Masuk akal sih,,,,tapi,,,, 为什么爱情很复杂?
Sade Olutola
𓃗
trying on a metaphor
Game of Thrones Daily
ojovivo

Origami Around

roma★
Today's Document
🪼

blake kathryn
Noah Kahan
cherry valley forever
Not today Justin
Misplaced Lens Cap

ellievsbear
No title available

⁂
DEAR READER
No title available

❣ Chile in a Photography ❣

seen from United Kingdom
seen from Pakistan

seen from Singapore
seen from India

seen from Italy

seen from Indonesia

seen from Uzbekistan

seen from Germany
seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia

seen from United Kingdom

seen from Germany
seen from United States
seen from Vietnam
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
@ritaucil-blog
Masuk akal sih,,,,tapi,,,, 为什么爱情很复杂?
I know ini cuma mainan iseng di facebook. Tapi kalimat terakhir cukup membuat saya memilih untuk mem-post postingan mainan ini.
Karena saat ini saya sedang merasakannya.
Merasakan ditinggal oleh dia yang selama ini saya anggap sahabat terbaik yang saya punya.
Raganya tidak pernah pergi, namun dia yang saya kenal ternyata tidak berada di dalam raga itu.
Bukan karena dia yang berubah, tapi karena selama ini saya tutup mata akan dirinya yang sebenarnya.
Dan sekarang, mata ini baru terbuka, baru menyadari bahwa selama ini dia yang saya kenal bukanlah dia. Dan itu cukup membuat saya kecewa.
Kecewa terhadap diri sendiri. Karena dulu berfikir bisa menerima seseorang apa adanya. Tapi ternyata tidak.
Rasa percaya itu sudah hilang. Rasa percaya yang saya coba bangun belasan tahun.
Saya tahu hidupmu bukan urusan saya. Saya tidak punya hak untuk menghakimi apapun yang kamu pilih dalam hidupmu.
Tapi saya hanya berharap kamu berhenti. Karena melihat segala hal yang kamu pilih belakangan ini sudah mengecewakan banyak orang dan mungkin akan mengecewakan lebih banyak lagi suatu saat nanti.
Mungkin saya sudah menganggapmu lebih dari sahabat, karena melihatmu sekarang membuat saya sedih, terlebih lagi kecewa.
Maafkan ada yang berubah, karena saya tidak pandai berpura-pura.
Hal Sepele
Kemarin ketika sedang berkendara dari Tangerang menuju Jakarta, saya mengalami sesuatu yang membuat saya tersenyum. Hal sepele, hal kecil, tapi rasanya menyenangkan.
Di tol Karang Tengah yang tidak pernah tidak macet itu ceritanya saya sedang mengantre untuk bayar tol. Di depan saya terihat 2 buah mobil yang tidak mau mengalah satu sama lain. Yang 1 nampaknya salah masuk jalur (dia masuk jalur GTO dan mungkin di tengah - tengah baru sadar kalau tidak punya kartu GTO dan kemudian langsung memotong menuju jalur cash di sebelahnya). Mobil di depan saya nampaknya tidak suka diselak dan akhirnya 2 mobil ini beradu gas satu sama lain.
Saya yang berada di belakangnya sontak langsung membuat jarak.
Alasan pertama jelas karena saya takut terlalu dekat dengan 2 mobil mengamuk ini.
Alasan kedua karena saya juga tidak dalam keadaan terburu - buru, jadi rasanya memberi celah untuk si mobil nyasar ini juga tidak ada salahnya.
Alasan ketiga karena kalau sampai 2 mobil ini jadinya ribut lalu turun dari kendaraan masing - masing, jelas saya yang akan dirugikan, stuck dan tidak ada jalan keluar, terhimpit macetnya Karang Tengah dan kedua pemilik kendaraan di depan saya ini.
Begitu giliran saya tiba untuk membayar, si mas - mas penjaga tol tidak melihat saya namun langsung membuka pembatas penahan jalan. Saya jelas bingung. Si mas juga nampak bingung.
Mas penjaga tol : Langsung jalan aja, Mbak. Tadi tolnya udah dibayar sama temennya.
Saya : Temen yang mana, Mas?
Mas penjaga tol : Lah itu cowo yang barusan, yang mobilnya di depan Mbak yang bayarin.
Saya : Lah saya nggak kenal, Mas.
Mas penjaga tol : Lah kata Mas nya mobil belakang dia itu temennya jadi sekalian.
Saya : Waduh, tapi saya nggak kenal tuh Mas.
Mas penjaga tol : Waduh, jadi gimana yah?
*sama - sama bingung
Saya : Mungkin maksudnya mobil di belakang saya kali, Mas.
*dinnnn.... *dinnnnn.... Mobil belakang mungkin sudah merasa saya terlalu lama membayar tol.
