ISTIDRAJ : Rezeki Jebakan
โYa Allah .. dia tak pernah shalat, dia juga tak pernah sedekah, dia suka berzinah, dia sungguh jauh dari Engkau Ya Allah ... dan Engkau tetap menyayanginya dengan memberinya rezeki yang berlebih di dunia ini sehingga dia melimpah ruah dengan kemewahan duniawiโ
Pernah melihat orang yang tidak pernah melaksanakan perintah-Nya tapi hidupnya sangat bahagia. Segala kemewahan duniawi ada di dekatnya, Uang sangat mudah didapatkan-Nya. Eits, jangan senang dulu. Hati-hati bisa jadi itu Istidraj. Nah, Apa itu Istidraj?
Istidraj secara bahasa diambil dari kata da-ra-ja (Arab: ุฏุฑุฌ ) yang artinya naik dari satu tingkatan ke tingkatan selanjutnya. Sementara istidraj dari Allah kepada hamba dipahami sebagai โhukumanโ yang diberikan sedikit demi sedikit dan tidak diberikan langsung. (source)
Bisa jadi ada yang mendapatkan limpahan rezeki namun ia adalah orang yang gemar maksiat. Ia tempuh jalan kesyirikan โlewat ritual pesugihan- misalnya, dan benar ia cepat kaya. Ketahuilah bahwa mendapatkan limpahan kekayaan seperti itu bukanlah suatu tanda kemuliaan, namun itu adalah istidraj. Istidraj artinya suatu jebakan berupa kelapangan rezeki padahal yang diberi dalam keadaan terus menerus bermaksiat pada Allah. (rumaysho)
Pemberian nikmat Allah kepada manusia yang mana pemberian itu tidak diridhoiNya. Inilah yang dinamakan istidraj, dengan kata lain sang korban akan merasakan sukses dunia bisa jadi mulai dari tahta alias kedudukan, wanita bahkan bebas berzina tapi nikmat harta gak akan putus. Hingga saatnya akan dijatuhkan โ dihilangkan bahkan ditimpakan musibah yang bisa jadi lebih besar dari nikmat dunia yang pernah dikasih. (source)
ููููู
ููุง ููุณููุง ู
ูุง ุฐููููุฑููุง ุจููู ููุชูุญูููุง ุนูููููููู
ู ุฃูุจูููุงุจู ููููู ุดูููุกู ุญูุชููู ุฅูุฐูุง ููุฑูุญููุง ุจูู
ูุง ุฃููุชููุง ุฃูุฎูุฐูููุงููู
ู ุจูุบูุชูุฉู ููุฅูุฐูุง ููู
ู ู
ูุจูููุณูููู
โMaka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.โ (QS. Al Anโam: 44)
Dalam Tafsir Al Jalalain (hal. 141) disebutkan, โKetika mereka meninggalkan peringatan yang diberikan pada mereka, tidak mau mengindahkan peringatan tersebut, Allah buka pada mereka segala pintu nikmat sebagai bentuk istidraj pada mereka. Sampai mereka berbangga akan hal itu dengan sombongnya. Kemudian kami siksa mereka dengan tiba-tiba. Lantas mereka pun terdiam dari segala kebaikan.โ
Syaikh As Saโdi menyatakan, โKetika mereka melupakan peringatan Allah yang diberikan pada mereka, maka dibukakanlah berbagi pintu dunia dan kelezatannya, mereka pun lalai. Sampai mereka bergembira dengan apa yang diberikan pada mereka, akhirnya Allah menyiksa mereka dengan tiba-tiba. Mereka pun berputus asa dari berbagai kebaikan. Seperti itu lebih berat siksanya. Mereka terbuai, lalai, dan tenang dengan keadaan dunia mereka. Namun itu sebenarnya lebih berat hukumannya dan jadi musibah yang besar.โ (Tafsir As Saโdi, hal. 260).
Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Qalam 17-33
ุฅููููุง ุจูููููููุงููู
ู ููู
ูุง ุจูููููููุง ุฃูุตูุญูุงุจู ุงููุฌููููุฉู ุฅูุฐู ุฃูููุณูู
ููุง ููููุตูุฑูู
ููููููุง ู
ูุตูุจูุญูููู (ูกูง) ูููุง ููุณูุชูุซูููููู (ูกูจ) ููุทูุงูู ุนูููููููุง ุทูุงุฆููู ู
ููู ุฑูุจูููู ููููู
ู ููุงุฆูู
ูููู (ูกูฉ)ููุฃูุตูุจูุญูุชู ููุงูุตููุฑููู
ู (ูขู ) ููุชูููุงุฏูููุง ู
ูุตูุจูุญูููู ย ย ย (ูขูก) ุฃููู ุงุบูุฏููุง ุนูููู ุญูุฑูุซูููู
ู ุฅููู ููููุชูู
ู ุตูุงุฑูู
ูููู (ูขูข) ููุงููุทููููููุง ููููู
ู ููุชูุฎูุงููุชูููู (ูขูฃ) ุฃููู ูุง ููุฏูุฎููููููููุง ุงููููููู
ู ุนูููููููู
ู ู
ูุณูููููู (ูขูค)ููุบูุฏูููุง ุนูููู ุญูุฑูุฏู ููุงุฏูุฑูููู (ูขูฅ) ููููู
ููุง ุฑูุฃูููููุง ููุงูููุง ุฅููููุง ููุถูุงูููููู (ูขูฆ)ุจููู ููุญููู ู
ูุญูุฑููู
ูููู (ูขูง) ููุงูู ุฃูููุณูุทูููู
ู ุฃูููู
ู ุฃููููู ููููู
ู ูููููุง ุชูุณูุจููุญูููู (ูขูจ) ููุงูููุง ุณูุจูุญูุงูู ุฑูุจููููุง ุฅููููุง ูููููุง ุธูุงููู
ูููู (ูขูฉ) ููุฃูููุจููู ุจูุนูุถูููู
ู ุนูููู ุจูุนูุถู ููุชููุงููู
ูููู (ูฃู ) ููุงูููุง ููุง ููููููููุง ุฅููููุง ูููููุง ุทูุงุบูููู (ูฃูก) ุนูุณูู ุฑูุจููููุง ุฃููู ููุจูุฏูููููุง ุฎูููุฑูุง ู
ูููููุง ุฅููููุง ุฅูููู ุฑูุจููููุง ุฑูุงุบูุจูููู (ูฃูข) ููุฐููููู ุงููุนูุฐูุงุจู ููููุนูุฐูุงุจู ุงูุขุฎูุฑูุฉู ุฃูููุจูุฑู ูููู ููุงูููุง ููุนูููู
ูููู (ูฃูฃ) - See more at this
17. Sungguh, Kami telah menguji mereka (musyrikin Mekah) sebagaimana Kami telah menguji pemilik-pemilik kebun, ketika mereka bersumpah pasti akan memetik (hasil)nya pada pagi hari 18. tetapi mereka tidak menyisihkan (dengan mengucapkan, โInsya Allahโ)ย 19. Lalu kebun itu diliputi bencana (yang datang) dari Tuhanmu ketika mereka sedang tidur,ย 20. Maka jadilah kebun itu hitam seperti malam yang gelap gulita,ย 21. lalu pada pagi hari mereka saling memanggil.ย 22. "Pergilah pagi-pagi ke kebunmu jika kamu hendak memetik hasil.โย 23. Maka mereka pun berangkat sambil berbisik-bisik.ย 24. "Pada hari ini jangan sampai ada orang miskin masuk ke dalam kebunmu.โย 25. Dan berangkatlah mereka di pagi hari dengan niat menghalangi (orang-orang miskin) padahal mereka mampu (menolongnya).26. Maka ketika mereka melihat kebun itu, mereka berkata, "Sungguh, kita ini benar-benar orang-orang yang sesat,ย 27. bahkan kita tidak memperoleh apa pun.โย 28. Berkatalah seorang yang paling bijak di antara mereka, "Bukankah aku telah mengatakan kepadamu, mengapa kamu tidak bertasbih (kepada Tuhanmu)?"ย 29. Mereka mengucapkan, "Mahasuci Tuhan kami, sungguh, kami adalah orang-orang yang zalim.โย 30. Lalu mereka saling berhadapan dan saling menyalahkan.ย 31. Mereka berkata, "Celaka kita! Sesungguhnya kita orang-orang yang melampaui batas.ย 32. Mudah-mudahan Tuhan memberikan ganti kepada kita dengan (kebun) yang lebih baik daripada yang ini, sungguh, kita mengharapkan ampunan dari Tuhan kita.โย 33. Seperti itulah azab (di dunia). Dan sungguh, azab akhirat lebih besar sekiranya mereka mengetahui.ย
ุณูููุณูุชูุฏูุฑูุฌูููู
ู ู
ููู ุญูููุซู ูุงู ููุนูููู
ูููู
โNanti Kami akan menghukum mereka dengan berangsur-angsur (ke arah kebinasaan) dari arah yang tidak mereka ketahui.โ (QS. Al-Qalam: 44) (Al-Muโjam Al-Lughah Al-Arabiyah, kata: da-ra-ja).
Allah SWT memberikan nikmat kepada mereka sehingga mereka terlena, lupa dan semakin jauh akan sang Pencipta. Naudzubillahimindzalik ..
Semoga segala nikmat yang Allah beri pada kita bukanlah istidraj. Semoga Allah meridhoi segala rezeki yang datang kepada kita. Marilah kita berusaha menjauhi maksiat dengan jujur.
Allah SWT itu Maha Adil. Tak perlu akrena melihat orang lain sukses lantas kamu menghalalkan segala cara untuk mendapatkan rezeki. Dekati Allah, Rezeki itu datangnya dari Allah bukan dari manusia. Rezeki itu diaturnya oleh Allah bukan diatur oleh Bosmu atau atasanmu.
Semoga rezekinya berkah^^
- See more at: http://www.tafsir.web.id/2013/04/tafsir-al-qalam-ayat-17-33.html#sthash.Z57S4lyY.dpuf
https://rumaysho.com/10828-istidraj-jebakan-berupa-limpahan-rezeki-karena-bermaksiat.html