semakin kita bertambah usia kita akan dihadapkan dengan berbagai macam citarasa kehilangan. kehilangan yang tercinta, kehilangan kerabat dekat, kehilangan teman sejawat, bahkan kehilangan diri sendiri.
Lint Roller? I Barely Know Her
Today's Document

Kaledo Art
Claire Keane
almost home
he wasn't even looking at me and he found me
I'd rather be in outer space 🛸
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ

PR's Tumblrdome

No title available
todays bird

Discoholic 🪩

titsay

if i look back, i am lost
Show & Tell
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open

Andulka
ojovivo
taylor price
"I'm Dorothy Gale from Kansas"

seen from United States
seen from United States

seen from Türkiye
seen from United States

seen from United States

seen from Malaysia
seen from Türkiye
seen from United States

seen from United States
seen from Malaysia

seen from Russia
seen from Italy

seen from United States
seen from Slovakia

seen from Germany
seen from Netherlands
seen from Indonesia

seen from United Kingdom
seen from United Kingdom
seen from Singapore
@celotehimaji
semakin kita bertambah usia kita akan dihadapkan dengan berbagai macam citarasa kehilangan. kehilangan yang tercinta, kehilangan kerabat dekat, kehilangan teman sejawat, bahkan kehilangan diri sendiri.
Terpaksa berhenti
Lalu berujung mati
Gugur mengering
Kemudian kembali asing
Kamu begitu lucu
Mengetuk pintu rumahku
Kemudian lari terburu-buru
Padahal sedari tadi aku mengintip dari jendela
Melihat kelakuanmu yang begitu jenaka
Ada-ada saja
Bila hendak menyapa untuk apa ragu?
Sekarang giliranku menunggu
Karena aku lelah memulai lebih dulu
Petak Umpet
Kamu sebenarnya tahu Tapi berpura-pura tidak tahu Kamu sesungguhnya melihatku Tapi membiarkanku bersembunyi dalam ragu
Ada-ada Saja
Kamu ada Kamu nyata Bukan semu Bukan palsu
Tapi kamu adalah angan semata Bagi akalku yang mengada-ada Tapi kamu adalah asa yang jauh Bagi harapku yang sudah terjatuh
Cinta pertama hamba itu Tuhan. Pengkhianatan pertama hamba kebanyakan juga kepada Tuhan.
Di saat kawan lama tidak memberi kabar dan membalas sapa, ingin rasanya melempar mereka dengan ratusan foto kebersamaan pada masa lalu.
Kita berdua sama-sama terjatuh. Salah satu dari kita harus memaksakan diri untuk bangkit demi memapah sesamanya.
Baiklah, biarkan aku yang memapahmu.
Sebenarnya, episode yang menyesakkan dari setiap jengkal lini masa kehidupan bukanlah perpisahan, melainkan saat di mana kamu dilupakan dan kenangan akan dirimu tidak lagi dianggap dalam ingatan. Baginya kini terbiasa tanpamu, biasa tak mengharapkan kabarmu.
Ada saja temanmu yang begitu, temanku juga.
Selamat pagi, selamat siang, selamat sore, selamat malam, selamat tinggal, sampai jumpa.
Selamat pagi
Apa kamu sudah bersiap diri?
Segera aku menjemputmu pergi
Ke arah di mana cerita kita tak lagi bertepi
Bertatap Muka
Janji kita bersua pada suasana yang berbeda. Segera kita susun jadwal, aku begitu semangat datang lebih awal. Seketika kau tiba, lalu aku terkesima. Dahulu kau maya, kini sungguh menjadi nyata. Tak terdustai oleh pancaindra, kau memesona dalam rupa.
Sekejap tak lihai merangkai kata, mulut kelu tak kuasa bersuara, meski pun sesungguhnya isi otak hobi bermain menyusun ribuan alfabet. Namun, di hadapanmu aku lunglai bagaikan hendak tampil dalam kabaret.
Jatuh cinta pada pandangan pertama?
Aku percaya!
TERHEMPAS KERAS (rebah)
Aku adalah seonggok patung tanah kering hina yang rapuh
Tiada berunsur air keimanan yang meresap mendekap
Jauh dari keindahan meski hasil pahatan Tuhan
Begitu lunglai hingga angin kefanaan mampu menghempaskan
Terjerembap bisu tanpa ada perlawanan
Jika kawan lamamu dirasa menjadi asing, sungguh sebenarnya itu karena dirimu yang mengasingkan diri darinya. Jangan salahkan ia.
Ibnu Mafruhin
Sedang Menagih
Kepada dirimu yang lenyap tanpa ada asap Dariku yang terus gigih untuk cermat mencari
Begini, utangmu kapan dibayar? Hingga tiba di masa kuliahku yang nyaris kelar Jangan harap aku lupa atau otakku gegar Akan terus kukejar hingga kamu lelah dan merasa lapar Lalu lemas lunglai dan menyerah terkapar
Aku selalu berupaya untuk bersabar Meski mungkin sampai nanti kerajaan api menyerang membakar
@kitakalimantan
Berawal dari sekadar teman, kemudian menjadi demen. Hingga kelak berakhir menjadi mantan atau malah manten.
Sudah seberapa dekatkah dirimu mengenal Allah hingga dengan entengnya kau bawa-bawa namaNya sebagai alasan mencintai seseorang?
Gombal boleh, gembel jangan!
Cokelat Itu Enak
Beberapa waktu belakangan di pertengahan bulan Februari ada saja kampanye kebaikan yang berbunyi di media sosial yang seperti ini,
"Akad yes, cokelat no."
Atau yang begini juga,
"Imanku tak sebanding dengan sebatang cokelat."
Nah, ini apalagi,
"Aku maunya akad, bukan cokelat."
Ya elah, Bambang. Lebih enak dua-duanya kali!
Memang bagus kampanyenya, tapi kan...
Kalau gue mah ya kasihan sebenarnya si cokelat. Selalu menjadi benda yang hinda dina, namanya disebut-sebut dengan perbandingan dimana posisinya pada kubu negatif ketika Valentine Day tiba. Cokelat ciptaan Allah juga, lo. Enak pula. Jangan gitu dong.
Kalau mau dihalalin ya bilang aja sono sama orangtua. Kalau iman ente kuat ya udah kuatkan iman sesama agar menjauhi Valentine. Tapi ya jangan juga buat perbandingan dan penghakiman atas si cokelat. Cari kata pengganti lain gih dah. Misal,
"Akad Yes, Zina No."
"Imanku tak sebanding dengan hadiah gembelmu."
"Cokelat itu nikmat, Valentine itu laknat."
Gue, penikmat cokelat yang protes keras si cokelat digituin.