
izzy's playlists!

Origami Around

⁂

祝日 / Permanent Vacation
we're not kids anymore.
trying on a metaphor
Sweet Seals For You, Always
RMH
Alisa U Zemlji Chuda
I'd rather be in outer space 🛸
macklin celebrini has autism

ellievsbear

★

roma★
noise dept.
Mike Driver
KIROKAZE
d e v o n

Kaledo Art
almost home

seen from Australia

seen from Australia

seen from Türkiye

seen from United Kingdom

seen from United States

seen from Australia
seen from United Kingdom

seen from Spain

seen from Singapore

seen from Malaysia

seen from Australia

seen from Syria

seen from Australia
seen from United Kingdom

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
@danbo-dandelion
SA'ID BIN JUBAIR PEMUDA PILIHAN DI ZAMANNYA
Sa’id bin Jubair adalah seorang tabi’in, ahli fiqih dan periwayat hadits yang berkedudukan di Kufah. Ia juga merupakan ahli tafsir dan salah seorang murid dari Ibn Abbas. Karena ketinggian ilmunya sehingga ia digelari Jahbadz al ‘Ulama (pemuka ulama). Dia adalah seorang Imam, Al-Hafidz (yang hafal banyak hadits dalam jumlah tertentu dan menghafal Al-Qur’an), dan salah seorang yang mati syahid.
Badannya kekar, sempurna bentuk tubuhnya, lincah gerak-geriknya, cerdas otaknya, jenius akalnya, antusias terhadap kebajikan, dan menjauhi dosa.
Meski hitam warna kulitnya, keriting rambutnya, dan asalnya dari Habsyi, namun tidaklah jatuh rasa percaya dirinya untuk menjadi manusia yang istimewa, apalagi umurnya masih muda.
Kelahiran
Tidak ada seorang pun dari para sejarawan atau yang menulis biografinya yang mengetahui tempat dan waktu kelahirannya. Mereka hanya menjelaskan bahwa dia terbunuh pada bulan Sya’ban tahun 95 Hijriyah. Dia pernah berkata pada puteranya, “Ayahmu tidak akan ada lagi setelah berusia 54 tahun.” Jadi kelahirannya diperkirakan pada tahun 38 Hijriyah.”
Adz-Dzahabi menegaskan bahwa dia dilahirkan pada masa kekhalifahan Abu Hasan Ali bin Abi Thalib .” Ada juga yang mengatakan ,”Dia berumur 49 tahun, jadi dia lahir pada tahun 46 Hijriyah.”
Sejak beliau masih muda, orang-orang telah mengenalnya sebagai pemuda yang akrab dengan buku-buku yang ia baca. Atau jika mereka tidak mendapatkannya sedang membaca buku, maka beliau tengah di mihrabnya untuk ibadah.
Guru Guru Sa'id Bin Jubair
Pemuda Sa’id ini berguru kepada banyak sahabat senior, seperti Abu Sa’id al-Khudri, Adi bin Hatim ath-Thayy, Abu Musa al-Asy’ari, Abu Hurairah ad-Dausi, Abdullah bin Umar maupun Ummul Mukminin Aisyah. Tapi guru utamanya adalah Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhu , guru besar umat Islam dan lautan ilmu yang luas.
Dengan setiap Sa’id bin Jubair mengikuti Abdullah bin Abbas layaknya bayangan yang selalu mengikuti orangnya. Dari sahabat inilah beliau menggali tafsir Alquran, hadis-hadis, dan seluk-beluknya. Darinya pula beliau mendalami persoalan agama maupun tafsirnya. Juga mempelajari bahasa hingga mahir dengannya. Dan pada gilirannya, tidak ada seorang pun di muka bumi ini kecuali memerlukan ilmunya.
Selanjutnya, beliau mengembara dan berkeliling di negara-negara muslimin untuk mencari ilmu sesuai kehendak Allah. Setelah merasa cukup, beliau memutuskan Kufah sebagai tempat tinggalnya. Dan kelak beliau menjadi guru dan imam di kota itu.
