💫 Earthspirit from Arknights 💫
Ig: noriatr

❣ Chile in a Photography ❣

izzy's playlists!

Andulka

Game Changer & Make Some Noise

Product Placement
Show & Tell

bliss lane

tannertan36
Cosmic Funnies
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
$LAYYYTER
art blog(derogatory)
macklin celebrini has autism

ellievsbear
Claire Keane
No title available

oozey mess
One Nice Bug Per Day
Xuebing Du

Kiana Khansmith
seen from Germany
seen from Netherlands
seen from Netherlands
seen from India

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United Kingdom
seen from United States

seen from United States
seen from India
seen from United States
seen from United States
@lumirensolis
💫 Earthspirit from Arknights 💫
Ig: noriatr
Has anyone heard of this game called 'Arknights'? It's kinda obscure, but the character designs slap
Thanks @valence-e for the suggestion!
Earthspirit emotes EARTHSPIRIT EMOTES (ftu with credit)
She now works in my HR office and clocks out exactly after 8 hours
I'm so close to her elite 2
Reintroducing myself to tumblr with Earthspirit art compilation from my twitter : )
very serious images of earthspirit. courtesy of me
ONE MORE EARTHSPIRIT FOR THE ROAD
Dear Viszio
Telah lama ia menghilang Saat muncul bergetarlah dunia Ia mungkin hanya datang Saat ada kerusuhan Lalu berpaling saat damai
Apa yang ia pertaruhkan Apa yang ia sembunyikan Membiarkan kekawanan terjebak Dalam reruntuhan kota mati Tidak terhuni, tidak terawat
Demi apa dirinya murka Saat tidak kami harapkan Begitu kejamkah tujuan hidupnya Melelahkan urat manusia Meracuni jiwa manusia
Dear Viszio Ada yang tertangkap basah Hanya dengan mata kepalaku
The Present
I see the world is dark I see no moon, also no stars I see no sun, also no clouds I feel the breeze I am among the breeze I smell the grass, you said And tasted the candy, you gave Also your cold hands, perhaps I hear your voice In the dim world that I see I look at your face With my thousand blank stares
Edelweiss
Edelweiss tidak ternoda Oleh semerbak fitnah Putihnya tetap terjaga Disanjung banyak bangsa Kemuliaan untuk hidupnya Hingga layu mahkotanya Edelweiss tidak berkhianat Tentang amanah yang ia emban Edelweiss tidak berbohong Tentang suatu masa yang kelam
Bunda
Hanya dengan mata dan telingaku aku melihat dan mendengar Kebahagiaannya yang terlampau batas hingga memandangku tidak berarti Dunia yang kugenggam ini masih kelabu sampai ia menghitam seiring waktu Aku tetap melirihkan doa, "Tuhan yang Maha Kuat dan Maha Tahu, kuatkan aku!" Dia memberiku lilin yang tidak membiarkanku pupus menghadapinya Lilin yang tidak mau melihatku jatuh ke dalam kegelapan Mataku terang karena api kecilnya yang hangat Aku tidak mau melihatnya bahagia hanya karena uang Aku mau melihatnya bahagia saat di alam kubur karena doa tulusku Sebagai balasan terbaik atas kasihnya
Rumput-rumput
Rumput-rumput kuat akarnya Dua tangan tak kuasa menariknya Mereka semakin menjalari tanah Semakin panjang, semakin lebat Sisir pun tak sanggup merapikannya Semakin liar di atas tanah Pemotong rumput tangkas memangkas Cangkul menggempur hingga gembur Siraman racun melunturkan hijaunya Habislah riwayat mereka ini
Bunga Matahari
Berdikari gagah berani Di atas padang rumput Menyambut matahari sejak fajar Melambaikan daun saat senja Itulah tanda ketangguhannya Sebagai bunga matahari muda Namun, saat malam tiba Ia tertunduk dengan malu Karena diselimuti angin Bulan muda menjadi saksi
Saat ia mulai menua Ia mulai menyadari dirinya Ada yang lebih baik Dari sekadar menghadap matahari Sudah tiba waktunya Hanya menyambut terbitnya matahari Bukan, bukan hanya itu Ia menyambut para lebah Mengerumuni dirinya yang cerah Bula tua menjadi saksi
Abdi
Aku hanya menutup diri Sampai setangkai bunga lupa Rupaku yang selalu lewat gang Menuju halte di pinggir jalan Aku hanya memusatkan pikiran Untuk kehidupan saat ini Sementara dunia perlahan sunyi Saat tepat butuh rangkul Dari semua tanah yang kupijak Apakah aku seseram Hantu Timur Akankah aku tertipu lagi? Haruskah aku menipu lagi?
Bintang-bintang itu Bergulat atas nasibku Tapi aku tak peduli Bintang-bintang itu Mengharap keiyaan dariku Agar jiwaku lemah Aku menaruh kepercayaan padamu Kuharap kaulah yang terakhir untukku
Sejuk
Sejuk, apa itu sejuk? Di sini hanya teriknya matahari Dan juga dinginnya hujan
Sejuk, apa itu sejuk? Tidak ada yang mengantarku ke sana Aku sedang sakit
Sejuk, apa itu sejuk? Aku mesti terus berlari Agar di sampingku ada kesejukan
Itu cukup melelahkan Kesejukan datang sebagai pendamping setia Aku kembali bangkit
Api Belantara
Tak kiraku hilang harapan Hidup dalam kedamaian Tak kiraku harus bertahan Jauh dari perkotaan Melarikan diri dari kenyataan Atau menghadapi rintangan Melihat api dari belantara Aku harus bergegas Jangan sampai mereka bertanya Dari mana ia meluas
Aku ikuti pandumu Aku turuti maumu Aku dengar perintahmu Aku lihat tandamu Walau hanya sebongkah batu Juga hutan lebat berabu Sayang sekali dua kali Payah menjaga hutan ini Dari kejauhan aku amati Kehidupan sudah mati
Ditulis di Notes 10 April 2020
Malam Terakhir
Berada dalam perangai yang gelap Tidakkah mampir di malam terakhir Meninggalkan luka dalam sekejap Karena khawatir menjadi pasir Tidak terasa sedikitpun kedap Lantang menggetar hati terbakar Terjun bebas terus berharap Patri berkobar dendam tergahar