of this,” he says. “However, the past does not equal the future.” Originally Published on http://www.businessinsider.co.id/skills-that-will-pay-off-forever-2016-3/?r=US&IR=T#.VvnHNBJ94xc
Lesson 2: Don’t Judge!
“Put, ternyata dia baiiiik banget!”
“Emang dia baik banget sic, lo kira kayak gimana emang orangnya? Haha”
Sepotong kalimat waktu saya cerita sama Puteri Fadillah Zahra. Waktu itu saya cerita tentang salah satu temen grup koas saya. Pas zaman masih pendidikan sarjana, saya ga terlalu deket sama temen koas saya ini, tapi juga ga pernah punya masalah sama dia. Well, kami hanya sebatas kenalan satu angkatan, ngobrol jarang, hampir tidak pernah, menyapa pun sekedarnya saja.
Selayaknya nature manusia, secara tidak sadar saya men-judge dia. Menilai dia dari sudut pandang saya seorang, dari teman-teman sekelilingnya. Saya tidak beranggapan kalau dia jahat, just so-so, meskipun terkadang saya menganggap dia sedikit menyebalkan dan sombong. Padahal, setelah dipikirkan lagi, karakter dia yang saya anggap “menyebalkan” itu adalah karakter ciptaan saya sendiri berdasarkan kacamata dan penilaian subjektif saya.
Pernah teman saya yang lain bilang “wah sic gue ga nyangka lo orangnya kayak gini, gue kira lo tuh kayak blablabla….” dan saya jawab dengan “Haha makanya jangan judge dong, kenalin gue duluu”. Saat itu saya berpikir kenapa mudah sekali manusia membuat karakter fiktif mengenai orang lain berdasarkan penilaiannya sendiri? Ternyata saya juga melakukan hal yang sama, hahaha.
Saya ingat salah satu ayat yang pernah dikasih sama temen saya, “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan berprasangka, karena sesungguhnya sebagian tindakan berprasangka adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain” [QS Al-Hujurat : 12]
Mungkin sifat manusia itulah yang membuat ayat diatas diturunkan. Alhamdulillah, lagi-lagi, saya diberikan pelajaran oleh Allah SWT melalui teman saya dan pikiran saya sendiri :)
So, don’t judge, Sic!