Beliau menjadi imam shalat bagi kaum muslimin di bulan Ramadhan, terkadang membaca Alquran dengan qira’ah Abdullah bin Mas’ud
radhiyallahu ‘anhu , terkadang dengan qira’ah Zaid bin Tsabit radhiyallahu ‘anhu dan terkadang dengan qira’ah selainnya.
Jika beliau shalat sendirian, adakalanya beliau khatamkan Alquran dalam sekali shalat. Dan sudah menjadi kebiasaan beliau apabila membaca ayat yang berisi ancaman maka menjadi gemetarlah badannya, gentar hatinya, dan menetes air matanya. Kemudian mengulang-ulang ayat tersebut sampai adakalanya hampir pingsan.
Tentang ketinggian ilmunya
Diceritakan bahwa pada suatu hari Ibn Abbas berkunjung ke Kufah, penduduk setempat meminta fatwa tentang masalah haji. Ibn Abbas menjawab: “ Mengapa kalian meminta fatwa kepada saya, sementara ditengah-tengah kalian ada IbnuUmmu Dahma’ (maksudnya Sa’id ibn Jubair).”
Menurut Qatadah, Sa’id Ibn Zubair adalah seorang tabi’in yang paling alim dalam bidang tafsir Al Qur’an. Dan Sufyan Ats Tsaury berkata dihadapan Ibrahim An Nakha’I : ”Ambilah tafsir (Al qur’an)dari 4 orang, yaitu dari Sa’id Ibn Zubair, Mujahid, Ikrimah, dan dari Ad Dahhak”.
Said juga terkenal sebagai seorang pemberani, ia termasuk salah seorang penentang penguasa Irak yang terkenal dzalim waktu itu, Hajjaj bin Yusuf, seorang raja muda Umayah di Irak. Perbincangannya dengan penguasa Irak menunjukan bahwa ia seorang yang sangat pemberani dalam menegakan kebenaran. Sehingga kemudian ia dipancung kepalanya.
Kota Kufah yang menjadi pilihan beliau untuk menetap ketika itu di bawah kepemimpinan gubernur Hajjaj bin Yusuf ats-Tsaqafi. Kekuasaan Hajjaj meliputi Irak dan seluruh Masyriq serta negeri di seberangnya, dia memegang kedudukan dan kekuasaannya dengan penuh kesombongan.
SA’ID BIN JUBAIR MELAWAN KEKEJAMAN HAJJAJ BIN YUSUF ATS-TSAQAFI
Akhirnya Sa'id Bin Jubair dihadapkan pada Hajjaj.
Hajjaj: “Tidakkah engkau menginginkan ampunanku?”
Sa’id: “Ampunan itu hanyalah dari Allah
Subhanahu wa Ta’ala , sedangkan engkau tak punya ampunan dan alasan lagi di hadapan-Nya.”
Memuncaklah kemarahan Hajjaj. Kepada algojonya diperintahkan: “Siapkan pedang dan alasnya!”
Sa’id tersenyum mendengarnya, sehingga bertanyalah Hajjaj,
Hajjaj: “Mengapa engkau tersenyum?”
Sa’id: “Aku takjub atas kecongkakanmu terhadap Allah dan kelapangan Allah terhadapmu.”
Hajjaj: “Bunuh dia sekarang!”
Sa’id: (Menghadap kiblat sambil membaca firman Allah Ta’ala ):
“ Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada Rabb yang menciptakan langit dan bumi dengan cenderung kepada agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah.” (QS. Al-An’am: 79)
Hajjaj: “Palingkan ia dari kiblat!”
Sa’id: (Membaca firman Allah Ta’ala )
“ Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka ke manapun kamu menghadap di situlah wajah Allah.” (QS. Al-Baqarah: 115)
Hajjaj: “Sungkurkan dia ke tanah!”
Sa’id: (Membaca firman Allah Ta’ala )
“ Dari bumi (tanah) itulah Kami menjadikan kamu dan kepadanya Kami akan mengembalikan kamu dan daripadanya Kami akan mengeluarkan kamu pada kali yang lain.” (QS. Thaha: 55)
