. Unggah-ungguh dalam ilmu bahasa Jawa merupakan kata dwilingga salin swara dari kata/tembung ‘ungguh’ yang diulang dua kali. Arti kata ungguh adalah bagaimana bersikap terhadap orang lain yang kita ajak berinteraksi, yang didasarkan pada strata/tingkatan/kasta/level-nya. . Unggah (Indonesia: naik) bermakna menaikkan derajat seseorang (yang diajak berinteraksi) sesuai dengan status (sosial) martabatnya. . Ungguh, asal kata Lungguh (Indonesia: duduk) berarti mendudukkan/menempatkan diri kita dan orang lain yang diajak berinteraksi sesuai porsi, derajat dan martabatnya. . Jadi unggah-ungguh adalah menghargai atau mendudukkan orang lain sesuai dengan ‘Lungguhe‘ (kedudukannya) dan siapa yang seharusnya di-‘Unggahke‘ (dinaikkan), hal itu untuk menjaga orang yang kita ajak berinteraksi agar juga kembali ikut mengunggah (menaikkan) dan me-lungguhke (menempatkan) diri kita. . Sumber: https://www.caknun.com/2017/unggah-ungguh/ (at Kampung Cina, Jl. Ketandan Malioboro Yogyakarta) https://www.instagram.com/p/CjTyUQAP8y6/?igshid=NGJjMDIxMWI=











