Back to 2016 timeline again! What’s new here?
i don't do bad sauce passes

Love Begins
Monterey Bay Aquarium
One Nice Bug Per Day
KIROKAZE

blake kathryn

#extradirty

No title available

roma★
sheepfilms
d e v o n

No title available
Keni

Kiana Khansmith

oozey mess
occasionally subtle

tannertan36
No title available

No title available
Xuebing Du

seen from Germany
seen from United States

seen from Türkiye

seen from France
seen from Czechia
seen from Japan

seen from United States

seen from Japan

seen from France
seen from Estonia
seen from Singapore
seen from United Arab Emirates

seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia

seen from Russia

seen from Malaysia
seen from Finland

seen from India

seen from Argentina
@desisaka
Back to 2016 timeline again! What’s new here?
Get your daily dose of encouragement!!!!!!!
2019
QLC
Di rentang usia ini, kita akan dihadapkan pada kebingungan meniti karir. Bertanya-tanya tentang pekerjaan apakah yang tepat untuk kita jalani seumur hidup. Di tengah kebingungan tersebut, ada banyak kesempatan yang datang silih berganti. Kesempatan yang kamu tahu, penuh dengan pengorbanan, tinggal kamu mau berkorban atau tidak.
Ada juga orang-orang yang memanfaatkan kebingunganmu dengan menyediakan janji bahwa kamu bisa menjadi blablabla dengan mengikuti jejaknya. Seolah-olah, dengan menjejaki jalan yang sama kamu pasti akan menjadi sepertinya.
Jangan terlambat menyadari bahwa akar dari kebingunganmu adalah karena kamu tidak mengenal dirimu sendiri, apa yang sebenarnya kamu cari?
Di rentang usia ini, selalu temukanlah alasan paling mendalam mengapa kamu menjalani pekerjaan yang ada saat ini. Alasan-alasan yang mungkin tidak lagi terikat dengan duniamu, tidak terikat dengan dirimu.
Seperti kamu bekejar untuk membantu keluarga, membantu adik, membantu orang lain, dan hal-hal di luar dirimu. Saat itu kamu tahu, bahwa pekerjaanmu saat ini benar-benar mengalahkan egomu. Dan pertarungan antara egomu dan keadaan itulah yang membuatmu bimbang, kan?
Di rentang usia ini, selalu temukanlah alasan untuk bersyukur meski sulit. Dalam keadaan sulit, keadaan yang tidak sesuai dengan ekspektasi dan kehendak hati, bersyukur adalah hal yang tidak mudah. Tapi justru sebenarnya di situlah letak jalanny, bagaimana membuat hati kita lebih tentram dalam menjalani kebingungan ini.
Pernah tidak kamu mensyukuri hal-hal lain di luar kebingunganmu soal pekerjaan?
Orang tua yang utuh, tidak bercerai meski kamu masih bersitegang soal masa depan dengannya. Finansial keluarga yang cukup bahkan lebih sehingga kamu tidak perlu pusing memikirkan keuangan saat menempuh pendidikan. Pendidikan dalam keluarga spt moral dan agama yang baik dari orang tua, sebab mereka cukup paham tentang itu dan itu menjadi bekal kepribadianmu saat ini. Tidak terlilit hutang sampai menceria-beraikan impianmu untuk berkorban lebih bagi keluarga. Menikah dan mendapati pasangan yang baik, yang mendukung tujuan-tujuanmu. Mental yang sehat dan lingkungan yang kondusif untuk terus bertumbuh.
Pernah tidak di tengah kebingungan soal pekerjaan, kita berhasil menempatkan rasa syukur kita tersebut? Sesuatu yang mungkin tidak pernah dimiliki oleh orang lain saat ini, di saat kita mengalami fase yang sama. Yogyakarta, 11 Januari 2019 | ©kurniawangunadi