Hajjaj: “Sembelihlah musuh Allah ini! Aku belum pernah menjumpai orang yang suka berdalih dengan ayat-ayat Allah Subhanahu wa Ta’ala seperti dia.”
Sa’id: (Mengangkat kedua tangannya sambil berdoa), “Ya Allah jangan lagi Kau beri kesemaptan ia melakukannya atas orang lain setelah aku.”
Tak lebih dari lima belas hari setelah wafatnya Sa’id bin Jubair, mendadak Hajjaj bin Yusuf terserang demam. Kian hari suhu tubuhnya makin meningkat dan bertambah parah rasa sakitnya hingga keadaannya silih berganti antara pingsan dan siuman. Tidurnya tak lagi nyenyak, sebentar-sebentar terbangun dengan ketakutan dan mengigau: “Ini Sa’id bin Jubair hendak menerkamku! Ini Sa’id bin Jubair berkata: “Mengapa engkau membunuhku?” Dia menangis tersedu-sedu menyesali diri: “Apa yang telah aku perbuat atas Sa’id bin Jubair? Kembalikan Sa’id bin Jubair kepadaku!”
Kondisi itu terus berlangsung hingga dia meninggal. Setelah kematian Hajjaj, seorang kawannya pernah memimpikannya. Dalam mimpinya itu dia bertanya kepada Hajjaj: “Apa yang Allah Subhanahu wa Ta’ala perbuat terhadapmu setelah membunuh orang-orang itu, wahai Hajjaj?”
Dia menjawab, “Aku disiksa dengan siksaan yang setimpal atas setiap orang tersebut, tapi untuk kematian Sa’id bin Jubair aku disiksa 70 kali lipat.”
Sumber: Mereka adalah Para Tabi’in , Dr. Abdurrahman Ra’at Basya, At-Tibyan, Cetakan VIII, 2009
#tugaskultum #kisahtabi'in #sa'idbinjubair
DIJAUHKAN
Ada hal-hal yang memang sengaja Tuhan jauhkan dari kita. Bukan karena hal itu tidak pantas untuk kita, namun bisa jadi karena belum waktunya saja kita menerima hal tersebut.
Pernah melihat seorang anak kecil dijauhkan dari pisau? Begitu juga dengan kita. Jangan sedih ketika urusan jodoh, rezeki, kesehatan, jabatan, serta hal yang kita inginkan, tidak kita dapatkan sekarang. Mungkin belum saatnya, perlu waktu hingga kita cukup dewasa menerimanya.
DIJAUHKAN Bandung, 22 Februari 2018
Aliran Rasa Tantangan Level 8 Mendidik Anak Cerdas Financial Sejak Dini
Tantangan kali ini untuk pengingat saya akan ajaran orang tua dari dulu sampai sekarang.
Inti dari yang mereka contohkan dalam menjalankan keseharian selama ini adalah, biasakan untuk menyisihkan penghasilan yang kita terima. Sisihkan untuk menabung dan berbagi.
Hidup sederhana, ga usah neko neko mau kaya orang lain. Syukuri apa yang kita punya. Ga usah pake segala kredit ini itu untuk kebutuhan non primer.
Bangga hidup sederhana dari harta halal dan selalu bisa bermanfaat untuk orang lain.
#KuliahBunsayIIP #Tantangan10Hari #AliranRasa #Level8 #RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari #CerdasFinancial
Silly Moment
Salah satu moment konyol bin aneh yang baru baru ini dialamin adalah ketika tetiba dapet watsap aneh dari mbak mbak yang saya gak kenal orangnya.
Bunyi watsapnya kira kira begini (persisnya lupa karena chatnya udah keapus) Assalamu'alaikum. Kata Mas kemarin menghubungi lagi ada apa?
Eeeeaaaaak....
Watsap macam apa ini, pikir saya.
Dia siapa, Mas yang dimaksud juga siapa. Ngoook banget watsapnya. Hehehe...
Si mbak nya mungkin lagi sliwer, salah orang, atau mungkin lagi insecure. Takut ada apa apa sama si Mas nya itu. Wakwaaaaaaaaw....
