Aku menuliskan semuanya agar aku tidak lupa bagaimana rasanya jatuh cinta padamu untuk kesekian kalinya..
Rasa kita beberapa tahun yang lalu, kenangan indah yang kamu dan aku alami, rasa yang kala itu sempat membuatku gila dibuatnya.
Rasa kita yang belum dewasa, rasa kita yang masih kekanakan dan penuh dengan obsesi.
Dulu, aku maupun kamu mudah tergoda akan sesuatu, mudah beralih ke orang lain. Aku dan kamu sama-sama tidak pernah terbuka dan jujur satu sama lain.
Saat sedang di uji dengan jarak yang cukup jauh, aku tergoda oleh orang yang lebih dekat denganku. Begitu pun kamu. Kita sama-sama saling meninggalkan, tanpa bicara, tanpa klarifikasi apapun. Dan itulah yang membuat kita sesaat menjauh, meskipun dalam beberapa waktu kita akan kembali beranggapan seperti biasa, kembali memperlakukan secara istimewa seperti biasanya.
Kamu tidak pernah menunjukkan bagaimana rasa cemburu, dan hal itulah yang membuatku bertanya-tanya apakah rasa mu padaku masih sama seperti dulu. Tetapi jika dipikirkan kembali, aku juga tidak pernah menunjukkan rasa cemburuku padamu. Kita memang tidak terlalu terbuka saat itu, dear.
Aku selalu berusaha menjaga hatiku sendiri dengan tidak bertanya tentang siapa wanita yang sedang dekat denganmu atau siapa wanita yang saat itu kau sukai. Entah bagaimana denganmu.
Yang aku tahu, setiap kita bertemu, kamu masih memperlakukan aku dengan manis, kamu masih mampu membuat kupu-kupu di dalam perutku bergerak.
Bertahun-tahun kita menjalani sebagai sahabat, meskipun rasaku masih terpendam jauh di dalam sana. Mendapati kamu mulai berubah menjadi seseorang yang jauh lebih dewasa dibanding yang aku kenal dulu.
Kamu mulai mau terbuka, mau menceritakan masalahmu, mau menceritakan cita-citamu, keinginanmu. Dan aku mendengarkan dengan antusias, bahagia jika kamu mulai membuka diri padaku.
Setelah beberapa lama, kamu mulai mengajari bagaimana caramu mencintai aku dengan dewasa, kamu mau ungkapkan semua yang selama ini kamu pikirkan seorang diri.
Cinta yang dewasa adalah cinta yang mengijinkan orang yang dicintai menemukan kebahagiaan sesuai dengan persepsi masing-masing, seperti kamu yang mengijinkan aku mencari yang lebih baik. Cinta yang dewasa adalah cinta yang tahu cara berpikir jauh ke depan, berpikir untuk menua bersama, melalui semuanya bersama. Kamu yang mengajari aku semua itu.
Sekali lagi, aku ingin mencoba menjalaninya bersamamu, semoga sampai kita menua bersama. Aku ingin meraih tanganmu, menggenggam dan mengatakan aku akan menunggu dengan sabar.
Meskipun tak ada ikatan apapun, dan belum ada jaminan Allah menyatukan kita dalam ikatan yang suci, aku hanya ingin kita bersama menjaga hati.
Jika entah nanti, suatu saat nanti, kamu ataupun aku mulai goyah, aku hanya ingin kita sama-sama terbuka. Jika kamu bertemu dengan yang jauh lebih baik dariku, it’s okay dear. Aku hanya ingin kamu jujur. Dengan cara itulah kita bisa sama-sama menjaga hati kita. Dan itulah cara mencintai dengan dewasa seperti yang kamu ajarkan padaku.