se, kita pernah sepakat pada satu hal; ketika pasangan sedang konflik, ada 2 kemungkinan yang terjadi setelah konflik itu selesai. pertama, hubungannya akan makin erat. atau hubungannya akan bubar. dalam cerita kita, rasanya konflik kita selalu menggantung dan nggak pernah selesai. dalam 2 tahun belakangan, ini bukan konflik pertama kita. lucunya, bahkan kita bukan pasangan pada umumnya.
coba aku ingat, konflik pertama terjadi ketika kamu jalan sama temen perempuanmu yang kuduga menjadi penyebab putusnya hubunganmu dengan mantanmu. aku nggak cemburu. aku marah karena pada hari itu kamu bilang kalau kamu sakit dan butuh istirahat, lalu kamu nggak bilang ke aku kalau kamu pergi sama temenmu itu. alasanmu adalah: karena temanmu udah jauh2 ke jogja. jadi hari itu juga aku mengirimkan chat panjang, intinya: aku mundur, aku ga bisa menerima sikap kamu yang tiba2 begitu. kamu pun, tanpa penjelasan apapun, tanpa mencoba meluruskan prasangkaku, hanya membalas dengan ala kadarnya. menerima gitu aja. saat itu, aku anggap kita selesai. padahal juga gak ada hubungan apa-apa, bahkan sampai 2 tahun kemudian. sedih? yaiyalah, tapi ga seberat itu, toh waktu kita juga baru deket.
konflik kedua. belum lagi aku recovery dari kesedihan sebelumnya. malam itu aku bikin story whatsapp, inti dari story itu adalah ss-an chat monika dan teman lelakinya, teman laki2nya bilang ke monika kalau dia menyerah untuk mendekatiku karena aku yang tidak meresponnya dengan baik dan juga monika seperti tidak merestui (yaiyalah, wong saat itu aku udah kecintaan sama kamu, ngapain aku buka kesempatan buat orang lain?). konteks dari story whatsappku waktu itu hanyalah bercanda mengatakan bahwa jodohku ada di tangan monika. saat itu juga, setelah kita lost contact beberapa hari, kamu membalas story itu, kamu bilang "oh jadi ini alasannya, yaudah aku mundur" dalam hatiku saat itu: HAH? salah paham ni anak, apa dia gak paham konteksnya ya. aku bales chatmu menjelaskan kalau kamu salah paham. terus kamu nggak mengindahkan chat-ku. aku chat beberapa kali, kamu tetap nggak membalas. aku panik. aku gakmau kamu salah paham. aku nggak mau kamu merasa sakit hati. aku gak mau kamu merasa dicampakkan. setelah beberapa hari, beberapa bubble chat, aku chat terakhir, aku bilang, "kita ngobrol yuk" saat itu aku percaya, deep talk bisa menyelesaikan masalah. lalu kamu hanya membalas "aku bawa oleh2 (saat itu kamu dr lampung), nanti aku antar ya." baca chatmu aku seneng, karena ternyata kamu masih mau merespon dan udah mereda. jadi aku merasa gak perlu menjelaskan apapun lagi, aku anggap kamu sudah paham.
konflik ketiga. waktu anik bikin story ig isinya "kalo mau kenalan sama temenku ini akunnya ya, dia jomblo (mention aku)". kamu, secara tiba-tiba nanya aku: anik tau gak hubungan aku sama kamu? kamu tahu apa yang pengin aku jawab saat itu: HUBUNGAN APA YA? tapi enggak, aku menahan jiwa rebelku ini, karena aku gakmau kamunya jadi makin marah. aku mengalah, padahal aku juga gak salah. aku jawab: tau, kenapa? terus kamu dengan sarkas jawab: "oh tau, soalnya dia posting promosiin kamu di story ig. gakpapa ding, manatau beneran ada yg mau kenalan. sorry yak, selamat bekerja." udah gitu aja. batinku: LHA KAMU SIAPA? KALO GAKPAPA, KENAPA KAMU HARUS NANYA KE AKU? KAN BISA DIEM AJA TU? tapi lagi-lagi enggak, aku menahan pertanyaan itu, aku nggak mau ntar tambah blunder terus yang ada kamu menjauh. aku, sebagai orang yang tahu letak kesalahan dan orang yg paling sabar dan yang paling sayang memilih untuk minta maaf. meskipun lagi dan lagi, aku dicuekin, untuk beberapa waktu. dan kita berbaikan begitu saja, tanpa ada obrolan lebih lanjut dan lebih dalam. padahal, ini bisa jadi kesempatan aku untuk bertanya tentang hubungan kita ini apa sih? kenapa kamu kesal kalo ada temenmu yang membukakan jalan jodoh untukku? kalo cemburu, kenapa kamu gak macarin aku aja?
