21 Mei 2021, 247. 247 tanpa henti. Iya benar 247, 24 jam 7 hari tanpa henti memikirkanmu. Asik nih.. Seru kayaknya kalau malam ini saya bermanja dengan tulisan. Mudah sebenarnya memuji dia yang satu-satunya bukan salah satunya di pikiranku. Karena memang cuma dengan mendengar namanya saja sudah membuatku mesam mesem kesemsem. Ah cinta, sulit memang mendeskripsikannya. Menjelaskan apa itu cinta secara langsung aja gak bisa, bagaimana bisa menjelaskan dengan kata-kata? Sekarang, hanya dia, cuma dia aja yang saya ulang terus namanya dalam do'a. Mau dalam sholat ataupun saat saya ingat dirinya. Yah, mau gimana lagi, mungkin ini yang namanya bucin. Dalam mencinta itu harus tulus, mencintai dengan tulus tanpa berbalas dan rasanya membayangkan dibalas cintanya saja sudah membuatku berada di dunia lain. Entah ini cinta memang benar-benar tulus atau sayanya saja yang ambisius. Namun, selayaknya cinta seorang Ibu yang lain pada anak-anaknya. Begitulah cinta dan kasih sayangku padamu, tulus dan terlalu ambisius untuk membuatmu mencintaiku saja walau Papamu masih menjadi orang favoritmu. Kikan, Mama sayang Kikan walaupun mulut Mama ngomel tapi hati dan pikiran Mama terus berdo'a buat Kikan bahkan pada waktu yang bersamaan. Mama minta ma'af banyak salah, banyak kurangnya. Semoga Kikan bangga punya Mama seperti Mama ya Nak. Semoga ALLAH swt memberikan umur panjang, kesehatan dan rejeki berlebih untuk orang tua yang berjuang memberikan segala hal terbaik untuk anak-anak dan orang tuanya. Aamiin yaALLAH. #10hrc06 @30haribercerita https://www.instagram.com/p/CPI-uYUjwaZ/?utm_medium=tumblr











