Odio que tu recuerdo me despierte por las noches sollozando tu ausencia
seen from Argentina
seen from Malaysia

seen from Türkiye

seen from Thailand

seen from Canada

seen from Thailand

seen from Türkiye
seen from Thailand

seen from Malaysia
seen from China
seen from United States
seen from Russia

seen from Russia
seen from Türkiye

seen from United States
seen from Japan

seen from China
seen from Türkiye
seen from China
seen from Malaysia
Odio que tu recuerdo me despierte por las noches sollozando tu ausencia
ucapan tak seberapa, untuk mamah
Bismillahirahmanirahim.
Detik, menit, jam, hari, minggu, dan tahun telah dilewati hingga saat ini menapaki usia 47 Tahun sudah hidup di dunia. Bagaimana rasanya yah ? entahlah, Cuma beliau yang dapat mejelaskannya secara harfiah. Saya yang baru 22 Tahun merasakan kehidupan, sudah merasakan berat dan sulitnya kehidupan untuk dijalani, bagaimana dengan mu, mah… ? Semoga Allah menjaga keberadaan dan kesejahteraan baik di dunia-akhirat nantinya.
Saya Elsa Candra Diana, terlahir dari Rahim seorang ibu bernama Aridah. Perempuan yang tentunya juga seorang istri dan ibu bagi dua orang anaknya.
Mamah bukanlah seorang Ibu penuh waktu dalam merawat dan memberikan pengawasan langsung terhadap anak-anaknya. Sejak saya kecil, walaupun setiap harinya harus merengek, menangis tersedu-sedu, hingga mencoba kabur dari rumah hanya untuk ikut dan berada terus dengannya, mamah tetaplah pergi untuk bekerja dan memberikan kendali pengawasan kepada beberapa saudara yang lebih banyak mengeluh dengan kenakalan yang saya perbuat saat kecil dulu, percobaan kabur dari rumah demi menyusul mamah dan bapak yang berangkat kerja ketika saya masih tertidur adalah hal yang hampir terjadi setiap pagi, sebelum saya memasuki bangku sekolah dasar. Dulu, daerah tempat tinggal saya tidaklah terlalu padat seperti sekarang, jadi perilaku saya yang demikian sudahlah terkenal dari depan gang hingga perbatasan wilayah pemukiman dengan rel kereta Jakarta-Bogor. Semua tahu, saya sering menangis dan merengek kehilangan karena ditinggal bekerja oleh kedua orangtuanya.
Mungkin, saat itu saya masihlah terlalu kecil untuk berpikir bahwa kedua orangtua saya melakukan hal demikian untuk memenuhi kebutuhan hidup dan mempersiapkan pendidikan yang terbaik untuk anak-anaknya kelak. Lambat laun, saya tumbuh dari hasil keringat mereka yang dulu sering saya tangisi kepergiannya di pagi hari, dan saya tunggu-tunggu kedatangannya sampai malam hari. Semua ini telah kami jalani, dan menjadi kebiasaan rutin hingga usia saya menginjak 22 Tahun saat ini.
Tak ada lagi rengekan dan jerit tangis yang menghantar kepergian mereka jika pergi bekerja, malahan sekarang berganti. Merekalah yang lebih banyak menanti kepulangan saya dimalam hari.
Menjadi Ibu sekaligus pekerja, mungkin bukan hal mudah. Perlu tenaga extra untuk menjalaninya dengan baik tanpa membuat salah satu tanggung jawabnya seakan terabaikan dan tiada guna. Jika banyak kisah haru dan inspiratif diluar sana, saya tidak ingin jauh-jauh mengaggumi sosok mereka, cukup…, cukuplah mamah yang menjadi motivasi saya untuk hidup sukses dan lebih baik dari keadaannya sekarang. Cita-cita setiap anak, adalah membahagiakan orangtuanya. Mengganti setiap lelahya, membalas kasih sayang dan pengorbanannya, walaupun apapun yang akan saya lakukan nanti tidak akan pernah sebanding dengan apa yang telah mamah berikan selama ini secara percuma.
Allhamdulilah, sejauh ini saya tidak kekurangan kasih sayang. Walaupun mamah, bukanlah sosok Ibu penuh waktu dalam merawat anak-anaknya. Bukan menjadi sebuah alasan pula, saya bebas dan hidup seenaknya karena kurangnya pengawasan, dengan sikap kedisiplinan, tanggung jawab, dan tegas yang ditanamkan oleh mamah membuat hidup saya sama dengan anak lain yang mendapatkan perhatian dan pengawasan langsung setiap harinya.
Banyak manfaat yang saya terima dengan pola didik yang mamah tanamkan, hidup mandiri dan rasa tahu diri bahwa hidup itu perlu perjuangan demi sukses yang diharapkan.
Mungkin, hidup saya masihlah bergantung pada kedua orangtua.
Waktu saya masih terbagi antara kesibukan diluaran dan kadang mengesampingkan waktu yang berkualitas dengan keluarga.
Di usianya yang ke 47 Tahun, saya masih belum menjadi anak yang terbaik dan sesuai dengan harapannya.
Lagi-lagi, dalam doa yang saya panjatkan kepada Allah swt dihari jadinya. Semoga masih ada waktu dan kesempatan untuk saya memberikan kebahagiaan, kesejahteraan, dan penghilang lelah dari segala jenis usahanya merawat saya hingga sekarang. Semoga masih bisa ia rasakan, walaupun tidak banyak yang saya janjikan demi membalas segala jasa mamah, dan memang tidak akan pernah bisa sebanding dengan apa yang mamah lakukan.
Selamat hari ulangtahun ke 47 Tahun mah…
-ep
*foto diambil sehari sebelum hari ulangtahun mamah
#14june15 #hangout #oneofmybff #hajidataranipoh Dh lme x lpk sme...hehe
#14june15 #attend #e-day #oneofmybff #kg.melayu X dpt nk snap dgn org yg tunang so kmi jer yg lbh selfie...😆 Tq twin sado sbb sllu jd peneman akak...😘