Karya Sang Maha Pencipta memang tak pernah mengecewakan.
Entah berapa umurku saat itu, mungkin 7 tahun, aku ingat majalah BO** sangat berjaya, apalagi dikalangan anak sebayaku. Bukan orangtua ku yang berlangganan, dari sahabat dan bersama sahabat aku belajar, aku kira cukup jauh berbeda dengan anak-anak di zaman modern sekarang ini, kita belajar dengan alam, tak banyak batasan, jatuh, kotor, berlumpur, itu hal biasa untuk dihadapi para orangtua.
Ada salah satu bahasan yang menarik dalam majalah tersebut, satu halamannya membahas tentang pelangi. Pelangi bisa di buat dari rumah katanya, dengan alat-alat yang terbilang sederhana juga. Walaupun dengan inti bahasan bahwa pelangi merupakan hasil dari pembiasan cahaya, tetapi fokusku hanya ingin mencoba, membuktikan, melihat sendiri bagaimana pelangi tercipta, dan berhasilkah bila aku yang membuatnya. Aku yakin sahabatku punya pemikiran yang sama, dan kita mencobanya bersama, yaa.. just for fun 😂.
Cermin, baskom, air, langit-langit (kebetulan terbuat dari seng) dan tentu perlu cahaya matahari.
Yesss..we did it. "Waaaww" teriakku saat itu, sahabatku juga tertawa gembira, kita melihat pelangi kecil di langit-langit rumah dari pantulan cahaya cermin di dalam air yang kita arahkan ke cahaya matahari.
Pantulan cahaya tersebut berwarna-warni, seperti warna pelangi, kecil seukuran cermin dan agak pudar. Sedikit silau karena gambaran air yang brgelombang juga ikut terpantul ke langit-langit, sehingga membuat mata sakit dan kabur jika terlalu lama dilihat.
Aku pikir bila memiliki cermin yang lebih besar dan baskom yang lebih besar mungkin akan jauh lebih sempurna, nyatanya sama, indahnya tidak senyata pelangi yang sering aku lihat setelah hujan, di langit yang luas, dengan lengkungan sempurna. Gembira, takjub, seperti memiliki efek penyembuhan, dan membuat mata tidak kabur, rasanya ingin dan ingin lagi melihatnya. Apalagi bila disertai wangi rumput dan tanah yang basah karena hujan. Efek healing ini sempurna, dan sampai sekarang selalu aku dirindukan.
Begitulah gambaran pengetahuan makhluk dan pengetahuan Sang Pencipta. Sehebat apapun seorang makhluk mencoba menyamai Nya, tentu tidak akan sesempurna Dia yang Maha Pencipta.
That's why, aku selalu menjadi pengagum karya Nya, karena karya Nya selalu sempurna dan tidak pernah mengecewakan.












