Untuk setiap jatuh, ada bumi yang selalu menerima, akar yang selalu menangkap, dan telaga yang diam saja.

Kiana Khansmith
noise dept.
d e v o n
No title available

if i look back, i am lost
No title available
we're not kids anymore.
trying on a metaphor
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
taylor price
DEAR READER

⁂
Alisa U Zemlji Chuda

Origami Around

JVL
will byers stan first human second
occasionally subtle

Andulka

★
Cosmic Funnies
seen from China

seen from United States
seen from United States
seen from Brazil
seen from United States

seen from Malaysia

seen from Türkiye
seen from Jordan
seen from India
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
@einedame
Untuk setiap jatuh, ada bumi yang selalu menerima, akar yang selalu menangkap, dan telaga yang diam saja.
Perempuanku, tidak ada langit yang lebih kelabu daripada haru harimu. Maka birulah kamu, biar kering telagaku, haus kamu.
"Jika aku bicara, tak kan pula ada kata yang mampu merasuk masuk menusuk hatimu yang kau buat beku untuk melindunginya dari sakit tak terperi yang mungkin akan kuberi, secara sengaja atau tak sengaja."
Macan Wigit
× "Aku sakit."
+ "Sakit apa?"
× "Entah."
---
+ "Sini kuobati lukamu."
× "Luka di mana?"
+ "Entah."
---
× "Aku mau pamit."
+ "Ke mana?"
× "Mencari luka."
---
+ "Mau kutemani?"
× "Ya."
+ "Mari kita cari luka."
---
× "Mungkin tertinggal di kursi taman."
+ "Mungkin tercecer di jalan pulang."
× "Mungkin sudah hilang."
---
+ "Masih sakit?"
× "Masih."
+ "Berarti belum hilang."
---
× "Lantas di mana?"
+ "Kau sembunyikan lalu lupa?"
× "Entah."
---
+ "Kita cari sampai dapat."
× "Sampai kapan?"
+ "Sampai hilang."
---
× "Bagaimana kalau hilang."
+ "Maka hilang sakitmu."
---
× "Lantas obatmu?"
+ "Kita simpan buat luka nanti."
"Tidak semua orang ingin hidup lama. Jadi jangan terlalu terbiasa mendoakan semoga panjang umur kepada yang berulang tahun."
Laire Siwi Mentari
Beberapa dari aku sudah hilang, maka biarkanlah. Gema selalu nyaring di ruang kosong. Lagipula, tidak perlu utuh untuk jatuh.
Menulislah; biar lapang dadamu.
I will convey him all my flaws, and let him turn them into an essay Aku akan jadikan dia Tu(h)an atas segala sendu yang aku jadikan candu I will drown myself in a pile of books, so he could smell me and feel the urge to read every single page of my curves Aku akan lenturkan setiap kaku angkuh, biar lantas dia sentuh, sampai rapuh I will let him do the math, solve all the equations, and be his source of frustrations Aku akan jadikan dia laut teduh tanpa dasar, padanan hati yang sejajar I will listen to him, and he can twist me, twirl me, fit me into whatever imagination he has Aku akan jadikan dia Tuan rumah dari segala isi kepala, atap tempat pikir bernaung yang tanpa cela I will let him in me, dwell in me, build his throne in me Dan kemudian, aku akan ajarkan dia tentang pulang, tentang rindu yang bukan kepalang Tuan, kepala sudah terlanjur terpikat oleh baris-baris tulisanmu.
Aku akan tidur dengan kamu yang menusuk di kepala Dengan marah yang tidak perlu sampai ke empunya Dengan harap yang sudah lelah Dengan diam
Beberapa butuh ingat untuk lupa, pun sebaliknya.
Beberapa manusia memang terikat untuk lepas. Maka terimalah. Semesta tidak tercipta untuk berdua saja.
Aku takut kamu lupa dan aku tidak mengapa; lalu kita bukan apa-apa.
Kebetulan; aku jatuh bertalu-talu di permukaan kamu. Kebetulan; kamu diam menunggu reda.
Beberapa sering lupa bahwa kata-kata itu adalah doa untuk manusia. "Terima kasih", aku berdoa teruntuk kamu tentang kasih. "Terima kasih", aku sudah menerima kasih.
Hujan saja tahu diri, apalagi jatuh ini.
Ada beberapa serpih kamu dan dia yang menggumpal di kerongkongan.