dari konflik ketiga ini. aku tahu bahwa caramu menyalurkan emosi adalah silent treatment. cara menyalurkan emosi yang demi Tuhan, sangat aku benci. aku udah pernah bilang ini ke kamu, bahwa silent treatment adalah cara yang nggak sehat untuk menunjukkan kekesalan pada seseorang. kalau marah, kamu bisa bilang dulu untuk memberi waktu. tapi dari semua cara yang ada, kamu tetap dengan silent treatment-mu itu. yang bahkan sampai sekarang, setahun kemudian masih kamu yakini bisa menyelesaikan masalah. dan juga, masih cara yang paling aku benci. tapi buat kamu adalah sebuah pengecualian.
konflik keempat. masih di bulan yang berdekatan. saat itu anik nanya di dm "kapan mau macarin aku?" anik berekspektasi kamu akan menjawab dengan bercanda. karena diapun bertanya dengan bercanda tanpa tujuan apapun. tapi enggak, kamu menganggap hal itu sebagai sesuatu yang serius. kamu bilang, kalau kamu mau jaga jarak dari aku. kamu bilang hubungan butuh proses. kamu bilang dengan kondisiku yang tidak stabil gak mungkin bisa kamu pacarin saat ini.
di sini aku marah banget, se. kamu ngomong se-enaknya kondisiku gak stabil, di saat aku berusaha keras. aku marah banget karena merasa kamu nggak tahu apa-apa. aku marah banget sampe rasanya pengen mundur aja. aku marah dan kesel banget. kamu menilai aku dari beberapa bulan kita dekat, padahal aku bertahun menanganinya sendirian. harusnya aku yang marah, tapi enggak, dengan alasan kamu ngomong gitu bukan ditujukan untuk aku langsung melainkan sebuah penjelasan untuk anik dan kuyakini kamu nggak akan ngomong se-nyelekit itu kalau di depanku langsung, aku memaafkanmu. aku memaafkan kamu walau tanpa ada kata maaf darimu, yang bahkan kamu gatau kalau kata-kata itu sangat melukai hatiku saat itu. yang terjadi justru sebaliknya, kamu yang terlihat marah, aku yang chatnya kamu cuekin. setelah aku menjelaskan bahwa aku baik-baik saja dengan hubungan tanpa nama yang kita jalani sekarang, dan setelah aku datang ke rumahmu buat latihan padahal alibi utamaku adalah ketemu kamu, di situ kita baru berbaikan. berbaikan gitu aja, tanpa ada obrolan lebih lanjut tentang apa yang bikin kamu kesal. padahal aku ingin tahu, padahal aku ingin ngasih tahu kalau aku selalu ada di pihakmu.
dari sini, aku tau. kamu bukan orang yang cuek. kamu bisaa terlihat gak peduli atau bodo amat di luar, tapi sebenarnya kamu adalah orang yang sangatt sensitif, kamu akan mudah tersinggung dengan hal yang nggak sesuai dengan kamu. kamu dengan mudah meng-cut off orang. bahkan untuk hal-hal yang sepele. kamu bahkan gak tau efek omongamu bisa jadi luka untuk orang. entah kamu sadar dengan ini atau enggak. kalau enggak, ya sekarang kamu tahu.