Langsung aja saya bales watsapnya, ini siapa, mungkin salah orang. 😅😅😅
Sambil kasih senyum.
Trus si mbak nya minta maap.
Untung ga ngajak kenalan ato malah curhat si mbak nya.
Atau bisa juga ini modus penipuan yang berawal dari curhat salah sambung.
Review Materi 8 Cerdas Financial Ibu Berpengaruh Pada Anak
Bunda, terima kasih sudah menyelesaikan tantangan di kelas bunda sayang yang ke #8 kali ini. Kita sudah melewati 2/3 perjalanan kita.
Sejatinya di materi kali ini kita ditantang untuk menjadi cerdas finansial dengan cara memandu anak-anak ( Learning by Teaching).
Maka langkah yang kita ambil adalah memahamkan diri kita terlebih dahulu bahwa uang adalah bagian kecil dari rezeki.
Selanjutnya belajar mengelola uang, membaginya kepada yang berhak, membedakan keinginan serta kebutuhan.
Kita sedang tumbuh bersama anak dengan menjadi teladan, sehingga anak ikut belajar mengelola uang dan bertanggung jawab terhadap bagian rezeki yang didapatkan di dalam kehidupan ini.
Maka kuncinya adalah mulai dari orangtuanya.
Salah satu peran kita sebagai Ibu bukanlah untuk mengkhawatirkan rizqi keluarga, melainkan menyiapkan sebuah jawaban “Dari Mana” dan “Untuk Apa” atas setiap karunia yang diberikan kepada anak dan keluarga kita.
Peran tersebut perlu ilmu.
*Hargai dengan baik segala ikhtiar pekerjaan menjemput rejeki, baik yang kita lakukan maupun yang dilakukan pasangan kita. Hal ini membuat penghasilan yang akan diterima akan lebih berharga*
Anak-anak harus paham, tidak ada pekerjaan yang hina di muka bumi ini selama untuk menjemput rejeki yang halal.
*Habiskan uang di jalan yang benar*
Kebiasaan lama kita adalah menyisakan uang agar bisa menabung, investasi dan lain-lain. Namanya menyisakan pasti kecil.
Maka ubah dengan cara merencanakan dengan baik, dan habiskan uang di jalan yang benar.
Contoh :
_Cashflow orang yang bermental miskin_
Pendapatan 100
Pengeluaran:
Shopping 57,5
Cicilan hutang 30
Sosial 2,5
--------------------------------
Sisa 10 baru ditabung
_Cashflow orang yang bermental kaya_
Pendapatan 100
Pengeluaran :
Zakat, infaq, sedekah 2,5
Cicilan hutang 30
Investasi 10
Kebutuhan pribadi 57,5
---------------------------------------
Sisa 0
Dua cashflow di atas angkanya sama tapi beda.
Di cashflow orang yang bermental miskin, pengeluaran pertama adalah untuk memenuhi hak diri sendiri dulu, baru hak orang lain ( cicilan hutang dsb), hak untuk Allah, apabila ingat, dan sisanya baru ditabung atau investasi.
Sedangkan cashflow orang yang bermental kaya, sudah siap menghabiskan pendapatannya di jalan yang benar, dengan prioritas sbb :
☘Hak Allah terlebih dahulu ditunaikan.
☘Menyelesaikan hak orang lain (mis :cicilan hutang)
☘Menganggarkan untuk investasi
☘Baru memenuhi kebutuhan kita sendiri
Habis tak bersisa.
Pertanyaannya sekarang,
*Ingin memiliki anak-anak yang bermental kaya atau bermental miskin?*
Mental ini akan menentukan gaya hidup seseorang. Orang yang bermental kaya selalu ingin berbagi, meninggikan kemuliaan dengan _tangannya di atas_ meski pendapatan yang diterima kecil.
Sedangkan orang yang bermental miskin, selalu berharap menerima sesuatu, lebih merelakan _tangan di bawah_ meski pendapatannya besar.
