And finally, the cage opened. But, the bird had forgotten how to fly.
art blog(derogatory)
The Stonewall Inn

Product Placement
d e v o n
Interview Vampire Daily

Origami Around
official daine visual archive
Xuebing Du
No title available
𓃗
occasionally subtle
ojovivo
Cosimo Galluzzi
No title available

pixel skylines
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
No title available
Cosmic Funnies

tannertan36

PR's Tumblrdome

seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from South Korea

seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from Chile
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United Kingdom
seen from United States

seen from India
@mysunnydaymyrainynight
And finally, the cage opened. But, the bird had forgotten how to fly.
Dan dari semua-semuanya,
jangan pernah sekali-kali membohongi dirimu sendiri, atas alasan apapun. Karna hidupmu sendirilah bayarannya.
Ingatlah bahwa segala sesuatu ada caranya.
Ada cara untuk datang, juga cara untuk pergi.
Cara untuk masuk. Cara untuk keluar.
Cara untuk menjalani. Cara untuk berhenti.
Cara untuk memulai, pun cara untuk mengakhiri.
Ingat dan perhatikan cara dirimu sendiri. Karna beberapa orang terlalu pengecut untuk memilih dan lihai melarikan diri.
Hujan belum reda atasku. Tapi, kamu ada. Aku menyentuhmu. Jantungmu berdetak. Dan kau hangat.
Ku baca mantra ini pada diriku sendiri:
“Jangan membebani orang dengan kebahagiaanmu karna bahagiamu ada di tangan dan pikiranmu sendiri.
Juga jangan membebani dirimu dengan kebahagiaan orang lain; atas segala sesuatunya, kamu tidak seberkuasa itu.
Dan kecewa seringnya masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.”
Ada yang tanya padaku:
“Kenapa kamu baru-baru ini menyusun kata-kata?”
Aku diam. Karna aku bukan baru memulainya;
Tapi, apa aku akhirnya memulai kembali?
Apa kata-katanya terkumpulkan kembali?
Apa aku sedang dalam perjalanan pulang kembali?
Bisakah?
Kehancuran karna pilihan sendiri itu bisa sangat mematikan harapan.
Tuhan, setelah waktu-waktu itu keyakinanku masih sama dan belum berganti.
Bagiku, Engkau adalah satu-satunya yg bisa aku percaya, meski juga satu-satunya yang paling sulit dimengerti. Karna Engkau adalah Tuhan. KeputusanMu bernilai mutlak kebenaran.
Oh, aku bukan menyerah. Aku hanya tidak lagi memiliki keberanian melangitkan apa-apa yang aku inginkan pada-Mu.
Dan memangnya apa lagi yang bisa aku lakukan selain percaya padaMu? Tidak apakan aku begini saja?
Lagipula, pilihanMu adalah pilihan yang terbaik diantara yg baik. Jadi, pilihkan dan tentukan saja untukku, Tuhan. Aku akan ikut.
Ya, Tuhan ya?
A.N
Aku sama sekali tidak menyesal, juga tidak marah, apalagi benci.
Bagiku, kamu bukan tidak baik, atau aku tidak beruntung, hanya saja memang bukan aku, pun sebaliknya.
Jadi, tidak ada yang salah dari sudah mengusahakan yang terbaik apapun ujungnya.
Memang letaknya usaha dan doa manusia hanyalah sampai sebatas takdir. Sementara takdir itu berada di luar kuasamu dan kuasaku.
Aku juga tidak bilang ini tidak menyakitkan. Ini menyakitkan sampai tidak bisa lagi aku kendalikan. Dan yang bisa kulakukan hanyalah mengembalikan apa-apa yang diberikan kepadaku untukmu kembali kepada Sang Penguasa Takdir.
…
Terlepas dari cerita yang harus berakhir menyakitkan ini, ingatlah saja yang baik tentangku.
Terimakasih dan maaf untuk apapun yang kamu beri dan dapat dalam perjalanan bersamaku.
Aku berdoa, semoga setelah ini datang segala hal baik padamu, kemudian juga padaku.
A.N
Karna terkadang harapan membuatmu tidak bisa melihat dengan jelas.
Ditemani hujan seharian.
Aku pernah mau jadi pasangan yang seperti apa.
Aku pernah mau pasangan yang seperti apa.
Iya, pernah.
Bersiasat
Aku bukan ingin kabur; atau menolak untuk menghadapinya.
Atau enggan untuk menyelesaikannya. Aku bukan berhenti karna kelelahan.
Atau meratap untuk mencari belas kasihan.
Aku menyingkir untuk memberi kesempatan pada diriku; untuk bisa bernapas. Karna apa yg mencekik membuatku tercekat.
Sementara dalam gelap dan sepi ada ruang lenggang dan jeda yang panjang.
A.N
Untuk bisa menjadi yang bernilai bagi seseorang, kurangku teramat banyak.
Aku memanggilMu setiap malam, bahkan menjerit. Tapi Kau tidak mendengarku.
Rasanya sakit sekali, bahkan dalam kepalaku.
Mendadak Romantis
Sayang, jika nanti kau tiba jangan lupa beritahu aku langkah untuk memastikan bahwa kau adalah jawaban doa yg kurapal dan bukannya marabahaya.
Apakah aku harus berdiri di tiap tepian ruang agar bisa melihat dari segala sudut pandang?
Berkah atau kutukan, hadiah atau hukuman. Beritahu aku, kau ada dipihak yg mana.
Dan jika ternyata aku yg sedang pergi, segera kirimkan peta, agar aku tak tersesat saat sedang kembali pulang padamu. Atau menyerah karna kelelahan.
Ah, jangan lupa jabarkan dalam tulisan. Kasihmu ini tak pandai membaca arah jalan.
Salam,
Sayang.
Pada akhirnya aku menyerah.
Menunjukkan luka pun tidak ada gunanya.
Memohon-mohon pun sudah sering ku lakukan.
Dan sebagai gantinya aku terluka.
Pada akhirnya aku belajar untuk mengerti tanpa menuntut sebaliknya.
Belajar untuk menerima beberapa keadaan tidak bisa dirubah sekeras apapun aku mencoba.
Dan yang bisa kulakukan untuk diriku sendiri adalah berhenti bicara. Berhenti mencoba mengungkapkan apa yang kurasakan tanpa menyangkal keberadaan perasaan itu.
Agar kutukan ini berhenti di aku.
Kamu tidak perlu berkeras melarangku menulis.
Andai kamu tahu, tulisanku tak lagi melahirkan kata-kata, tak lagi melepas rasa, sejak jiwaku tersedat dalam istirahat panjangnya.