sejak saat itu, aku sangat berhati-hati dengan apapun. aku gak mau hal kecil jadi drama. aku nggak mau dicuekin sama kamu. aku gak pernah suka dicuekin. aku sangat menjaga semuanya. jika ada hal yg mengganjal, aku akan memilih untuk ngomong langsung, daripada lewat chat. kamu ketika berbicara langsung jauh lebih baik daripada kamu ketika mengetik sebuah pesan.
ya tapi, gimanapun, ada aja masalah kecil dan sepele yang luput dari kesadaranku. tentang boyband kesayangan. yang kamu gak tahu, bahkan menyelamatkan kehidupanku dan penuh kegelapan. yang bahkan pernah lebih berarti dari kamu. sesuatu yang kamu hujat itu, pernah ngasih harapan untuk aku tetap hidup. pernah bikin aku nggak butuh siapa-siapa selain diri sendiri. pernah membuat aku jadi lebih manusia yang lebih kuat dan ceria.
konflik kelima, sebenernya ini beneran nggak, sih, se? atau emang salah satu cara kamu untuk buat kita menjauh aja? kamu beneran se-nggak suka itu aku ngeposting BTS? konflik yang lucu tapi beneran terjadi. setidaknya dari sisiku, aku taunya kamu nggak suka kalau aku sebegitunya seneng sama mereka, posting2 BTS, mengucap nama namjoon 50 kali sehari. aku nggak tau, ini beneran, atau emang konflik yang kamu bikin-bikin aja? tapi, aku tetep ikutin. meskipun kamu lagi-lagi dengan chat sarkas bilang "ya kamu kalo mau posting bts ya posting aja" tapi habis itu kamu cuekin aku. silent treatment lagi. dan bikin aku self harm. dan bikin aku bertanya-tanya "salahku apa??" bikin aku nangis berjam-jam. meskipun aku tahu konflik kek gini tu konyol banget, tapi aku tetap menghargai, mungkin untuk beberapa orang ada hal yang sepele namun bisa jadi masalah. konflik ini selesai tanpa bahasan lebih lanjut. aku memilih untuk menghapus apapun yang dengan BTS di medsos. karena saat ini, aku lebih ingin kamu di sampingku.
dari sini aku tahu sisi burukmu. ketika konflik terjadi, kamu sebisa mungkin akan meng-gaslighting lawanmu. kamu akan memutarbalikan apapun, dan membuat aku terus-terusan meragukan diri. terus-terusan merasa bersalah. aku tahu persis, bagian mana yang akan membuat kamu menjadi lebih benar dan aku menjadi lebih salah. aku tau persis saat yang tepat kamu akan menyerangku balik dengan kata2mu yang tajam itu. aku udah hampir 29 tahun, aku cukup mengenal banyak manusia. aku sangat tertarik, banyak membaca dan banyak belajar tentang karakter manusia. kamu tahu, kenapa bio linkdn ku "human enthusiasts"? karena aku benar-benar sangat tertarik dengan manusia. sifat, motivasinya, obsesi, prilaku, aku dengan cepat sadaar dan belajar. aku bisa menebak tindakan apa yang akan kamu lakukan ketika menghadapi sesuatu. sampai pada titik aku menyadari, apapun tindakan buruk dari sesorang, nggak lepas dari tujuan baik di dalamnya. bahkan walau itu hanya baik untuk dirinya sendiri. seperti yang kamu lakukan.
konflik ke-6, sekarang. aku belum bisa berpikir jernih. aku hanya bisa menulis segala unek-unekku selama ini. aku gak tahu apakah akan ada konflik-konflik selanjutnya. atau kita sampai pada kesimpulan; bahwa konflik ini akan membuat kita bubar.
aku harap ini bukan konflik terakhir, aku berdoa agar konflik yang satu ini tidak menggantung seperti yang lainnya. aku ingin konflik ini bisa mempererat hubungan kita.