Membangun Jembatan
Masih belum paham dengan Indeks Gini. Kesenjangan di negeri ini semakin menjadi, tuan.
Satu sisi, para perempuan bercengkrama tentang model baju apa yang lagi hits. Brand apa yang sedang naik daun. Disisi lain, ada orang yang mendadak nyuci baju agar bisa dipake besok, karena banyaknya baju masih kalah dengan banyaknya hari.
Lihat, sampah-sampah di restoran mahal. Daging dan nasi bersisa. Taukah kamu, masih ada yang makan dengan nasi apek, nasi apek dari beras miskin. Nasi apek dan rendang, rendang dari mi instan.
Masih ada yang emosi pake klakson 5 kali dalam 1 menit, dalam mobil yang sejuk dan nyaman. Padahal, masih ada penumpang angkutan umum yang harap-harap cemas, berharap harga angkutan umum tidak naik selama ramadhan, karena dikantong hanya membawa uang pas.
Masihkah ada yang bergerutu karena film yang ditonton dibioskop gak seru, padahal diujung sana masih ada yang TV pun belum punya. Mau mencari informasi pilpres pun susah, apalagi piala dunia.
Masih adakah kesemuanya itu?
Masih. Aku percaya. Karena aku masih disini. Tertatih membawa kalian semua keluar dari belenggu ini.
Masih disini, membangun jembatan agar kita bisa hijrah.
Dari dulu dan sekarang. Masih sama.
Percakapan di Pecel Lele
[15/05 10:14] duwi: Kita tau siapa saja yg pernah singgah. Tapi Allah tau siapa yg terbaik untuk kita. Jadi, berdo'alah supaya mendapat yg terbaik. 😝 *kampret bgt ya gw. Haha [15/05 10:22] Desi Sakawulan: Kita juga ga pernah tau, amiin siapa yg akan dikabul duluan..maka perbanyaklah berdoa. [15/05 10:36] Kak Sanusi: Dan kita juga ga pernah tahu doa kita sendirian akan segera dikabulkan atau tidak, maka utk mempercepatnya mintalah doa-doa dari orang lain. :D
Orangnya udah pada nikah semua xD
Terimakasih. Untuk yang kusebut Teman Perjalanan
Terima kasih untuk yang kusebut teman seperjuangan.
Kangeeen
Bila Suatu Hari Kita Bertemu
Kalau suatu hari nanti kita bertemu, jangan menyesali tentang keputusan-keputusan yang pernah kita ambil di masa lalu. Di masa kita masih sama-sama remaja, sama-sama masih dalam pencarian. Kadang, pembelajaran sebuah kejadian baru akan kita pahami bertahun-tahun kemudian, tentang mengapa itu terjadi dalam hidup kita dan mengapa harus kita yang mengalaminya.
Kalau suatu hari nanti kita bertemu, saat mungkin kita sudah berdiri sebagai orang tua. Jangan menyesali tentang keputusan yang dulu pernah kita ambil saat kita sama-sama masih sendiri. Mungkin dulu kita memiliki perasaan satu sama lain, perasaan itu boleh pernah ada. Tapi hari ini, kita berdiri di atas sebuah komitmen yang jauh lebih hebat dan mengalahkan semua perasaan kita di masa lalu. Mungkin dulu kita pernah sama-sama memperjuangkan sebuah kebersamaan meski pada akhirnya kita tidak bisa mengalahkan kehendak-Nya. Yang perlu kita ingat adalah, bukankah kita bahagia dengan apa yang kita miliki setelahnya? Pasangan yang terbaik dan anak-anak yang terbaik.
Pembelajaran hidup hampir selalu datang belakangan, bukan? Kalau suatu hari nanti kita bertemu. Jangan lupa menyapaku sebagai teman lama yang dulu pernah belajar tentang hidup dalam masalah yang sama denganmu. Aku percaya, kita bisa memenangkan hari-hari kita, baik masa lalu, yang sedang kita jalani, dan esok hari.