Orang yang bermental miskin membeli sesuatu sesuai "selera" dan membeli di saat "bisa"
Orang yang bermental kaya membeli sesuatu sesuai "fungsi" dan membeli di saat "perlu".
Sebenarnya,
*Biaya hidup itu murah, yang mahal adalah gaya hidup*
Selamat berproses, karena cerdas finansial, tidak hanya berkaitan dengan cashflow dan rupiah yang kita catat, tapi lebih dari itu, erat kaitannya dengan mendidik mental anak kita dan menanamkan pola gaya hidup yang benar.
Salam Ibu Profesional,
/Tim Fasilitator Bunda Sayang Nasional/
📚Sumber Bacaan :
_Ahmad Ghozali, Habiskan Saja Gajimu, Jakarta, 2010_
_Institut Ibu Profesional, Bunda Produktif, 2015_
Tantangan Level 8 Day #10 Mendidik Anak Cerdas Financial Sejak Dini
Katanya hidup itu pilihan.
Iya, banyak hal di keseharian kita yang harus kita pilih. Salah satunya pilihan membelajakan uanng kita. Mau dipakai untuk apa uang yang kita miliki.
Sejak saya putuskan untuk menjual buku buku anak via online, saya lihat fenomena dimana banyak orang tua yang bilang kalau buku yang dijual harganya mahal. Hiks hiks, padahal ada harga ada kualitas.
Tapi giliran ditawarin gamis dan jilbab yang harganya juga ga murah. Hiks hiks hiks, ga ada yang komentar mahal.
Hmmm....
Mungkin harus pelan pelan dan sabar untuk merubah pola pikirnya. Karena harga dari ilmu susah untuk dinilai cuma dengan angka Rupiah.
Bukankah nanti di hari akhir juga kita akan diminta pertanggung jawaban atas harta yang kita miliki?
Digunakan untuk hal hal yang bermanfaat kah atau digunakan untuk hal hal yang sia sia.
#KuliahBunsayIIP #Tantangan10Hari #Day10 #Level8 #RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari #CerdasFinancial
Tantangan Level 8 Day #9 Mendidik Anak Cerdas Financial Sejak Dinj
Kemarin pulang dari kantor, Alhamdulillah di angkut sama grab car.
Ternyata si driver grab mantan pegawai di salah satu perusahaan asuransi kendaraan bermotor. Kebetulakan letak kantornya berada di sebelah kantor saya di daerah TB.Simatupang.
Iseng bertanya alasan kenapa beliau resign dari kantornya, jawabannya MaasyaaAllah....
Beliau bilang, "Saya tobat, mba. Kerja di sana ga berkah (red, Riba). Mending gini, biar ga kaya dulu tapi harta berkah hati tentram."
MaasyaaAllah, makin banyak ya muslim yang paham tentang harta halal. Benar memang yang dibilang, kalau semua yang Allh perintahkan pasti punya maksud tersendiri. Semua yang dihalalkan oleh Allah pasti baik untuk kita dan orang lain. Semua yang Allah haramkan pasti juga buruk untuk kita dan orang lain.
#KuliahBunsayIIP #Tantangan10Hari #Day9 #Level8 #RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari #CerdasFinancial
Bismillahir Rahmanir Rahiim
Teruslah berdakwah,
Semangatlah menyebarkan kebaikan, Sampaikanlah meski hanya satu ayat.
Bisa jadi ada yang terbuka hatinya untuk berubah tersebab tulisan kita, Bisa jadi ada yang diam-diam mengamalkan kebaikan yang kita sampaikan.
Insyaa Allah menjadi ladang pahala untuk kita.
Niatkan untuk meraih ridho Allah,
Bukan untuk mendapatkan pujian manusia, Niatkan untuk meraih ampunan Allah,