Mas penjaga tol : *mukanya panik Hmmm...ya udah deh kalo gitu, Mbak. Iyah kali maksudnya mobil di belakang Mbak kali yah... *Sambil terima uang yang saya berikan.
Entah mobil di depan saya benar membayarkan biaya tol saya atau bukan, di luar itu semua, saya hanya merasa hal baik yang saya lakukan secara tidak sengaja langsung berbuah baik.
Walaupun pada akhirnya “biaya tol gratis” itu tidak saya nikmati, tapi rasanya sangat saya nikmati.
Rasa senang ketika hal kecil yang kita lakukan, baik disengaja ataupun tidak ternyata cukup berarti untuk orang lain :)
Diam
Diam bisa mencuri perhatian, Ketika lisan tidak terdengar sebagai permintaan, Melainkan sekedar pertunjukan murahan yang gampang dilupakan.
Deja Vu
Beberapa hari yang lalu saya bersama seorang sahabat pergi berlibur ke luar pulau. Dengan tanpa rasa curiga hari itu saya menuju ke bandara.
Memasuki lorong menuju ruang tunggu, hati ini serasa deja vu. Otak ini kembali pada kenangan itu. Kenangan yang tak ingin saya ingat tapi juga tak ingin saya lupakan.
Di ruangan itu pula beberapa bulan yang lalu saya menemani kakek saya pergi berobat. Di kursi rodanya sebisa mungkin ia tampilkan keceriaan, dengan tubuhnya yang semakin hari semakin mengurus, saya tahu, semangatnya untuk sembuh sangat tinggi.
Saya ingat dengan sangat jelas di kursi sebelah mana saya dan kakek menunggu panggilan pesawat untuk boarding, apa yang kami bicarakan ketika itu, pakaian apa yang ia kenakan, segalanya masih terekam jelas dalam ingatan ini.
Pengumuman delay pesawat memaksa saya untuk berada di ruangan itu lebih lama lagi. Saya berusaha untuk terus berbicara dengan sahabat saya, membicarakan berbagai hal mulai dari yang penting sampai yang tidak penting. Hanya karena 1 alasan, saya tidak ingin ingatan ini pergi terlalu jauh mengingat segala hal detail yang dimulai dari memory di ruangan itu.
Saya tidak ingin mengingat bagaimana Beliau berjuang melawan penyakitnya sampai akhirnya mengaku kalah dan kemudian pergi tanpa ada saya di sampingnya.
I really miss him soooo much.
Kedua
Bersedia menjadi yang kedua adalah hal luar biasa yang belum bisa saya terima dengan akal sehat saya. Dengan penuh kesadaran mengetahui bahwa orang yang ada dihadapannya sudah memiliki pasangan. Bahkan dirinya pun baru saja menyelesaikan urusan hatinya dengan pasangan sebelumnya. Mungkin belum tuntas semua, masih ada serpihan kenangan yang belum bisa diselesaikan secara instan. Ketika ditanya "kenapa?" Jawabannya hanya 1 : lagi jomblo ini...why not? Melihat lelaki yang raganya tepat di sebelahmu, tangan kanannya memegang tanganmu, tapi tangan kirinya sibuk membalas chat wanita lain. Bahkan tanpa rasa segan meminta excuse "sebentar yah, dia udah bangun tidur" Ketika sedang berjalan bersama kemudian tiba - tiba ditinggal dengan alasan "dia minta dijemput nih" lalu hilang kabar seperti ditelan ombak beberapa hari ke depan. Ketika kabar itu datang, hanya ada alasan "dia menginap beberapa hari ini di rumah. Aku nggak mungkin bisa kabarin kamu" Saya hanya bingung bagaimana hatinya bisa menerima keadaan itu. Menjadi opsi kedua dan diwajibkan untuk memaklumi keadaan yang pertama. Hebat untuk mereka yang bisa menjalaninya. Apa namanya? Cinta?
Bukan film yang bisa dibilang sangat bagus, but it reminds me about something.
Memutuskan untuk menikah bukan sekedar tentang jiwa diri sendiri atau dirinya yang sudah siap atau tidak. Tapi jauh yang lebih penting adalah siap atau tidaknya menjalani pernikahan bersama dia. Dia yang kamu pilih ataupun dia yang telah memilih kamu.
It feels like i am missing something
or ....
someone
.......maybe
but really have no idea what is it ..
or ...
who is it
Weird
No Title
2 days in a row ... doing nothing.
Benar - benar doing nothing.
Hanya berbaring di kasur sambil menonton dvd, youtube, atau apapun yang bisa ditonton. Bangun hanya untuk mandi atau makan.
