Financial Struggle - 4 Agustus 2026
Hari ini sambil ngobrol dengan Aqshal, tiba-tiba ingin nangis. Tapi dia hanya melihat sambil tertawa, seolah diajak bicara
Rasanya serba salah. Dan ada yg nyelekit di hati.
Di satu sisi merasa gak tega menyampaikan hal ini ke suami, disaat suami juga selalu hadir dan berusaha memberi tenaga dan waktunya semaksimal mungkin. Tapi di sisi lain ada bagian dr diriku yg menuntut suatu hak nya.
Dalam perekonomian kami saat ini. Uang yg diberikan suamiku hanya cukup utk membayar kontrakan dan makan catering perminggunya. Sementara sisa keperluan rumah tangga lainnya, keperluan bayi, keperluan belanja bulanan ataupun belanja² keseharian lainnya ya tidak tersedia dari sana krn sudah habis. Dan tentunya semua itu berasal dari gajiku.
Awalnya aku tidak masalah, mencoba untuk afirmasi positif yg penting semua cukup. Sampai saatnya aku cuti, gajiku berkurang lebih dr 50% dan hanya mengandalkan gajinya. Sangat lelah bagiku harus mengatur keuangan dan untungnya aku selalu punya simpanan yg membuat keadaan perekonomian kita tidak pernah kurang dan selalu cukup.
Namun akhirnya aku bertanya, sampai kapan aku akan membuat hal ini seperti seolah baik² saja krn selalu aku backup, yg aku tdk mau menghitung² berapanya. Apakah aku harus komunikasikan dg suami? Tapi melihat aktivitas suamiku yg padat, kemudian sehari² dia pun selalu berusaha hadir dan membantuku sampai tidak ada waktu untuk dirinya sendiri, apa aku tega mengkomunikasikan ini, apa aku tega menambah beban pikirannya lagi yang aku tau memang belum ada waktu untuk sampingan atau tambahan. Tapi di sisi lain aku juga sedikit kesal karena suami tdk mencoba berbagai alternatif untuk mencarinya dan terkesan slowmotion..
Namun yg paling mengganggu pikiranku saat ini, kenapa aku merasa belum mendapat nafkah dari suami yg ditujukan hanya untuk diriku sendiri diluar uang makan kita bersama ataupun kebutuhan rumah bersama yg merupakan kewajiban.
Dan aku pun merasa lebih berhemat utk membelanjakan gajiku karena aku tau ini akan terpakai setiap bulannya untuk pengeluaran kita. Kenapa aku merasa finansialku semakin tidak stabil setelah menikah, bukankah katanya wanita secara matematika ketika menikah seharusnya finansialnya bertambah krn sudah di backup suami?
Astagfirullah al azhiimm.. aku hanya menulis ini agar menjadi lega. Aku tau semua rezeki sudah Allah yang mengaturnya dan tidak semestinya berpikiran seperti ini.