Bukan karena kita sudah baik, tapi karena Kita sadar dosa kita teramat banyak, sedekah kita teramat sedikit, istighfar kita masih kadang-kadang, ibadah kita juga belum tentu diterima disisi Allah,
Lalu amalan apa yang kita harap bisa menambah timbangan amal kita?!
#hikmah #ntms
Tantangan Level 8 Day #8 Mendidik Anak Cerdas Financial Sejak Dini
Tanggal tanggal segini memang tanggal yang tepat buat ngekepin dompet dan ATM.
Kalo bisa tanggal segini semua kewajiban udah dituntaskan. Biar ga jadi beban di bulan depan.
Tapi apalah daya, saya lupa bayar tagihan telpon. Padahal padahal, ah sudah lah.....
Pasti ada jalan sebelum tanggal jatuh tempo buat bayar nya. Hehehe
Tapi walaupun tanggal mepet, tetep ga boleh lupa buat nyenengin orang tua ya.
Hari ini beli pesenan ibu tercinta. Bedak padat 😂
#KuliahBunsayIIP #Tantangan10Hari #Day8 #Level8 #RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari #CerdasFinancial
Tantangan Level 8 Day #7 Mendidik Anak Cerdas Financial Sejak Dini
Semalam ngobrol dengan seorang teman. Kami diskusi tentang update proyek komunitas Gaharu yang sedang menggarap proyek pembuatan PAUD di kaki gunung Menir, Pamijahan.
Para voleunter Gaharu sejak setahun lalu sudah usaha mencari donatur untuk pembangunan PAUD tersebut. Alhamdulillah ada baberapa donatur yang mau membantu. Bekerja sama dengan penduduk setempat Sampai dengan saat ini, progres bangunan sudah terlihat.
Hasil diskusi dengan teman semalam, untuk menyelesaikan PAUD sampai dengan siap digunakan, masih perlu dana yang lumayan besar.
Ayok yang mau gabung dan mendonasikan sedikit rizki nya untuk pendidikan anak anak di kaki gunung menir bisa langsung kerapat. InsyaAllah pahala akan terus mengalir.
#KuliahBunsayIIP #Tantangan10Hari #Day7 #Level8 #RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari #CerdasFinancial
Tantangan Level 8 Day #6 Mendidik Anak Cerdas Financial Sejak Dini
Ada yang pernah tertipu uang jutaan Rupiah oleh orang ?
Huuft, iya saya sepertinya sudah ditipu oleh sebuah lembaga. Tak perlulah dulu saya sebutkan apa dan siapa.
Tapi yang jelas menjadi kesalahan saya adalah karena kurang teliti mencari informasi dan profil pihak yang menipu tersebut.
Alih alih meraih impian yanh dicita citakan malah kehilangan uang yang sudah susah payah dikumpulkan.
Jangan ditanya rasanya bagaimana.
Biarlah proses hukum yang nantinya berbicara.
Pesan saya hanya satu, teliti terlebih dahulu sebelum bertransaksi muamalah dengan siapa pun.
Lihat rekam jejaknya, lihat juga siapa orang orang yang ada di sekitarnya.
Jangan pernah tertipu oleh tampilan luar.
#KuliahBunsayIIP #Tantangan10Hari #Day6 #Level8 #RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari #CerdasFinancial
Ntms
Tantangan Level 8 Day #5 Mendidik Anak Cerdas Financial Sejak Dini
Alhamdulillah hampir setiap hari dibekain makan siang dan sarapan sama Ibu. Lumayan, kerja di daerah perkantoran kek sekarang kalo makan di luar tiap hari bisa jebol isi dompet. Selain lebih irit, bawa bekal dari rumah juga lebih sehat dan halal.
#KuliahBunsayIIP #Tantangan10Hari #Day5 #Level8 #RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari #CerdasFinancial