Even ada hal yang seharusnya dilakukan, tapi saya lebih memilih untuk tetap bermalas - malasan.
Mungkin terlalu memikirkan masalah kerjaan sampai menyebabkan saya malas untuk melakukan hal lain selain bermalas - malasan. Semoga besok segala masalahnya selesai. Jadi mood ini bisa kembali untuk melakukan segala aktivitas yang seharusnya dilakukan.
Amen.
Hey Sneakers!
Long time no see!
Ceritanya beberapa hari yang lalu seorang Ibu yang sedang mempersiapkan ulang tahun anaknya yang pertama menghubungi saya dan meminta bantuan untuk dibuatkan design undangan dengan tema Winny the Pooh.
Dengan senang hati saya membantu, hitung - hitung mengingatkan diri ini untuk kembali menyentuh adobe photoshop yang rasanya sudah berbulan - bulan tidak pernah saya buka kembali.
Dengan excited nya saya tunjukan pada sang Ibu begitu design nya selesai saya buat.
Dan surprise!!!!
Sang Ibu berkata ayahnya tak menyetujui tema Winny The Pooh.
"Mosok anak laki dikasih tema unyu - unyu Pooh begini"
Dan si Ibu kembali meminta dibuatkan undangan baru dengan tema Spiderman.
Jadiiiii .... ya sudahlah walaupun tidak jadi dicetak, lebih baik saya pajang saja di Tumblr ini.
*hitung - hitung mengingat adobe photoshop toh??
Menjadi Dewasa
Kata orang, menjadi dewasa berarti harus membuat pilihan. Baginya, menjadi dewasa berarti tidak memiliki pilihan. Hidup menjadi serentetan tanggung jawab yang harus diemban, baik suka maupun tidak, mau ataupun enggan. Terkadang, orang dewasa seperti sesosok badan tak berjiwa. Semakin dewasa seseorang, semakin pudar jiwanya, menjadi robot yang berkutat dengan rutinitas.
Kamu bukan cinta pertamaku, tapi kamu orang pertama yang membuatku merasakan apa rasanya cinta
^.^
Kaya
Sekarang saya mengerti mengapa tidak semua orang di dunia ini diberi kaya, padahal apa yang dijalani dan diusahakan mendatangkan uang banyak.
Jiwa sok tahu saya bilang :
Karena jiwanya belum siap.
Masih ada angkuh
Masih ada sombong
Masih ada pamer
Belum punya uang banyak saja sudah angkuh, apalagi jika sudah diberi kaya.
Tuhan masih beri waktu untuk perbaiki diri. Setelah diberi kaya, bukan kesombongan yang dipamerkan, melainkan rasa berbagi.
Mungkin perlu untuk belajar merendah, sekurang atau sebanyak apapun yang dimiliki.
Setelah diri itu siap, mungkin kaya itu akan segera tiba.
Ceritanya bermula dari rencana untuk bertemu dengan teman semasa kuliah dulu. Karena sudah terlalu bosan untuk masuk ke dalam mall, akhirnya saya dan teman saya memilih tempat lain untuk bertemu.
Awalnya kami memilih untuk memlihat pameran seni di Galeri Nasional Indonesia. Tapi sayangnya begitu sampai, tempatnya sedang tutup karena renovasi. Bingung mau ke mana, akhirnya kita menetapkan tujuan ke Museum and Art Gallery.
Saya bukan orang yang mengerti seni, apalagi yang bentuknya absurd - absurd, sama sekali tidak mengerti. Tapi sesekali boleh lah mengunjungi tempat - tempat seni seperti ini supaya memiiki opsi lain selain mall untuk tempat bertemu.
Ah! Ada 1 hal yang membuat saya senang ketika berada di sini. Saya menemukan buku - buku yang memuat tentang karya seni sesosok yang saya pernah temui, Bapak I Nyoman Gunarsa.
Cerita lengkapnya --> http://ritaucil-kecilkecilcaberawit.blogspot.com/2011/12/ngobrol-sama-orang-penting.html
Rasanya bangga pernah mengobrol sedikit dengan beliau walaupun saya seorang yang awam di dunia seni.
God Please Protect Her
Mendengar mama saya sakit adalah suatu berita yang paling tidak ingin saya dengar. Rasa panik karena takut sesuatu yang buruk terjadi muncul, dan rasa bersalah karena tidak bisa ada di sebelahnya juga berputar - putar di kepala ini.
Saya bisa mengidentifikasi seberapa parah sakit beliau hanya dari suara di telepon. Kata "halo" di awal telepon adalah sebuah pertanda untuk saya.
Sekitar 2 hari yang lalu, mama saya baru bercerita mengenai kesehatannya. Katanya, sekitar seminggu yang lalu setiap bangun tidur, beliau tidak merasakan gelas yang dipegangnya jatuh dari tangannya.
Bahkan tenggelamkan jika perlu :)