Kalau suatu hari nanti kita bertemu. Jangan lupa tersenyum dan ceritakan kepada anak-anak kita bahwa kita adalah teman yang hebat agar anak-anak kita mengerti dan bisa membuat cerita mereka sendiri. Bahwa masa lalu biarlah menjadi pelajaran. Dan bila kita berpisah, jangan lupa untuk tersenyum dan mengucap salam. Karena kita berharap, segala kebaikan itu mengalir tiada henti sampai kita sama-sama tiada.
Kalau suatu hari kita berpisah. Jangan lupa untuk bersyukur bahwa kita pernah dipertemukan, menjadi jalan pembelajaran, dan menjadi perantara kebaikan. Kita akan mensyukuri hari-hari yang pernah kita lewati di masa muda.
Yogyakarta sebelum ke Balikpapan, 8 Oktober 2015 | ©kurniawangunadi
Semoga
Haloo Tumblr, udah tau belum kalau aku udah nikah. Alhamdulillah. Semua tulisan tulisan galau disini dan di platform lainnya akhirnya bermuara. Terus adakah yang berubah? Ternyata sama aja geng. Cuma keluarga aja yang nambah, dan nambah satu temen. Temen hidup. Ehe insyaAllah. 2018 penuh dengan ups and downs yang dikit dikit nangis, dikit dikit nyerah. Dari mulai urusan kuliah, kerjaan, sampe keputusan menikah. Wow banget. Semoga 2019 lebih baik yaaa. Aamiin. Jangan lupa syukur hari ini. Cheers
Tabungan Tabungan
Baik,
Gaji beserta bonus-bonus sepanjang 2018 aku simpan. 2018 ngajarin gimana kalo kamu udah punya impian sejak dahulu kala, ga cukup kalo cuma berdoa aja. Mesti engap-engap buat nabung, cari tambahan dari ngisi kegiatan, jadi juri, nerima double job di kantor, jualan, macam-macam pokoknya, untungnya ga sampe jual kuping atau jari-jari :’
Aku punya impian pergi ke suatu tempat. Sejak tamat esema sih, waktu itu cuma karna banyak orang ke sana. Tipikal anak labil. Tapi lama-lama, mimpi itu kayak tanaman, diurus disiram dipupuk, ya makin subur dan kuat. Ada juga sih di satu dua kejadian kayak mikir, “Ngapain?” dan untungnya selalu berhasil buat ngembaliin semuanya jadi baik lagi (makasih ya diriku ehe ehe)
Singkatnya setelah setahun nabung uangnya alhamdulillah sesuai target. Banyak banget emang keajaiban dari usaha wk wk wk. Ada aja jalan rezeki hahaha.
Di akhir-akhir kerja aku pesen tiket, dll. Ngerjain tugas terakhir. Beli beberapa kebutuhan. Beli barang yang masuk wish list, ya emang gasemua, yang urgent aja gitu..
Nah, tetiba sodara manggil ke rumah katanya penting. Akunya udah ga enak nih. Ternyata eh ternyata mo minjem duit. Oke. Katanya keadaan mendesaqqq. Aku ditanya kan berapa tabunganku, emang dasar anaknya begooo banget dijawab jujur nominalnya. Hiys!
Jadi dipinjemlah. Sekitar dua mingguan tetiba dipanggil lagi, wah ini kenapa ya, kok rasanya bakal minjem duit lagi. Okeee,
Ternyata benar.
Tapiiii, sodaraku ini bawa orang lain yang mau minjem duit. Akutu pengen nonjok-nonjok rasanya, ini sodara beneran apa bukan ya, kok bisa ngajakin orang lain minjem duit ke aku, gila.
Akhirnya aku pinjemin juga.
Belum sebulan,
Tadi,
Tetiba anaknya sodara ini nge-WA, mo minjem duit lagi. Kubilang ga ada. Karna emang uangnya udh dipinjem temenku yang sedang survive di Sulawesi sana.
Mo nangis tapi gimana ya.
Initu bukan kali pertama. Dulu, waktu sodara yang lain lagi kerja di luar, diporotin teruss uangnya sampe ga ada lagi yang bisa dipinjem. Heran juga. Kok bisa tahu keuangan orang lain. Bisa tahu tabungan orang lain.
Dan aku berangkat minggu depanan. Mikirin gimana nanti tu gemes sendiri hahahahhaa.