Tantangan Level 8 Day #4 Mendidik Anak Cerdas Financial Sejak Dini
Setiap Rupiah yang kita dapat pastilah ada hak orang lain di dalamnya. Yes, orang tua dari dulu mencontohkan anak anaknya untuk tidak perlah lupa berinfaq, bayar zakat, berkurban.
Saya dan adik pun jadi terbiasa.
Tapi zaman sekarang keknya kudu cerdas deh menyalurkan ZISWAF kita. Jangan sembarangan. Jangan sampai kebaikan kita malah jadi membuat orang jadi malas berusaha.
Kalau disuruh milih, saat uanng yang kita punya di kantong lagi pas buat ngasih 1 orang, tapi ada 2 orang yang pantas di kasih, antara peminta minta dan pengamen jalanan. Saya pasti lebih memilih untuk memberikan uang tersebut untuk si pengamen jalanan.
Paling tidak dipikiran saya, dia masih punya harga diri untuk tidak sekedar menadahkan tangannya di bawah, kemauan untuk mendapatkan rizki yamg halal, dan kemampuan yang bisa digunakan untuk mendapatkan uang.
Beruntung sekarang banyak lembaga zakat yang bisa dipercaya untuk menyalurkan ZISWAF kita.
#KuliahBunsayIIP #Tantangan10Hari #Day4 #Level8 #RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari #CerdasFinancial
Tantangan Level 8 Day #3 Mendidik Anak Cerdas Financial Sejak Dini
Saya bukan orang yang suka dan bisa pegang uang cash di dompet. Pasti suka ga sadar udah "jajan" yang ga dianggarkan.
Makanya, saya lebih suka ambil uang di ATM seperlunya. Misal untuk ongkos dan uang makan 1 minggu.
Atau kalau mau beli sesuatu juga diusahakan bayar dengan uang cash. No debet, No Credit card (karena emang ga punya. Riba cyiiiin).
Dari dulu punya penghasilan sendiri memang bertekad ga mau punya credit card dan didikan dari orang tua juga yang mencontohkan kalau mau beli sesuatu, sebisa mungkin tidak dengan kredit. Biasakan menyisihkan uang dulu.
#KuliahBunsayIIP #Tantangan10Hari #Day3 #Level8 #RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari #CerdasFinancial
ItTantangan Level 8 Day #2 Mendidik Anak Cerdas Financial Sejak Dini
Niatan untuk menjadi seorang enterpreneur sebenarnya sudah ada sejak di bangku kuliah dulu. Aksi jual jual makanan camilan di kelas dulu sekedar untuk cari tambahan uang untuk fotocopy materi kuliah. Lalu juga mulai ikutan temen jilbab dan lain lain.
Tapi kebanyakan ga pernah di seriusin. Selalu pasang surut.
Sampai akhirnya setelah kemarin ikut talens mapping for family, tenyata bakat saya yanh tidak diseriusin salah satunya adalah marketer.
Jadilah sekarang mulai lagi untuk aktif memasarkan buku untuk balita dan anak anak. Terus juga bantu temen jualan frozen food..
Niat awalnya adalah mau mengenalakan ke teman teman dan saudara untuk menumbuhkan kecintaan anak anak pada buku dan juga mengenalkan mereka pada jajanan sehat dan halal.
Nah, masalahnya adalah saya masih belum pandai mengatur arus uang hasil jualan. Makanya sampai sekarang belum kelihatan hilal baiknya.
Apakah usahanya berjalan baik, atau malah kurang baik.
Kedepannya harus di catat setiap uang masuk dan keluar, juga jangan dicampur antara modal untuk dagangan dan uang untuk jajan sehari hari.
#KuliahBunsayIIP #Tantangan10Hari #Day2 #Level8 #RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari #CerdasFinancial