KESETIAAN CINTA
Ayahku adalah seorang tukang becak di salah satu kabupaten di Jawa Barat, bertetangga dengan kabupaten tempat kami tinggal. Jadi Bapak akan berada di kabupaten tersebut dari Senin-Jumat, Sabtu dan Minggu waktunya pulang ke rumah. Meskipun pekerjaan Bapak adalah tukang becak, Alhamdulillah Bapak mampu menunaikan kewajibannya memberikan nafkah kepada kami dengan cukup. Bahkan di usia pernikahannya yang masih muda, orang tuaku sudah bisa membangun rumah sendiri dengan cukup layak dan nyaman untuk tempat bernaung kami.
Saat itu, menurut cerita orang-orang tetua kampung kami, Bapak cukup banyak disukai orang karena tutur katanya yang sopan dan lembut. Namun, keramahan Bapak kadang disalah artikan oleh orang lain. Setidaknya oleh seorang perempuan di tempat bekerja Bapak.
Perempuan ini, terang-terangan menyatakan cintanya pada Bapak. Bahkan berani mengajak Bapak untuk nonton layar lebar berdua. Sebagai orang yang "ga enakan", Bapak mengiyakan saja ajakan perempuan itu. Akhirnya Bapak bingung sendiri dengan jawaban yang Bapak berikan pada perempuan itu. Bapak gelisah menunggu hari yang dijanjikan oleh perempuan itu, berfikir bagaimana caranya membatalkan pertemuan itu?
Akhirnya, Bapak memutuskan untuk pulang kerumah sebelum sabtu. Tentu kami bertanya, kenapa Bapak pulang sebelum Sabtu?
Bapak akhirnya menceritakan semua hal yang menyebabkan beliau pulang lebih awal. Bapak meminta maaf pada Ibu, karena sempat mengiyakan permintaan perempuan itu untuk nonton bareng.





















