hidup adalah tempatnya “ketidakpastian”
itulah kalimat yang nyata menurut saya, jika ada yang tidak setuju mungkin kita hanya berbeda dalam cara berpikir. jadi tak perlu khawatir jika tak setuju. saya hanya akan berbagi apa yang menurut saya tidak pasti dalam hidup yang saya jalani saat ini.
pertama, tentang masa muda
usiaku saat ini 23 tahun, dan masih menjadi pengangguran yang waktunya dihabiskan untuk jalan-jalan, maenin instagram hampir dua sampai tiga jam, makan, tidur, mandi, ngopi, baca buku, belajar nulis, dan lainnya.
jika ditanya kenapa belum bekerja? jawabannya belum diterima, belum rezeki, belum cocok, belum kepepet juga kayanya. tapi itu juga jawaban paling realistis dan jawaban penolong saat belum juga mendapatkan pekerjaan dengan macam-macam alasan, seperti minimnya pengalaman dan kurangnya skill yang mendukung. lalu pertanyaan selanjutnya kenapa tidak coba membekali diri dan memperkaya ilmu dengan mengasah kemampuan baru. IYAA. benar! harusnya saya memperkaya diri dengan hal-hal baru. jadi mulailah saya untuk mempersiapkan segalanya dan semuanya mulai dari saat ini.
saya mulai menyiapkan semuanya karena saya tau hari esok tidak akan pasti, besok masih akan terus berubah, saya hanya terus berusaha dan perlu untuk bersiap dan bersiap. sejak membuka mata di awal pagi saya tidak pernah tahu kepastian apa yang terjadi pada malam harinya saat saya hendak menutup mata.
kedua, tentang orang yang kita sayangi
saya pernah sangat mengantungkan hidup pada seseorang, hingga hal paling membahagiakan yang saya terus lakukan adalah selalu ada untuknya, meski keadaannya telah berubah. namun pada suatu saat ternyata rasa sayang dan peduli yang tidak memperdulikan apapun memperlihatkan sebuah kepastian bahwa orang yang saya sayangi sudah berubah dan perlahan mulai melupakan. kepastian yang saya dapatkan adalah saya telah dilupakan, dan ketidakpastian yang saya miliki adalah saya tidak tahu kapan bisa melakukan hal yang sama yaitu melupakan.
ketiga, keseharian dalam hidup
rasa lapar, menunggu orang, terjebak di kemacetan, sakit dan sehat semua adalah ketidakpastian. manusia yang hidupnya kekurangan pasti sedang berusaha agar dia bisa memastikan dia dan keluarganya bisa makan untuk hari ini.
kita yang sedang menunggu seseorang pasti begitu berharap yang kita tunggu tanpa kita tahu, kapan ia akan datang, bahkan pukul berapa pun tidak kita tahu pastinya.
di Jakarta, misalnya.. banyak sekali rasanya orang orang yang masih harus berjibaku dgn ketidakpastian ini, bagaimana tidak setiap hari mereka perlu berjuang melewati kemacetan. hingga tidak tahu jam berapa mereka akan sampai tepat waktu dirumah. mereka kadang melewati jam makan malam dengan keluarga, sampai ke acara pun kadang saat orang sudah bubar.
orang - orang berusaha merawat diri, rutin olahraga, pola makan sehat pun tidak menjamin besok ia masih bernapas ataukah tidak. bisa saja ia dipanggil bukan karena sakit melainkan karena kecelakaan yang tak pernah terpikirkan.
tetapi disinilah letak makna kehidupan dan manusia, hanya berjarak antara kepastian dan ketidakpastian..
dari ketidakpastian manusia belajar merasa cemas dan khawatir, manusia menjadi takut dan penuh harapan, anak muda seperti saya bahkan jika yang telah memilki pekerjaan, telah memiliki pasangan, punya banyak tabungan, tidak menjamin mereka untuk tidak cemas dan tidak takut menghadapi ketidakpastian.
jika hidup ini pasti, manusia tidak akan pernah berteman dengan ragu, jika hidup ini penuh kepastian, kenapa manusia membuat banyak rencana dan persiapan akan masa depannya, kita seakan takut menjadi gagal di masa depan karena ketidakpastian.
manusia akan sangat sulit berhenti cemas akan ketidakpastian dalam hidup mereka, karena bukan bagian manusia untuk bisa memastikan kehidupan ini.
kita hanyalah bagian dari rasa takut, cemas, kebingungan, khawatir dan ragu.
tapi, jangan lupa dengan adanya “keyakinan” sebuah bagian dari diri manusia yang kadang dilupakan, dengan bagian ini kita dibantu untuk sedikit lebih dekat dengan kepastian dan melewati segala rasa cemas dan khawatir.
dengan keyakinan kita diajarkan untuk percaya dengan apa yang kita miliki, keyakinan karena kita punya Tuhan. dengan keyakinan manusia belajar berpikir besar, dan kemudian mempersiapkan hal-hal besar. menyiapkan diri, menyiapkan mental, menyiapkan hati untuk menerima segala yang tidak pasti dalam hidup.
Bandung, 20 February 2019