Orang ga peduli kamu berjuangnya kaya apa. Orang tahunya kamu punya. Udah gitu aja. Kamu yang mestinya pinter-pinter. Bantu boleh, kalo kamunya udah aman.
Karenaaaaa, kamu ga bisa nyelamatin orang lain kalok kamunya belum selamat ha ha ha.
Halloooooooo Tumblr
Cuma ngecek aja soalnya tumblr udah ga dilarang sama kominfo kekeke
Happy birthday ecik. Please be happy and healthy! You have yourself to be rely on for the things in the future.
Dua tahun, siap untuk kembali? Tentu saja tidak :)
Yodium Amerisium Flour Yodium Neon, Helium Helium Helium Helium.
Current feeling (via desisaka)
hahaha masih aja pake kode kode
(via desisaka)
Hi
Nah masih ada orang di tumblr ga sih? haha sudah bertahun tahun nih ga mampir. sampek lupa password
Nikmatnya bernafas normal
Catatan diary #1
Pagi ini terasa berbeda seperti biasanya. Sudah hampir 5 bulan terbaring dan terhisap dalam roda roda kehidupan bahwa aku yakin bisa survive dan sembuh dari penyakit ini. Penyakit ini terus menggerogoti badan yg dulunya bisa disebut atletis kini tinggal kulit dan tulang. Badan ini terasa ringan, seperti yakin bisa lari sekencang mungkin tapi apa daya untuk berdiri aja butuh usaha yg luar biasa. Sudah gak terhitung lagi ini day ke 150- sekian aku masih bisa tersenyum dan mengucap syukur masih diberikan kehidupan setiap paginya.
Terbesit dalam lamunan, mencoba untuk update dan menulis sedikit coretan yg terinspirasi dari buku chicken soup untuk menumpahkan uneg2 agar menjadi bahan instrospeksi bahwa kamu masih disayang dan sedang diperhatiin oleh Allah. Aku mendapat tumor paru2 di sebelah kanan, kata dokternya aku menderita penyakit timoma. Aku dibawa dari Jakarta ke Yogyakarta untuk dirawat di rumah. Bunda takut di Jakarta. Macet dan bingung mau kemana mana, maklum keluarga kami dari desa dan tidak pernah sakit. Ini pengalaman pertama bagi keluarga saya divonis penyakit yg “agak” berat. Paham kami orang miskin dilarang sakit. Karena biaya dokter dan rumah sakit amatlah mahal bagi kami waktu itu. Apapun yg terjadi kami harus tetap sehat.
Masih bisa dihitung dengan jari tangan dan kaki berapa kemoterapi, sinar, rontgen, CT scan, infus, obat obatan, opname dan semua efek sampingnya yg alhamdulillah masih bisa bertahan. Yg jadi problem adalah yg diserang adalah paru paru. Tempat kita bernafas. Coba kalo gak bisa bernafas rasanya gimana. Tahan nafas aja 5 menit, kita akan cepet cepet bwt kembali menghirup udara segar. Saya udah membuktikan kalo ceramahnya ustad ustad tentang nikmat bersyukur masih bisa bernafas dan kita tidak disuruh membayar oksigen untuk hidup itu benar adanya. Oksigen harganya lumayan mahal gaes, apalagi kita setiap hari bernafas. Gak bisa dibayangin berapa tabung oksigen yg harus kita punya. Dan kalimat ini selalu benar, nikmat Tuhan manakah yg kau dustakan ?
Jika kita terus mengeluh yg ada kita malah jadi lebih sakit, bahkan mau berteriak kalo itu sakit juga tidak menimbulkan kesembuhan. Apa dengan berteriak sekeras kerasnya dan semua orang tau kalo itu sakit banget membuat kita merasa perlu dikasihani bahwa kita ini lemah dan tidak berdaya ? Hal ini saya jumpai waktu saya opname kemo yg ke 4, ada pasien kanker prostat yg teriak teriak mengeluh kesakitan dan hampir tiap malam menjerit, kemudian dia mendengkur amat keras yg membuat saya tidak bisa beristirahat. Beliau dulu adalah mantan kepala sekolah yg gagah. Dan dengan sakit kita ditunjukkan alangkah tidak berdayanya manusia di kala sakit. Yang kita yakini sebenernya memang kodratnya kita ini sebagai manusia makhluk yg lemah dan tidak berdaya. Sudah diam saja dan perbanyak istigfar. Jadikan sabar dan shalat sebagai penolongmu.
