Aku ? Apa lagi yang aku lakukan selain menyimpan rasa dengan erat. Bibir terkunci syarat air mata yang siap menerobos lekukan kelopak mata. Tentu saja, ia rela terjatuh saat hati berusaha sekuat tenaga bertahan ketika jiwa bercumbu dengan rindu yang keterlaluan. Sekali lagi aku tak mampu menguraikan. Jika kamu berkenan, lengkapi yang belum lengkap. Sempurnakan yang tak mampu kusempurnakan seorang diri. Pahami semua bahasa yabg tak mampu aku ucapkan, ketika bibirku keluh berkata karena resah. Aku.. ! Harap benar Kamu.