Banyak sekali hikmah yg bisa dipetik, sampe saya harus punya oksigen sendiri di rumah. Tabung gas ukuran sedang jadi saksi dan penolong dikala sesak nafas. Manusia itu bener bener tidak berdaya di kala sakit. Mau badannya besar, pernah mendaki gunung, menyeberangi sungai, berenang di lautan, berprestasi baik di bidang akademik maupun karir, jika semua itu diambil subhanallah. Apa lagi yg bisa dan mau disombongkan ? Bener bener sampe gak bisa nafas. Rasanya kalo jiwa ini diambil pahala apa yg bisa dihisap. Kebaikan apa yg bisa jadi penolong. Amalan amalan apa yg membantu untuk meringankan pertanyaan pertanyaan alam kubur yg selalu diterangkan guru agama saat sekolah. Gak kebayang apapun yg ada aku cuma mikir hari ini hari jumat bukan ya. Kalo misalnya hari ini hari jumat alhamdulillah, kalo bukan ya astagfirullah. Pikiran yg kedua yg muncul adalah aku udah shalat belum ya. Waktu itu kejadian jam 2 pagi. Langsung tanpa pikir panjang di tengah sesak nafas yg melanda yg keinget adalah shalat isya. Langsung bayangin shalat isya sambil salam. Terbesit dalam lamunan ya Allah mohon ampun, mohon ampun sambil memejamkan mata. Teringat dalam kajian Islam, Rasulullah saw yg dijamin masuk surga aja setiap harinya mohon ampun, mengucap istigfar 100x. Aku yg gak dijamin aja, ah sudahlah. Gak tau berapa kali. Yg jelas aku jadi lebih tenang, nafasku kembali normal. Malam itu menjadi malam yg panjang. Ibuk dan adek sudah bersiaga di tempat tidurku. Yg ada mereka keras keras membaca doa memegang kaki dan tanganku. Takut kalo aku sampe tidak sadarkan diri. Bibir ini yg ada hanya mohon ampun dan mohon ampun.
Waktu pun terus bergulir jam 3 pagi kemudian jam 4 sampai akhirnya adzan subuh berkumandang hati ini mengucap syukur masih diberi kesempatan untuk kembali menemui pagi. Biasanya kalo sehat, aktivitas bangun pagi menjadi hal yg biasa. Bangun, badan terasa Segar, atau masih pegel pegel, mager terus tidur lagi. Bagi orang sakit bertemu pagi adalah bertemunya harapan hidup. Masih diberikan kesempatan di dunia untuk menemui matahari pagi.
Dibalik sakit yg diderita ternyata Allah berikan nikmat yg luar biasa. Nikmat itu berupa ( Bersambung…. )
Ada yang telah siap disaat kamu sedang bersiap. Ada yang telah berjuang disaat kamu sedang berniat. Ada yang telah maju disaat kamu sedang ragu. Ada yang telah mengutarakan disaat kamu sedang mendoakan. Jangan terlambat.
Kurniawan Gunadi (via kurniawangunadi)
dudududududu
Jangan Terlalu Lama
Orang-orang baik yang telah kamu lewatkan mungkin menjadi pertanda bahwa; kamu belum sebaik dirinya atau kamu terlalu baik baginya.
Dan rasanya, memang tidak menyenangkan melewatkan yang demikian. Apalagi bila ia tiba-tiba muncul disaat kita sedang ragu-ragu pada kesiapan diri kita sendiri. Juga dengan kesadaran bahwa yang sebaik ini hanya sedikit sekali dan ia datang kepada kita. Bukan kepada yang lain.
Lalu kita terlalu lama dalam ragu. Terlalu lama mengulur waktu. Overthinking.
©kurniawangunadi